Ekspor Mobil Ekspansif, TKDN Makin Tinggi

Gaikindo tengah berupaya mengubah citra industri otomotif dari penghambur uang negara jadi pahlawan devisa. Perlahan itu terbukti dengan kinerja ekspor yang tumbuh. Di saat yang sama, TKDN produksi di dalam negeri sudah mencapai 80 persen.

Jaffry Prabu Prakoso

12 Agt 2022 - 19.12
A-
A+
Ekspor Mobil Ekspansif, TKDN Makin Tinggi

JAKARTA – Upaya para pelaku industri otomotif di Tanah Air agar produknya bisa ke pasar internasional terus tumbuh. Di saat yang sama, kendaraan roda empat yang dibuat sudah mencapai 80 persen untuk tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mencatat ekspor mobil sepanjang Januari hingga Juli 2022 berhasil tumbuh hingga 45,8 persen dari periode yang sama tahun lalu atau secara year-on-year (YoY).

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyampaikan bahwa kinerja ekspor kendaraan bermotor pada periode tersebut mencapai 242.201 unit completely built up (CBU) serta 61.313 unit completely knock down (CKD), serta 76,4 juta komponen.

Sementara data Gaikindo mencatat ekspor pada Januari-Juli 2021 sejumlah 166.100 unit CBU. Artinya pada 2022 ada kenaikan ekspor sebanyak 76.101 CBU unit atau meningkat 45,8 persen yoy.


Mobil diparkir di kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di Jakarta, Rabu (12/9/2018)./JIBI-Abdullah Azzam


“Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya tercatat kenaikan angka ekspor CBU sebesar 45,8 persen,” ujarnya dalam pembukaan Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (11/8/2022).

Adapun mobil dengan merek Daihatsu memimpin ekspor tertinggi sebanyak 81.827 unit atau naik 21,1 persen dari tahun sebelumnya dan menyumbang 33,8 persen dari total ekspor.

Toyota menempati urutan kedua dengan berhasil mengekspor sebanyak 76.506 unit, atau menyumbang 31,6 persen dari total ekspor. Padahal, tahun lalu hanya berkontribusi 21,3 persen.

Hingga Juli 2022, Toyota berhasil mencatatkan kenaikan ekspor tertinggi dari merek lainnya, yakni hingga 116,7 persen YoY.

Capaian perdagangan ekspor pada periode tersebut juga telah melampaui capaian 2019 atau pada saat sebelum pandemi Covid-19 hadir. Tercatat pada periode yang sama di 2019 ekspor mobil kategori CBU berada di angka 169.424 unit.

Menteri Koordinator bidang Perkonomian Airlangga Hartato menyampaikan bahwa kinerja tersebut akan terus tumbuh dan memberikan dampak positif pada devisa negara.



Koordinator Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) berbincang dengan President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily (kedua kiri) saat kunjungan ke booth Isuzu di Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2022, Kamis (11/8/2022) di ICE BSD Serpong Banten.



"Di mana rasio kendaraaan kami itu 99 per 1.000 orang, jadi sektor ini masih bisa terus tumbuh," katanya.

Saat ini, pemerintah masih terus melebarkan sayap untuk pasar ekspor khususnya Australia. Toyota menjadi jalan pembuka bagi pasar Australia yang telah berhasil mengeskpor Fortuner 4.000 CC sebanyak 26 unit di tahun ini.

Potensi Besar Australia

Australia dinilai sebagai pasar potensial. Yohannes Nagoi mengatakan bahwa Negeri Kanguru menyerap kendaraan sebanyak 1,2 juta unit per tahun.

Dengan jumlah sebesar itu, tidak ada satupun pabrik otomotif di sana. Pasar terbesar kendaraan roda empat di Australia adalah truk.

Dari sisi kapasitas, tambah Yohannes, produsen Indonesia sangat besar. Dia mencatat bisa menghasilkan produk sampai 2,5 juta unit. Saat ini, produksi hanya 1,3 juta unit.

“Separuhnya yang dipakai. Jadi, kalau mau naik 1 juta pun masih sanggup kita produksi, provided semua komponennya lengkap,” jelasnya.

TKDN 80 Persen

Di saat yang sama, Yohannes menyampaikan bahwa pelaku industri otomotif turut mendukung substitusi impor melalui penggunaan bahan baku yang didominasi produk lokal.



Hyundai Kona EV dan Hyundai Ioniq EV di Pabrik Mobil Listrik Hyundai di Sukamukti Bekasi, Jumat (6/11/2020). /KeMenko Marves



Anggota Gaikindo, tambah Yohannes, akan terus mendorong penggunaan komponen dalam negeri, paling penting untuk mengurangi impor dan mendorong menilai ekspor, baik CBU maupun komponen.

“Saat ini berbagai jenis kendaraan bermotor yang diproduksi di Indonesia telah memiliki kandungan lokal 30-80 persen,” ujarnya.

(Reporter: Annasa Rizki Kamalina)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.