Free

Elon Musk Puji Kesiapan Indonesia Bangun Ekosistem EV

Bos produsen kendaraan listrik terbesar di dunia, Tesla Inc. mengakui bahwa Indonesia telah siap membangun ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) seiring dengan sumber daya nikel yang melimpah.

Nindya Aldila

14 Nov 2022 - 18.08
A-
A+
Elon Musk Puji Kesiapan Indonesia Bangun Ekosistem EV

Ilustrasi baterai kendaraan listrik (Canva)

Bisnis, JAKARTA - Bos produsen kendaraan listrik terbesar di dunia, Tesla Inc. mengakui bahwa Indonesia telah siap membangun ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV)  seiring dengan sumber daya nikel yang melimpah.

Hal itu diungkapkan oleh CEO Tesla Elon Musk hadir melalui Zoom bersama CEO dan President Director PT Bakrie & Brothers Tbk Anindya Bakrie dalam B20 Summit, saat ini berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center atau BNDCC pada Senin (14/11/2022).

“Indonesia sudah bekerja dan memproduksi bahan-bahan penting seperti nikel, sebagai potensi sebagai bahan baku baterai,” jelasnya pada sesi bertema Navigating Future Disruption of Global Technological Innovation.

Rencana Indonesia masuk ekosistem kendaraan listrik memang bukan kabar baru. Presidensi G20 pun menjadi momentum Indonesia menunjukkan komitmennya sekaligus mengajak dunia dalam transisi energi menuju energi bersih.

Presiden Joko Widodo bahkan telah mengeluarkan instruksi yang mewajibkan pejabat pemerintah, baik pusat maupun daerah beralih menggunakan kendaraan listrik dalam operasional pemerintahan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan keyakinannya akan rencana Tesla Inc. membangun pabrik di Indonesia, seiring dengan program penghiliran mineral tambang yang telah dikampanyekan olehnya.

Baca juga: Pabrik Baterai LG-Hyundai Sudah 40%, Siap Beroperasi April 2024

Hal itu diungkapkan oleh Jokowi dalam wawancara dengan The Economist yang dikutip dari siaran YouTube pada Minggu (13/11/2022). Tekad Pemerintah Indonesia untuk membangun industri baterai kendaraan listrik terintegrasi, memang sudah bulat.

"Kami masih dalam proses berbicara dengan Elon Musk, dengan Tesla, tetapi saya meyakini, Tesla akan membangun pabrik baterai dan industri mobil di Indonesia," kata Jokowi dalam wawancara dengan Pemimpin Redaksi The Economist, dikutip dari siaran Youtube, Minggu (13/11/2022).

Jokowi pun kembali menggarisbawahi bahwa pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik sebagai upaya mengejar nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.

Selain memiliki daya tarik sumber daya alam, Jokowi meyakini pasar yang terbuka hingga ke Asean juga menjadi magnet bagi investasi asing, tak terkecuali Tesla.

"Oleh karena Indonesia memiliki pasar yang besar, dan pasar Asean yang besar. Saya kira itu sebuah opportunity," ujarnya.


Dalam pertemuan B20, Chairman Hon Hai Precision Industry Co., Ltd. (Foxconn) Young Liu melihat kolaborasi dengan perusahaan energi asal Indonesia, PT Indika Energy Tbk. (INDY) dapat mengakselerasi target net zero emission.

Seperti diketahui raksasa manufaktur yang berbasis di Taiwan ini lewat afiliasinya, Foxteq Singapore Pte. Ltd., membangun perusahaan patungan bersama Indika Energy untuk membangun fasilitas produksi komponen dan aksesori kendaraan listrik.

Baca juga: Mengulik Potensi Pasar Kendaraan Listrik di Instansi Pemeritah

Liu mengajak negara-negara lain untuk ikut serta dalam kolaborasi dan inovasi untuk pertumbuhan ekonomi di masa depan. Menurutnya, butuh lebih dari satu pemangku kepentingan dalam melakukan inovasi khususnya teknologi.

“Ini adalah kunci untuk ekonomi yang berkelanjutan, saya sangat percaya dan membangun ekosistem EV tidak hanya berdampak potensial pada PDB negara, tetapi juga diversifikasi ke rantai pasokan industri dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” paparnya.

(Arlina Laras, Reni Lestari, Annasa Rizki Kamalina)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.