Emiten Emas Grup Bakrie BRMS Habiskan Rp23,1 Triliun untuk Eksplorasi

PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menargetkan produksi emas mencapai 35.000 troy ounce, atau lebih tinggi dibandingkan estimasi produksi 2023 yakni 25.000 troy ounce.

Dionisio Damara

8 Apr 2024 - 15.21
A-
A+
Emiten Emas Grup Bakrie BRMS Habiskan Rp23,1 Triliun untuk Eksplorasi

Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources./bumiresources.com.

Bisnis, JAKARTA – PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) melalui anak usahanya menghabiskan dana sebesar US$1,45 miliar pada kuartal I/2024. Angka itu setara dengan Rp23,1 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (7/4/2024), kelima anak usaha emiten emas Grup Bakrie itu adalah PT Citra Palu Minerals, PT Dairi Prima Mineral, Gorontalo Minerals, PT Linge Mineral Resources, dan PT Suma Heksa Sinergi. 

Mereka menggelontorkan biaya eksplorasi US$1,45 miliar yang utamanya disumbangkan PT Suma Heksa Sinergi untuk eksplorasi di Cisadang Central. Bisnis telah mengonfirmasi terkait nilai tersebut, tetapi manajemen BRMS belum memberi tanggapan.

Baca juga: Kinerja Keuangan, Target Bisnis, dan Rekomendasi Saham ANTM

Selain di Cisadang Central, lokasi eksplorasi anak usaha BRMS tersebar di sejumlah wilayah, antara lain River Reef, Blok I Poboya (Sulawesi Tengah), Gorontalo, hingga Aceh.  

Terkait eksplorasi di Cisadang Central yang memakan biaya terbesar, manajemen BRMS menjelaskan pemetaan geologi di lokasi tersebut telah mencapai 85%. Adapun rekonstruksi inti pengeboran telah diselesaikan sebanyak 88 lubang bor dari total 205 lubang.

“Kemajuan aktivitas pengeboran geoteknik di Prospek Cisadang Central sejumlah 2 titik lubang bor sudah terealisasi dengan total kedalaman hingga saat ini mencapai 475 meter dari total 4 rencana titik lubang bor dengan target 800 meter,” tulis manajemen BRMS. 



Adapun, hambatan eksplorasi lanjutan dari Cisadang Central berkaitan dengan perizinan penggunaan kawasan hutan (PPKH) yang saat ini masih proses pengurusan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain itu, hambatan lainnya adalah keberadaan lokasi izin usaha tambang (IUP) PT Suma Heksa Energi yang berada di dekat area pemukiman masyarakat. 

Pada tahun ini, BRMS menargetkan produksi emas mencapai 35.000 troy ounce, atau lebih tinggi dibandingkan estimasi produksi 2023 yakni 25.000 troy ounce. Adapun average selling price (ASP) atau harga acuan rata-rata di atas US$2.000 per troy ounce.

Baca juga: Grup Bakrie BRMS Rogoh Rp23,1 Triliun untuk Eksplorasi Kuartal I/2024

Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan mengatakan meningkatnya target produksi emas BRMS akan mendorong pendapatan perseroan. Hal itu seiring peningkatan harga emas di atas US$2.000 per troy ounce dibandingkan 2023 sebesar US$1.943 per troy ounce.  

“Kami mengharapkan peningkatan produksi emas bersama dengan peningkatan harga emas saat ini US$2.037 dibandingkan rata-rata 2023 US$1.943 per troy ounce akan meningkatkan pendapatan BRMS,” kata Hasan dalam risetnya. 

Dia menjelaskan bahwa produksi juga akan ditopang oleh peningkatan laju produksi pabrik keduanya pada 2024 menjadi 3.000–4.000 ton per hari. Selain itu, BRMS juga menemukan sumber daya mineral tambahan dan cadangan di Blok 1 Poboya.

 

Anak Usaha BRMS

Biaya Eksplorasi (US$)

PT Citra Palu Minerals

1.388.730,63

PT Dairi Prima Mineral

28.358,19

Gorontalo Minerals

193.660,97

PT Linge Mineral Resources

235.095

PT Suma Heksa Sinergi

1.452.763.489

Total

1.454.609.334

 

 

--

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.