Emiten Sektor Teknologi Ganjal Laju IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada penutupan perdagangan Rabu (12/1) dan parkir pada posisi 6.647,07 atau turun hanya 0,01% (0,91 poin). Sepanjang perdagangan IHSG bergerak pada rentang 6.625,76 hingga 6.690,32.

Bisnis Indonesia Resources Center

12 Jan 2022 - 18.20
A-
A+
Emiten Sektor Teknologi Ganjal Laju IHSG

Karyawan berada di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada penutupan perdagangan Rabu (12/1) dan parkir pada posisi 6.647,07 atau turun hanya 0,01% (0,91 poin). Sepanjang perdagangan IHSG bergerak pada rentang 6.625,76 hingga 6.690,32. 

Tercatat 189 saham menguat, 346 saham melemah dan 147 saham lainnya ditutup stagnan. Sebanyak 22,35 miliar unit saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp13,25 triliun. 

Sebagian besar indeks sektoral melaju ke zona hijau, hanya terdapat tiga indeks sektoral mengalami penurunan dipimpin oleh sektor teknologi dengan koreksi 2,17%. Kemudian diikuti sektor keuangan melemah 1,02% dan sektor properti yang turun 0,98%.

Investor asing tercatat masih membukukan aksi beli bersih dengan net buy sebesar Rp482,87 miliar di seluruh pasar. 

Investor asing tercatat paling banyak membeli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy sebesar Rp251,40 miliar. Menyusul dibelakangnya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp89,27 miliar dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebesar Rp59,32 miliar.

Sebaliknya, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) dilepas asing dengan net sell Rp329,64 miliar. Selain itu, saham PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) dijual asing sebanyak Rp106,26 miliar dan saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) sebesar Rp49,79 miliar.

IHSG yang ditutup turun tipis tidak seirama dengan Bursa Wall Street yang cenderung menguat. Indeks Dow Jones berakhir dengan penguatan 0,51%, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing terdongkrak sebesar 0,92% dan 1,41%.

Kenaikan pasar saham AS tidak terlepas dari imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mengalami penurunan dan ditutup di level 1,74%. Jika yield obligasi pemerintah AS yang sudah turun dan pasar saham AS mulai bangkit, maka IHSG berpeluang rebound terlebih telah ditutup ke zona merah selama 3 hari berturut-turut.

Kabar dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo memastikan vaksinasi ketiga atau booster vaksin Covid-19 dimulai pada 12 Januari 2022 dan diberikan secara gratis. Namun kabar tersebut belum mampu memberikan cukup tenaga bagi IHSG untuk bergerak ke zona hijau pada perdagangan Rabu (12/1). 

Indeks Bisnis-27

Indeks Bisnis-27 menutup perdagangan Rabu (12/1) di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,41% atau 2,09 poin menuju level 518,26. 

Indeks bergerak selama perdagangan di level terendah 514,74 hingga tertinggi pada level 519,51. Terdapat 15 saham menguat, tujuh saham melemah, dan lima saham bergerak stagnan pada akhir perdagangan hari ini.

Jajaran top gainers diborong oleh emiten dari sektor barang baku yakni saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menjadi yang paling tinggi dengan penguatan 4,14% atau 35 poin menuju harga 880. 

Selanjutnya saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) menyusul dengan kenaikan harga saham 3,44% atau 250 poin ke level 7.525 dan juga saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang terapresiasi 1,81% menuju 8.425. 

Sementara itu, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) merosot paling dalam sebesar 6,97% atau 145 poin menjadi 1.935. Saham PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mengikuti di belakangnya dengan koreksi 3,85% atau 18 poin ke posisi 450 dan saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang juga turun 2,47% ke level 2.760. 

Adapun lima saham yang stagnan atau tidak mengalami perubahan di antaranya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Japfa Tbk. (JPFA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT). 

Energi

Pada penutupan perdagangan Rabu (12/1), indeks sektor energi ditutup di zona hijau, naik ke level 1.186,14 atau menguat 1,04%. 

Penguatan sektoral dipimpin oleh PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) meroket 24,58% ke level Rp735, lalu saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) melejit 8,86% ke level Rp344, dan saham PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) melesat 9,09% ke level Rp1.080.

Kenaikan sektor ini didorong dari harga komoditas minyak dunia yang terus melesat. Berdasarkan data perdagangan, harga minyak WTI naik 0,23% ke level US$81,41/barel, sementara harga minyak Brent tumbuh 0,08% ke level US$83,79/barel.

Meningkatnya harga minyak dunia seiring dengan pengumuman ketua  Federal Reserve AS Jerome Powell yang mengisyaratkan bank sentral dapat menaikkan suku bunga lebih lambat daripada yang diharapkan, ini merupakan sebuah langkah yang kemungkinan akan meningkatkan permintaan bahan bakar untuk jangka pendek.

Barang Konsumen Primer

Pada perdagangan Rabu (12/1), indeks sektor barang konsumen primer ditutup menguat 0,51% di level 669,85. 

Saham yang mendorong penguatan ialah PT Jaya Swarasa Agung Tbk. (TAYS) melejit 18,18% ke level Rp260, Kemudian diikuti saham PT Palma Serasih Tbk. (PSGO) melesat 8,73% ke level Rp274, dan saham PT Wahana Inti Makmur Tbk. (NASI) naik 5,91% ke level Rp394.

Kenaikan sektor ini didorong dari sentimen positif dari Bank Indonesia (BI) yang mencatat indeks keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga pada level optimistis dengan IKK berada pada level 118,3 pada Desember 2021.  

Peningkatan IKK tersebut sejalan dengan peningkatan indeks kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ekonomi ke depan, meski indeks kondisi ekonomi saat ini belum kembali ke zona optimis.

Menurut Institute for Development on Economics and Finance (Indef), tren keyakinan konsumen 2022 akan cenderung optimisis. Hal ini, tergantung dengan kondisi perkembangan pandemi terutama setelah munculnya varian Omicron sejak akhir tahun lalu.

Barang Konsumen Non-Premier

Pada penutupan perdagangan Rabu (12/1), indeks sektor barang konsumen non-primer ditutup menguat tipis 0,01% ke level 842,61. 

Penguatan sektor ini dipimpin oleh saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) melesat 9,62% ke level Rp855, lalu diikuti saham PT Indo Kordsa Tbk. (BRAM) melejit 9,55% ke level Rp10.900 dan saham PT Sepatu Bata Tbk. (BATA) naik 8,44% ke level Rp488.

Penguatan sektor ini didorong sentimen positif dari Bank dunia yang memperkirakan Indonesia akan melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi  sebesar 5,2% pada tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung oleh permintaan yang kuat dari dalam negeri serta kenaikan harga komoditas.

Sementara itu, Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 mencapai 3,7%. Perkiraan ini masih sama dengan proyeksi sebelumnya yang dirilis Desember 2021.

Namun di sisi lain, bank dunia masih menyoroti risiko penurunan terhadap prospek pertumbuhan di tengah kerentanan terhadap penyebaran Covid-19 varian Omicron meskipun banyak negara yang memperkirakan tingkat vaksinasi bisa mencapai 70% pada pertengahan 2022.

Kesehatan

Pada Rabu  (12/1) indeks sektor kesehatan ditutup menguat 0,15% ke level 1.448,42. 

Penguatan sektor ini dipimpin PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) naik 1,49% ke level Rp1.700, lalu diikuti saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE) tumbuh 1,22% ke level Rp496, dan PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) menguat 0,96% ke level Rp2.110.

Sentimen positif dari bergulirnya program vaksin Covid-19 booster menjadi katalis positif bagi emiten-emiten di sektor kesehatan. Sejumlah emiten pun telah menyusun strategi untuk menangkap peluang akselerasi kinerja tersebut.

Emiten farmasi dan distributor jarum suntik, yakni KLBF, KAEF dan IRRA merupakan beberapa emiten yang turut tersengat sentimen  vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster yang akan dimulai pada Rabu (12/1). 

Presiden Joko Widodo juga telah menegaskan bahwa vaksin booster akan diberikan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Bahan Baku

Indeks sektor barang baku pada penutupan perdagangan Rabu (12/1) ditutup di zona hijau dengan penguatan 1,05% ke level 1.201,09. 

Penguatan sektor ini didorong oleh saham PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk. (SBMA) melejit 17,88% ke level Rp422, diikuti saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk. (BEBS) melesat 9,24% ke level Rp5.025 dan saham PT Citra Tubindo Tbk. (CTBN) naik 7,02% ke level Rp2.440.

Sentimen positif dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  memproyeksikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) akan tumbuh 5% pada tahun ini, setelah tak bisa mengoptimalkan ekspansi di 2021 karena pandemi dan pembatasan ketat.

Menurut Kemenperin, adanya peningkatan investasi dan ekspor akan menjadi motor pertumbuhan industri pada tahun ini. Selain itu, posisi demand di dalam negeri sudah mulai membaik dengan sekolah tatap muka, kantor mulai masuk, dan mal, serta wisata mulai normal.

Adapun, sepanjang 2021 diprediksikan realisasi pertumbuhan akan sebesar 1,37%. Angka tersebut naik dari proyeksi pada awal 2021 sebesar 0,93%, terdorong dari perbaikan kinerja dan kondisi pasar pada kuartal terakhir 2021. 

Perindustrian

Pada penutupan perdagangan Rabu (12/1), sektor perindustrian ditutup menguat 0,42% ke posisi 1.034,86. 

Beberapa saham yang terpantau mengalami penguatan ialah saham PT Kobexindo Tractors Tbk. (KOBX) meroket 25,00% ke level Rp310. lalu PT Voksel Electric Tbk. (VOKS) melejit 19,34% ke level Rp216 dan  PT Tanah Laut Tbk. (INDX) melesat 13,50% ke level Rp185.

Pemulihan ekonomi nasional yang dibarengi dengan bergeliatnya aktivitas pembangunan diproyeksikan engerek permintaan kabel listrik pada 2022 hingga 20% dan utilitas diharapkan bisa terkerek hingga 70% sampai 75%.

Menurut Asosiasi Perusahaan Kabel Listrik Indonesia (Apkabel), utilitas kapasitas produksi kabel listrik pada tahun lalu membaik ke angka 60% berkat kenaikan permintaan pada kuartal terakhir.

Sebagai informasi, industri kabel listrik domestik memiliki kapasitas produksi kabel transmisi bawah tanah berkapasitas 50 Kilo Volt (KV) hingga 150 KV sepanjang 3.420 km per tahun. Adapun, permintaan kabel listrik layang dengan kapasitas 150 KV hingga 500 KV untuk transmisi dari pembangkit ke gardu mencapai sekitar 64.400 km per tahun.

Keuangan

Indeks sektor keuangan terhenti di zona merah dengan penyusutan 1,02% ke level 1.588,78 pada perdagangan Rabu (12/1). 

Beberapa saham yang memberati antara lain PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) anjlok 6,90% ke level Rp216, disusul PT Bank Victoria International Tbk. (BVIC) ambles 6,63% ke level Rp169 dan PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) menurun 6,29% ke level Rp149. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dihantui oleh penyebaran virus Omicron yang kian meluas. Data Kementerian Kesehatan mencatat penambahan kasus konfirmasi hingga Senin (10/1) bertambah 92 kasus sehingga total mencapai 506 kasus. 

Dari luar negeri, pelaku pasar masih menunggu keputusan The Fed yang akan menaikkan suku bunga. Meski demikian, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia pada kuartal IV-2021 akan mencapai lebih dari 5%, seiring dengan adanya vaksin booster gratis yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo. 

Properti dan Realestat

Pada penutupan perdagangan Rabu (12/1) indeks sektor properti dan realestat menurun 0,98% ke level 737,90. 

Pelamahan ini dipimpin oleh saham PT Pollux Properties Indonesia Tbk. (POLL) menorehkan penurunan 6,90% ke level Rp810, diikuti PT Greenwood Sejahtera Tbk. (GWSA) merosot 6,51% ke level Rp158 dan PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) drop 5,97% ke level Rp63.

Sektor properti dan realestat mendapat sentimen negatif dari melambungnya harga-harga bahan bangunan. Kenaikan harga sejumlah barang material seperti semen, besi beton dan paku merupakan efek domino dari pandemi Covid-19. 

Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag mencatat pada pekan ke-IV 2021 harga semen ukuran 50 kg naik 2%. Selain itu, harga besi beton naik 1%-2% dan harga paku ukuran 2cm menanjak 5,60%. Peningkatan harga bahan bangunan akan memberikan dampak pada lonjakan ongkos konstruksi developer dan berimbas pada kenaikan harga rumah. 

Teknologi

Indeks sektor teknologi mengalami penurunan paling dalam di IHSG pada Rabu (12/1). Tercatat sektor ini menurun 2,17% ke level 8.525,20. 

Kontributor terbesar yang memberati adalah saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk. (LUCK) ambles 6,97% ke level Rp374, menyusul di belakangnya PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) tergerus 6,70% ke level Rp418 dan PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX) jatuh 3,09% ke level Rp2.510. 

Saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk. (LUCK) menjadi top loser setelah  sahamnya dilego oleh Serial System International Pte Ltd pada Rabu (11/1). Saham LUCK dijual sebanyak 5.865.400 lembar dengan harga Rp438/saham. Dengan begitu, Serial System International Pte Ltd mendapatkan dana sebesar Rp2,57 miliar.

Dalam sebulan saham LUCK mengalami penurunan yang cukup siginifikan sebesar 6,5. Total saham yang dijual oleh investor mencapai Rp2,86 miliar. Jika dilihat pada perdagangan tanggal 13 Desember 2021-12 Januari 2022, LUCK telah mengalami penurunan 12 kali, menguat sembilan kali dan stagnan satu kali.

Infrastruktur

Pergerakan indeks sektor infrastruktur terparkir di zona hijau dengan peningkatan 0,14% ke level 926,88 pada penutupan perdangan Rabu (12/1). 

Beberapa saham yang menguat antara lain PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR) melejit 2,60% ke level Rp197, diikuti PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) menguat 1,63% ke level Rp625 dan PT Djasa Ubersakti Tbk. (PTDU) tumbuh 1,30% ke level Rp156.

Sepanjang tahun 2021, Kementerian PUPR menyebut realisasi penyerapan anggaran mencapai Rp143,29 triliun. Jumlah itu setara 94,21% total pagu anggaran Kementerian PUPR tahun 2021 yang mencapai Rp152,09 triliun. 

Kementerian PUPR akan melanjutkan program kerja melalui belanja infrastruktur seperti pembangunan dan pemeliharaan jalan, jembatan, irigasi, dan lainnya. Pemerintah mengajukan alokasi anggaran infrastruktur Rp384,8 triliun atau 14,2% dari total belanja pemerintah. Hal ini dapat menjadi katalis positif khususnya bagi emiten konstruksi. 

Selain itu, emiten di sektor ini juga mengalap berkah dari proyek pengembangan ibu kota baru di Kalimantan Timur yang dapat mendongkrak kinerja perusahaan. 

Transportasi dan Logistik

Kinerja indeks sektor transportasi dan logistik terparkir di zona hijau dengan adanya penguatan 0,56% ke level 1,654,14 pada Rabu (12/1). 

Saham-saham yang tumbuh antara lain PT Armada Berjaya Trans Tbk. (JAYA) meroket 6,93% ke level Rp216, lalu PT Guna Timur Raya Tbk. (TRUK) melejit 6,60% ke level Rp226 dan PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) naik 5,41% ke level Rp3.310. 

Peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron cukup membuat sejumlah pelaku bisnis transportasi khawatir. Meski begitu, upaya pemerintah yang menggratiskan vaksin booster disambut baik positif oleh masyarakat dan pelaku usaha transportasi. 

Pemerintah memastikan stok dosis vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi dosis ketiga aman dan cukup. Menteri Kesehatan menyebut vaksin booster akan dimulai Rabu (12/1) sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. 

Untuk sementara, pemerintah akan memberikan prioritas booster terhadap lansia dan kelompok rentan terlebih dahulu. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Aprilian Hermawan

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.