Emiten Semakin Gencar Lancarkan Aksi Stock Split

Melalui aksi stock split, emiten berharap minat investor untuk membeli sahamnya meningkat sehingga mendukung pertumbuhan nilai perseroan.

Dwi Nicken Tari, Mutiara Nabila & Ana Noviani
Nov 17, 2021 - 8:06 AM
A-
A+
Emiten Semakin Gencar Lancarkan Aksi Stock Split

Infografis, stock split.-Bisnis

Bisnis, JAKARTA - Aksi pemecahan nilai nominal saham alias stock split menjadi pilihan banyak emiten di akhir tahun. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, setidaknya ada delapan emiten yang telah melakukan aksi korporasi tersebut.

Salah satunya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang melaksanakan stock split dengan rasio 1:5 pada 13 Oktober 2021. Disusul oleh PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) yang melaksanakan aksi serupa pada 29 Oktober 2021. 

Teranyar, aksi korporasi tersebut juga dirancang oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA).

Dalam keterbukaan informasi Senin (15/11), Manajemen Dian Swastatika Sentosa mengungkap rencana stock split dengan rasio 1:10. Nilai nominal saham perseroan setelah stock split adalah Rp25 per saham, dari sebelumnya Rp250 per saham.

Selain itu, jumlah saham perseroan yang beredar akan bertambah menjadi 7,7 miliar saham, dari sebelumnya 770,55 juta saham. 

Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan berharap dapat meningkatkan minat investor untuk membeli sahamnya, meningkatkan jumlah pemegang saham perseroan, meningkatkan likuiditas saham perseroan, dan mendukung pertumbuhan nilai perseroan.

Saat ini, DSSA merupakan emiten dengan nilai harga pasar tertinggi di antara 752 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Hingga Selasa (16/11), saham emiten Grup Sinarmas itu mendarat di level Rp49.975 per saham setelah menguat 212,34% year-to-date (YtD).

Adapun DSSA berencana melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 22 Desember 2021 untuk melancarkan aksi korporasi tersebut.

Sementara itu, AKRA berencana untuk memecah nilai nominal saham dengan rasio 1:5 dari Rp100 per saham menjadi Rp20 per saham. Pada akhir perdagangan Selasa (16/11)/2021), saham AKRA menguat 38,36% YtD dan parkir di level harga Rp4.400 per saham pada akhir perdagangan Selasa (16/11).

Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo, pun mengatakan stock split membuat harga saham perseroan akan menjadi lebih terjangkau, khususnya bagi investor ritel. Selain itu, stock split akan meningkatkan likuiditas AKRA dan meningkatkan kepemilikan saham di antara komunitas investor. 

Untuk memuluskan rencana aksi korporasi tersebut, AKRA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Desember 2021. Di sisi lain, Head of Equity Research BNI Sekuritas, Kim Kwie Sjamsudin, mengatakan alasan emiten melakukan stock split biasanya untuk mempermudah investor ritel dalam mengakumulasikan saham emiten tersebut.

Emiten yang melakukan stock split juga dapat memanfaatkan momentum investor ritel yang ramai masuk ke pasar modal belakangan ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor di pasar modal telah bertambah signifikan yang didominasi oleh milenial di sepanjang tahun berjalan sebesar 6,8 juta investor.

Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan jumlah tersebut tumbuh 102,97% secara tahunan. Selain itu, 99% investor tersebut merupakan investor ritel.

Editor: Febrina Ratna Iskana
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini