Emiten Sertifikasi Carsurin (CRSN) Catat Kinerja Positif Q3/2023

Kinerja emiten jasa inspeksi, PT Carsurin Tbk. (CRSN) mencatatkan kinerja positif di tengah perkembangan industri tes, inspeksi, sertifikasi, hingga konsultasi.

Redaksi

19 Nov 2023 - 17.04
A-
A+
Emiten Sertifikasi Carsurin (CRSN) Catat Kinerja Positif Q3/2023

Direksi PT Carsurin Tbk. (CRSN) seusai paparan publik./Doc.Internal

Bisnis, JAKARTA – Emiten jasa inspeksi, PT Carsurin Tbk. (CRSN), meraih kinerja positif hingga kuartal III/2023.

Direktur Utama Carsurin Sheila Tiwan menyebutkan perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp312,95 miliar sepanjang Januari—September 2023 tumbuh 25,75% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp248,85 miliar.

Adapun, pendapatan pada periode tersebut diperoleh dari sejumlah lini usaha yang meliputi jasa inspection, testing, certification, consulting dan product sales.

Dia meyakini seiring dengan cerahnya prospek bisnis sektor testing, inspection, and certification (TIC), Perseroan dapat mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan pada tahun ini sebesar Rp430,05 miliar dan Rp507 miliar pada 2024.

“Industri TIC telah mengalami tren positif dan pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya permintaan untuk produk dan layanan berkualitas tinggi, serta meningkatnya kesadaran konsumen tentang keamanan dan kualitas produk,” ujarnya, dikutip Minggu (19/11/2023).

Sementara itu, tercatat berhasil membukukan laba bersih Rp18,69 miliar per akhir September 2023. Perolehan ini mencerminkan pertumbuhan 76,52% secara tahunan atau naik dari Rp10,59 miliar periode yang sama tahun lalu. Apabila dibandingkan dengan periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2023, realisasi laba bersih naik 68,2% dari Rp11,11 miliar.


President Director PT Carsurin Tbk (CRSN) Sheila memberikan paparan saat paparan publik PT Carsurin Tbk (CRSN) di Jakarta, Kamis (16/11/2023). Sepanjang Januari hingga September 2023, Perseroan memperoleh pendapatan sebesar Rp312,95 miliar atau meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp248,85 miliar. Kinerja positif tersebut diperoleh dari sejumlah lini usaha yang meliputi jasa inspection, testing, certification, consulting dan product sales. Bisnis/Abdurachman

Di sisi lain, CRSN berhasil mencatatkan pertumbuhan dari sisi aset. Per September 2023, aset lancar mencapai Rp134,02 miliar, naik dari akhir 2022 yang mencapai Rp85,33 miliar. Sementara itu, dari sisi aset tidak lancar juga mencatatkan pertumbuhan menjadi Rp119,70 miliar dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp84,76 miliar.

Adapun, liabilitas jangka pendek perseroan per September 2023, tercatat mengalami penurunan menjadi Rp17,62 miliar dari akhir tahun lalu yang mencapai Rp23,48 miliar.

Sedangkan liabilitas jangka panjang juga mengalami penurunan dari akhir tahun lalu sebesar Rp32,08 miliar menjadi Rp30,77 miliar per September 2023.

Baca Juga : Misi RS Siloam (SILO) Kembangkan Nakes Go Global 

Sheila mengatakan pencapaian yang diperoleh perusahaan hingga saat ini tak lepas dari pengalaman perusahaan yang telah mencapai 55 tahun. Sejak pertama kali didirikan pada tahun 1968, PT Carsurin Tbk mampu menjadi pemimpin pasar di industri TIC di Indonesia dan menjadi perusahaan pertama di industri TIC asal Indonesia yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, CRSN juga telah melakukan revitalisasi terhadap sejumlah laboratoriumnnya yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Laboratorium yang telah selesai direvitalisasi antara lain, yang berada di Samarinda, Kendari, Cikarang, Palembang, Jambi, Pontianak, dan Medan.

Tak ketinggalan, CRSN juga telah memiliki sejumlah upaya guna mendukung ambisi pemerintah mewujudkan transformasi ekonomi dalam kontek ekonomi hijau, ekonomi biru dan transisi energi, dengan menangkap peluang bisnis di dalamnya.

Baca Juga : Saham Meroket Kekayaan Prajogo Pangestu Kian Tebal

CRSN telah memiliki 8 lini usaha, bermula dari bisnis kelautan (marine), lini usaha perseroan kian meluas hingga yang terbaru adalah bisnis enviro. Lini bisnis perusahaan yang meliputi mineral & logam; energi; sertifikasi sistem dan produk; infrastruktur; transformasi digital; lingkungan & keberlanjutan; pangan dan pertanian; serta kelautan, lepas pantai dan asuransi.

Adapun, deretan peluang ekonomi hijau yang telah ditangkap Carsurin seperti enviromental testing serta jasa-jasa terkait dengan gas rumah kaca and carbon trading. Selain itu, terdapat peluang di rantai pasok dan ekosistem kendaraan listrik.

Selanjutnya, untuk sektor ekonomi biru, terdapat peluang dari bisnis marine infrastructure, maritime transport, dan dangerous goods. Sedangkan untuk transisi energi, perseroan telah menerapkan energy efficiency audit, UAV digital transformation, dan layanan terkait dengan renewables energy seperti biofuel, cangkang sawit (PKS) dan biomassa berkelanjutan (GGL).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.