Free

Enam Saham Anak Usaha BUMN Karya Tidak Direkomendasikan

Dalam setahun terakhir, kinerja saham keenam emiten tersebut bertahan di zona merah. Bahkan, ada yang disematkan notasi khusus oleh Bursa Efek Indonesia.

Dionisio Damara

18 Mei 2024 - 16.22
A-
A+
Enam Saham Anak Usaha BUMN Karya Tidak Direkomendasikan

Salah satu proyek IKN yang digarap PT Waskita Beton Precast Tbk., (WSBP). Perseroan menjadi salah satu anak usaha BUMN Karya yang sahamnya yang tidak direkomendasikan. /Dok WSBP

Bisnis, JAKARTA – Para analis tidak merekomendasikan investor untuk membeli saham-saham anak usaha BUMN Karya. Setidaknya ada enam perseroan yang sebaiknya tidak dilirik.

Mereka tidak mendapat rekomendasi karena buruknya kinerja keuangan. Hingga Jumat (17/5/2024), harga saham anak usaha BUMN Karya, yakni WEGE, WTON, ADCP, WSBP, PPRO, dan PPRE berada di bawah level Rp100. Saham WSBP dan PPRO bahkan disematkan notasi khusus oleh Bursa Efek Indonesia. 

Dalam setahun terakhir, kinerja saham keenam emiten ini juga bertahan di zona merah. Saham PPRO terkoreksi paling dalam, yakni 78% menuju level Rp11 per saham. Sementara saham WSBP merosot 77,78% dalam satu tahun terakhir ke posisi Rp14 per lembar. 

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyatakan bahwa saham anak usaha BUMN Karya tidak cukup menarik untuk dilirik karena fundamental keuangan perusahaan masih di jalur negatif. 

Baca juga: Total Dividen dari LQ45 untuk Investor Akan Capai Rp17,82

“Saham-saham [anak BUMN Karya] not rated semua karena pergerakannya tidak likuid. Kinerja negatif terjadi dan ini masih akan berlanjut hingga akhir tahun,” ujar Nafan, Jumat (17/5/2024). 

Nafan memaparkan bahwa kondisi tersebut bertalian erat dengan arus kas negatif yang dihadapi anak usaha BUMN Karya. Kenaikan anggaran infrastruktur pada tahun ini juga dinilai tidak memberikan dorongan signifikan bagi keuangan perusahaan. 

Head Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas juga memandang bahwa prospek saham anak usaha BUMN Karya belum memperlihatkan adanya peluang perbaikan ke depan. 

“Namun, paling tidak sampai akhir tahun, tidak menutup kemungkinan peluang untuk rebound karena kondisi harga sudah turun dalam dan membuat jenuh jual,” kata Sukarno. 

Di sisi lain, dia menyatakan anggaran infrastruktur yang naik menjadi Rp422,7 triliun pada 2024 berpeluang memberikan sedikit dampak positif bagi kinerja anak usaha BUMN Karya. 


 

Sukarno pun melihat masih ada saham anak BUMN Karya yang dapat dicermati, meskipun kinerja laba bersih tergerus dan valuasi sudah undervalued. Mereka adalah WEGE dan WTON. Kendati demikian, investor tetap diminta menunggu adanya sinyal positif. 

“Saran untuk investor boleh menunggu sinyal positif sudah muncul jelas untuk bisa kembali transisi uptrend, atau bisa berharap akumulasi beli pada saham tersebut,” ujarnya.

Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menuturkan bahwa sektor infrastruktur memiliki prospek kurang cerah pada tahun ini karena masih memiliki segudang pekerjaan rumah.

“Di sektor infrastruktur masih kusut. Mereka harus segera bereskan pekerjaan rumah besar yakni restrukturisasi secara fundamental,” ucapnya. 

Baca juga: Tidak Ada Rekomendasi untuk Saham Anak Usaha BUMN Karya

Berikut gerak saham anak usaha BUMN Karya selama satu tahun terakhir:

EMITEN

HARGA SAHAM

PERUBAHAN 

PPRO

11

-78%

WSBP

14

-77,78%

WTON

75

-54,82%

WEGE

70

-48,53%

PPRE

68

-41,88%

ADCP

50

-18,53%

 

---------

DisclaimerBerita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.