Energi Baru Penjualan Mobil Pasca-Lebaran

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksikan penjualan mobil pada April dan Mei akan mengalami penurunan. Sementara itu, sejumlah agen pemegang merek cenderung optimistis performa pasar akan lebih baik.

Fatkhul Maskur
May 13, 2022 - 7:30 PM
A-
A+
Energi Baru Penjualan Mobil Pasca-Lebaran

Hyundai Ioniq 5 sudah masuk lini perakitan pabrik Indonesia. - Foto Hyundai

Bisnis, JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksikan penjualan mobil pada April dan Mei akan mengalami penurunan. Sementara itu, sejumlah agen pemegang merek cenderung optimistis performa pasar akan lebih baik. 

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan penjualan pada  April akan mengalami penurunan dibandingkan penjualan pada Maret karena jumlah hari kerja yang terbatas.

“Indikasinya, hari kerja yang lebih pendek karena banyak libur. Sampai sekarang data [kinerja industri kendaraan bermotor] belum masuk,” ujar Kukuh kepada Bisnis.com pada Rabu (11/5/2022).

Gaikindo juga memprediksikan penjualan pada Mei mengalami penurunan, mengingat Lebaran terjadi di antara dua bulan yaitu April dan Mei, yang mana mengakibatkan hari kerja berkurang.

“Sekarang sudah hari ke-11, namun baru 2 hari ini hari kerjanya dan operasional,” jelas Kukuh. Pengurangan hari kerja dipastikan berdampak pada penjualan. Hal ini selalu terjadi setiap tahun, di mana akan terjadi peningkatan, lalu penurunan setelahnya stabil.

“Pasti kebanyakan konsumen menghabiskan uang pada saat Lebaran atau awal Ramadhan, agar pada saat Lebaran sudah memakai mobil baru. Sehabis Lebaran jeda dulu,” tuturnya

Marketing Direktur PT Toyota Astra Motors (TAM) Anton Jimmy Suwandy mengatakan penjualan Toyota mengalami penurunan penjualan secara bulanan pada April. Penjualan pada Maret 2022 sebanyak 30.935 unit, adapun pada April 2022 sebanyak 25.000 unit (-19%).

Penjualan Maret dinilai tinggi karena sentimen menjelang Ramadan dan Lebaran. Dibandingkan dengan penjualan pada bulan sebelumnya yang hanya 21.187 unit, penjualan Toyota pada Maret meningkat signifikan 46%.

Meski penjualan per bulan turun, penjualan empat bulan pertama pada 2022 dipastikan lebih tinggi dibandingkan penjualan tahun lalu. Penjualan Toyota selama empat bulan pertama 2022 mencapai 100.000 unit, atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu 80.000 unit.

Untuk mempertahankan performa positif secara tahunan, Toyota mengambil beberapa langkah antisipasi untuk meminimalkan penurunan penjualan pasca-Lebaran, seperti mendorong berbagai program dan layanan yang menguntungkan bagi konsumen baru.


MODEL BARU

Berbeda dengan Toyota, Honda dan Hyundai mengklaim performa pada April melaju positif terdorong oleh model baru. 

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan peningkatan penjualan dikarenakan adanya beberapa model terbaru yaitu All New BR-V dan All New HR-V.

Pria yang akrab dipanggil Billy ini juga mengatakan dengan terkendalinya pandemi Covid-19 dan diperbolehkannya mudik Lebaran setelah dua tahun dilarang, mendorong peningkatan penjualan Honda pada April.

"Karena pandemi sudah mulai terkendali dan diperbolehkannya arus mudik Lebaran, serta adanya beberapa peluncuran produk baru Kami seperti All New Honda BRV dan All New Honda HRV membuat penjualan Kami meningkat selama April," ujar Billy kepada Bisnis, Rabu (11/5/2022).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) pada kuartal I/2022 Honda menjual 25.759 mobil (ritel) atau naik 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu 23.134 unit.

Dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 penjualan Honda pada kuartal I/2019 sebanyak 40.197 unit atau minus 36 persen dari total penjualan Honda pada kuartal I/2022.

Peningkatan penjualan pada April juga menandakan Honda dapat mengatasi krisis chip semikonduktor sejak beberapa tahun terahkir. Krisis ini sempat mengakibatkan produksi Mobilio terhenti pada Desember 2021 sampai dengan Februari 2022.

Head Of Public Relations PT HMID Uria Simanjuntak mengatakan penjualan Hyundai pada April menunjukan peningkatan signifikan, terlihat dari Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk keseluruhan produk yang tumbuh 50% dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Maret 2022, Hyundai tercatat penjualan 1.627 unit.

Hyundai juga mengabarkan Ioniq 5 mencatatkan 1.700 unit SPK dalam kurun sebulan. 

Menurut Uria, kenaikan penjualan pada April 2022 bukan hanya didorong sentimen Ramadan dan Lebaran, melainkan penerimaan masyarakat Indonesia terhadap merek Hyundai yang terus bertumbuh.

"Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas sambutan baiknya terhadap Hyundai," ujar Uria kepada Bisnis.com Rabu (11/5/2022). Hyundai mendominasi pasar kendaraan baterai dengan pangsa 87,3%.

Hyundai juga telah meresmikan pabrik yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi di Asean. Selain memastikan kelancaran produksi SUV Creta, Hyundai juga menyatakan telah memulai produksi Ioniq 5 di pabrik Indonesia tersebut.

Tak hanya Hyundai, sederet merek juga telah menyiapkan model terbaru mereka sebagai sumber energi baru untuk mengakselerasi penjualan pasca-Lebaran. Dengan demikian, pasar terus melanjutkan pemulihan.


Gaikindo memproyeksikan penjualan mobil sepanjang tahun ini sebanyak 900.000 unit atau meningkat tipis dari capaian pada tahun sebelumnya sebanyak 887.200 unit. Adapun Toyota lebih optimistis dengan angka proyeksi penjualan sebanyak 950.000 unit.

Editor: Fatkhul Maskur
company-logo

Lanjutkan Membaca

Energi Baru Penjualan Mobil Pasca-Lebaran

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ