Etana Biotech Kembangan Obat Penyakit Ginjal

Etana telah menghasilkan produk epoetin alfa berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, yang telah banyak digunakan oleh pasien penyakin ginjal kronis yang mengalami anemia saat menjalani cuci darah.

Fatkhul Maskur

16 Mar 2024 - 18.04
A-
A+
Etana Biotech Kembangan Obat Penyakit Ginjal

Anemia pada pasien penyakit ginjal kronis harus ditangani dengan baik, salah satunya melalui pemberian terapi ertythropoiesis stimulator agent (ESA) sebagai terapi utama, di mana pada pasien gagal ginjal, terapi ESA sebaiknya dimulai pada saat Hb <10 g/dl. - Foto Etana Biotech

Bisnis, JAKARTA-Etana Biotechnologies sedang fokus pada pengembangan produk long acting (erythropoietin stimulating agents/ESA) untuk melengkapi kebutuhan obat-obatan bagi pasien penyakit ginjal.

Direktur Pengembangan Bisnis & Kemitraan Strategis PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) Randy Stevian mengatakan penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, termasuk di Indonesia.

"Kami sedang fokus pada pengembangan produk long acting untuk melengkapi kebutuhan obat-obatan bagi pasien penyakit ginjal," katanya di sela-sela  edukasi kesehatan untuk memperingati Hari Ginjal Sedunia, Kamis (14/3/2024).

Sebagai perusahaan biofarmasi asli Indonesia, Etana telah menghasilkan produk epoetin alfa berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, yang telah banyak digunakan oleh pasien PGK yang mengalami anemia saat menjalani cuci darah.

Ia mengatakan, produk epoetin alfa Etana digunakan oleh pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani cuci darah untuk meningkatkan kadar darah merah (Hb) dalam mencegah anemia.

"Anemia pada pasien gagal ginjal harus diobati karena kematian pada pasien hemodialisa di Indonesia hampir sebagian besar disebabkan penyakit kardiovaskuler," ujar Randy Stevian.

Menurut Randy, produk Etana tersebut sudah melakukan uji banding dengan produk originator dengan hasil bahwa kualitas, efikasi, dan keamanan produk Etana sebanding dengan produk originator.

Oleh karena itu, lanjutnya, produk Etana dapat membantu pasien anemia karena PGK dalam meningkatkan kualitas hidup untuk menjaga dan melindungi kesehatan dalam upaya meningkatkan kesehatan bangsa.

“Apabila pasien hemodialisa terkena penyakit kardiovaskuler maka ginjal dan jantung menjadi lemah. Dengan rutin melakukan terapi Erythropoietin (EPO)  8x sebulan pasien PGK dapat mengatasi agar komplikasi anemia ini tidak menjadi ancaman,” katanya.

Baca juga:

Sektor Farmasi Melambat, Phapros Siapkan Strategi Baru

Mengurangi Bengkak Defisit Industri Farmasi dengan Fitofarmaka

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada 2023, sebanyak 12 provinsi di Indonesia menempati posisi tertinggi dalam angka kasus Penyakit Ginjal Kronis (PGK).

Kasus tertinggi di Indonesia tercatat di Kalimantan Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, NTB, Aceh, Jawa Barat, Maluku, DKI Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.

Prevalensi penyakit ginjal kronis di seluruh dunia mengalami peningkatan setiap tahun. Banyak pasien yang dinyatakan ginjalnya berada pada tahap kekekalan, di mana harus melakukan cuci darah pada level 5 kronis.

Hanya ada tiga pilihan: transplantasi ginjal, hemodialisis/HD (dialisis), dan CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis). 

Di Indonesia, dari ketiga terapi tersebut, yang paling banyak dilakukan dan dipilih oleh pasien gagal ginjal kronik adalah hemodialisis. 

Apalagi tidak banyak pasien gagal ginjal kronik yang mau mengambil pilihan pertama, yaitu melakukan transplantasi ginjal. 

Berbagai alasan membuat pasien tersebut enggan memikirkannya, seperti biaya dan proses mencari donor yang bisa dibilang tidak mudah.()

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.