Free

Evaluasi Menaikkan Harga MinyaKita Mulai Dibahas

Penyesuaian harga eceran tertinggi MinyaKita diperlukan mengingat ketentuan sebesar Rp14.000 per liter belum pernah berubah sejak dua tahun terakhir.

Dwi Rachmawati

22 Apr 2024 - 20.49
A-
A+
Evaluasi Menaikkan Harga MinyaKita Mulai Dibahas

Produk minyak goreng curah kemasan besutan Kementerian Perdagangan, Minyakita. /Dok. Kemendag

Bisnis, JAKARTA – Pemerintah mulai segera melakukan evaluasi untuk membahas kenaikan harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita. Seperti yang dijanjikan sebelumnya, diskusi tersebut dilakukan usai Lebaran 2024.

Direktur Bahan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bambang Wisnubroto mengatakan bahwa realisasi domestic market obligation (DMO) dari kalangan produsen minyak sawit atau crude palm oil (CPO) diharapkan makin lancar usai HET MinyaKita naik.

Pemerintah menilai penyesuaian HET MinyaKita diperlukan. Itu karena ketentuan HET sebesar Rp14.000 per liter belum pernah berubah sejak dua tahun terakhir.

Baca juga: Menabuh Genderang Harga Pangan Usai Lebaran

"Kami dalam waktu beberapa saat lagi setelah Lebaran tentunya akan melakukan evaluasi besaran HET MinyaKita. Saat ini kami sedang melakukan kajian internal," ujar Bambang dalam rapat pengendalian inflasi daerah secara virtual, Senin (22/4/2024).

Bambang menyebut, realisasi DMO minyak curah maupun MinyaKita sejak September 2023 masih terus mengalami tren penurunan. 

Adapun realisasi DMO bulanan hingga 19 April 2024 tercatat sebanyak 82.531 ton atau hanya 27,5% dari target bulanan 300.000 ton. Menurutnya, rendahnya DMO dipicu oleh pasar ekspor yang masih lesu.

Kendati begitu, Bambang optimistis bahwa tren ekspor akan mulai meningkat pada akhir April 2024 berdasarkan prediksi dari para produsen. Angka eskpor juga menunjukkan potensi tersebut.

 

 

Kemendag mencatat realisasi ekspor minyak sawit pada Februari 2024 sebanyak 1,31 juta ton, kemudian turun menjadi 885.000 ton pada Maret 2024. Namun, angka ekspor diprediksi akan meningkat lagi pada April ini seiring telah diterbitkannya persetujuan eskpor (PE) sebanyak 1,55 juta ton.

"Laporan yang kami dapatkan dari produsen bahwa pasar ekspor [minyak sawit] akan mulai membaik di Mei-Juni [2024]," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Isy Karim membeberkan bahwa kenaikan HET MinyaKita bakal diputuskan pemerintah sebelum Oktober 2024 atau sebelum berakhirnya masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

Baca juga: Harga MinyaKita Bakal Naik Usai Lebaran, Kemendag Mulai Evaluasi

Menurutnya, pihaknya bersama para stakeholder terkait MinyaKita dan DMO tengah mengebut kajian untuk penyusunan HET terbaru. Dia pun memastikan bahwa HET MinyaKita akan naik alias tidak mungkin diturunkan, meskipun angka kenaikan belum bisa dipastikan.

"Kita tunggu saja, tetapi enggak mungkin ya kalau turun [HET]. Sebelum Oktober evaluasi sudah selesai," ujar Isy di Kemendag, Jumat (19/4/2024).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.