Export Center Surabaya Kejar Target Fasilitasi UMKM

ECS akan menggencarkan pelatihan dan layanan fasilitasi ekspor lainnya agar semakin banyak UKM yang mampu menembus pasar mancanegara.

Fatkhul Maskur

3 Mar 2024 - 14.50
A-
A+
Export Center Surabaya Kejar Target Fasilitasi UMKM

Konjac atau konyaku merupakan salah satu bahan makanan pengganti karbohidrat yang kaya akan serat dan rendah kalori. - Foto Indo Panen Sejahtera.

Bisnis, JAKARTA—Export Center Surabaya kembali mengantarkan tiga pelaku usaha kecil menengah (UKM) melakukan ekspor perdana dengan total nilai pengapalan US$226.600, Selasa, (26/2/2024).

Ketiga UKM tersebut adalah PT Maida Fortuna Laut, PT Indo Panen Sejahtera, dan PT Surya Citra Inti Makmur.

PT Maida Fortuna Laut mengekspor produk ikan tuna beku senilai US$71.600 ke Vietnam. Perusahaan yang berdiri di Surabaya sejak 2 tahun lalu ini telah melakukan produksi di Kendari, Sulawesi Tenggara; dan di Rembang, Jawa Tengah.

PT Indo Panen Sejahtera melakukan penetrasi pasar produk porang ke China senilai US$126.600. PT Indo Panen Sejahtera merupakan produsen yang fokus memproduksi komoditas pertanian, dengan produk utamanya adalah konjak atau porang.

PT Surya Citra Inti Makmur mengirimkan produk briket kayu ke Taiwan senilai US$28.400.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menyampaikan, pelepasan ekspor tersebut menunjukkan program pembinaan pelaku usaha oleh Export Center Surabaya telah membuahkan hasil.

"Berbagai upaya, termasuk pelayanan ekspor oleh Export Center Surabaya merupakan  bentuk komitmen dan keseriusan pemerintah untuk mendorong pelaku usaha, khususnya UKM dalam menembus pasar global," ujar Didi.

Export Center Surabaya didirikan Februari 2021 oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, serta Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Export Center Subaraya bertujuan meningkatkan ekspor ke negara-negara tujuan dengan melakukan pendampingan UMKM guna memenuhi standar yang diinginkan negara tujuan ekspor, serta memberikan konsultasi bagi mereka.

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Arief Wibisono mengungkapkan pemerintah telah membentuk satuan tugas peningkatan ekspor, yang mana Export Center Surabaya dilibatkan sebagai salah satu pionir dalam peningkatan ekspor nasional.

“Peningkatan ekspor nasional dapat dilakukan dengan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, baik pusat dan daerah, dengan para pelaku usaha dan asosiasi. Salah  satunya tecermin dari pendampingan Export Center Surabaya,” kata Arief.

Baca Juga: 

Pacu Ekspor, Produk UMKM Gratis Ongkos Kirim ke Australia

Menangkap Peluang Pasar Kopi di Filipina

https://bisnisindonesia.id/article/menangkap-peluang-pasar-kopi-di-filipina

Lezat Cuan Bumbu Masak Indonesia di Pasar Dunia

TARGET ECS

Pada tahun ini, Export Center Surabaya (ECS) mengadenkan sosialisasi program pelatihan ekspor di 12 kabupaten /kota di Jawa Timur dengan target transaksi ekspor binaan US$100 juta, meningkat dari capaian pada tahun lalu US$71 juta.

Realisasi ekspor UKM melalui ECS sepanjang tahun lalu didominasi produk makanan dan minuman sekitar 60%, sisanya sebanyak 40% dikontribusi produk kerajinan/craft, hingga fesyen.

Wahyu Kusumo Hadi, Koordinator Tenaga Teknis Export Center Surabaya (ECS), mengatakan capaian nominal ekspor 2023 tersebut masih belum mencapai target sebesar US$80 juta.

“Kami diberikan target dalam 1 tahun bisa memberikan konsultasi kepada UMKM sebanyak 1.000 konsultasi sampai mereka bisa lolos ekspor,” kata, Rabu (20/12/2023).

ECS juga mendapatkan target 500 pelaku usaha masuk sistem INA Export. Hingga saat ini capainnya 554 pelaku usaha masuk ke aplikasi tersebut.

“INA Export merupakan aplikasi ekspor Kemendag yang memudahkan pelaku usaha memasarkan produknya melalui fitur katalog yang terhubung dengan beberapa buyer yang sudah tervalidasi,” jelasnya.

Menurutnya, ekspor bagi UMKM masih memiliki sejumlah hambatan salah satunya soal kesiapan produk pelaku usaha di setiap negara tujuan mengingat setiap negara punya kebijakan atau syarat yang berbeda-beda.

Misalnya, untuk masuk ke Eropa, produk makanan dan minuman ini harus punya dokumen HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), adapun beberapa komoditi yang masuk China harus punya GACC (General Administration of Customs of the People’s Republic of China).

Nah, di sinilah Export Center Surabaya bertugas untuk memberikan pendampingan dan pelatihan agar UMKM bisa menembus pasar ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.