ExxonMobil & Pertamina Teken MoU Terkait Teknologi Rendah Karbon

Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) ditandatangani di Glasgow, Skotlandia, saat para pemimpin dunia berkumpul untuk membahas kebijakan iklim selama COP 26.

Zufrizal

2 Nov 2021 - 17.04
A-
A+
ExxonMobil & Pertamina Teken MoU Terkait Teknologi Rendah Karbon

Kilang Plaju PT Pertamina (Persero) Refinery Unit III Palembang.-istimewa

Bisnis, JAKARTA ExxonMobil dan PT Pertamina, Selasa (2/11/2021) menandatangani nota kesepahaman untuk mengevaluasi potensi penyebaran skala besar teknologi rendah karbon di Indonesia. 

Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) ditandatangani di Glasgow, Skotlandia, saat para pemimpin dunia berkumpul untuk membahas kebijakan iklim selama COP 26.

Kedua perusahaan telah bersepakat untuk menilai potensi teknologi seperti penangkapan karbon, pemanfaatan dan penyimpanan, dan hidrogen rendah karbon. 

Dengan bersama-sama memeriksa data bawah permukaan, perusahaan berharap untuk mengidentifikasi formasi geologi jauh di bawah tanah yang cocok untuk menyimpan karbon dioksida (CO2) dengan aman dan potensi pemanfaatan CO2 yang aman dan layak secara komersial.

MoU tersebut memperkuat kemitraan strategis selama puluhan tahun antara ExxonMobil dan Pertamina, dan bertujuan untuk memajukan ambisi nol negara Indonesia.

“Kami sedang mengevaluasi proyek penangkapan dan penyimpanan karbon skala besar yang memiliki potensi untuk membuat dampak terbesar di sektor dengan emisi tertinggi di seluruh dunia, dan ada peluang di Indonesia dan di seluruh Asia Tenggara,” kata Joe Blommaert, Presiden ExxonMobil ExxonMobil Low Carbon Solutions melalui siaran pers.

“Dengan kebijakan yang dirancang dengan baik dan kolaborasi industri, kami dapat bergerak maju dengan teknologi yang andal, aman, dan siap digunakan dalam skala besar yang dapat membantu pemerintah mencapai pengurangan emisi.”

ExxonMobil mendirikan bisnis solusi rendah karbon untuk mengomersialkan teknologi rendah emisi. Awalnya, Solusi Rendah Karbon memfokuskan upaya penangkapan dan penyimpanan karbon pada emisi sumber titik, proses menangkap CO2 dari aktivitas industri yang seharusnya dilepaskan ke atmosfer, dan menyuntikkannya ke dalam formasi geologi bawah tanah untuk penyimpanan yang aman, terjamin, dan permanen. 

ExxonMobil Low Carbon Solutions juga mengejar investasi strategis dalam biofuel dan hidrogen untuk membawa teknologi energi rendah emisi tersebut ke skala untuk sektor ekonomi global yang sulit didekarbonisasi.

ExxonMobil Low Carbon Solutions sedang mengevaluasi beberapa proyek penangkapan dan penyimpanan karbon lainnya di seluruh dunia, termasuk di Rotterdam, Belanda; Normandia, Prancis; LaBarge, Wyoming; dan Houston, Texas. 

Perusahaan memiliki pangsa ekuitas sekitar seperlima dari kapasitas penangkapan CO2 global dan telah menangkap sekitar 40 persen dari semua CO2 antropogenik yang ditangkap di dunia.

Badan Energi Internasional memproyeksikan bahwa penangkapan dan penyimpanan karbon dapat mengurangi hingga 15% dari emisi global pada tahun 2040, dan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB memperkirakan upaya dekarbonisasi global bisa dua kali lebih mahal tanpa penyebaran skala luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Zufrizal

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.