Fakta Arab Saudi Cabut Pembatasan Haji di 2023

Pemerintah Arab Saudi mencabut pembatasan jumlah jemaah haji dan batasan usia tahun 2023. Di saat yang sama, Kementerian Agama RI tengah berupaya agar kuota untuk Indonesia bisa ditambah.

Jaffry Prabu Prakoso

11 Jan 2023 - 18.17
A-
A+
Fakta Arab Saudi Cabut Pembatasan Haji di 2023

Polisi wanita diterjunkan mengawal prosesi ibadah haji di Makkah, Arab Saudi. /arabnews

Bisnis, JAKARTA – Arab Saudi resmi melonggarkan sejumlah pembatasan terkait pelaksanaan Ibadah Haji pada tahun 2023.

Dilansir dari Aljazeera pada Rabu (11/1/2023), pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk mencabut dua batasan pelaksanaan ibadah Haji. Salah satu pelonggaran ini adalah tidak lagi membatasi jumlah dan usia jemaah Haji tahun ini.

"Yang pertama adalah kembalinya jumlah jamaah haji seperti sebelum pandemi tanpa batasan usia," kata Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq bin Fawzan al-Rabiah.

Ibadah Haji adalah salah satu dari Rukun Islam dan hukumnya wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi orang yang mampu.


Calon Jamaah Umroh menunggu kepastian untuk berangkat ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2/2020). Ribuan calon Jamaah Umroh yang melalui bandara Soetta gagal berangkat karena adanya penghentian sementara masuknya warga negara asing ke wilayah kerajaan Arab Saudi hingga batas waktu yang belum ditentukan untuk mencegah penyebaran virus corona ke negara itu. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti


Sebelum pandemi, ibadah haji menarik jutaan orang setiap tahun ke kota suci Makkah di Arab Saudi, rumah bagi Ka'bah, kiblat seluruh umat muslim di dunia.

Pada tahun 2019, lebih dari 2,4 juta datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah Haji. Namun saat pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020 , Arab Saudi membatasi jumlah jemaah Haji menjadi hanya 1.000 warga Arab Saudi yang diizinkan untuk ambil bagian.

Langkah tersebut merupakan pembatasan yang paling ketat dan belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan selama epidemi flu 1918 yang menewaskan puluhan juta orang di seluruh dunia.

Baca juga: Pro Kontra Kewajiban Jemaah Umrah dan Haji Jadi Peserta BPJS

Pada 2021, sekitar 60.000 penduduk Arab Saudi menunaikan ibadah Haji. Tahun lalu, hampir 900.000 jemaah Haji datang ke Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah Haji. Saat itu, pemerintah Arab Saudi membatasi hanya jemaah yang berusia di bawah 65 tahun dengan vaksinasi Covid-19 lengkap dan dan tes negatif yang dapat masuk ke negaranya.

Wabah penyakit selalu menjadi perhatian seputar haji. Para jemaah berjuang melawan wabah malaria pada tahun 632, kolera pada tahun 1821 yang menewaskan sekitar 20.000 orang, dan wabah kolera lainnya pada tahun 1865 yang menewaskan 15.000 orang sebelum menyebar ke seluruh dunia.

Sebelum wabah Covid-19, Arab Saudi menghadapi bahaya dari virus corona yang berbeda, salah satunya yang menyebabkan sindrom pernapasan Timur Tengah atau MERS. Kerajaan Saudi meningkatkan antisipasi kesehatan selama musim haji tahun 2012 dan 2013 akibat wabah ini.

Baca juga: Naik Dua Kali Lipat, Kuota Haji RI 2023 Capai 221.000 Jemaah

Selain pelonggaran jumlah jemaah, Arab Saudi juga mengizinkan jemaah Haji dari seluruh dunia untuk berurusan dengan perusahaan berlisensi yang memenuhi persyaratan jemaah dari negara-negara asalnya.

Pemerintah Lobi Tambah Kuota

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerima dokumen nota kesepahaman (MoU) penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2023 M. Dokumen ini diserahkan oleh Menteri Umrah dan Haji Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah bersamaan dengan digelarnya Pameran Haji di Jeddah, Senin (9/1/2023).

“Kemarin MoU sudah saya tanda tangani bersama dengan Menteri Tawfiq. Hari ini, beliau serahkan dokumen MoU tersebut bersamaan dengan pembukaan Pameran Haji di Jeddah. MoU ini antara lain mengatur tentang kuota jemaah haji Indonesia tahun ini yang kembali normal mencapai 221.000,” katanya dikutip melalui situs Kemenag.

Menag Yaqut terima dokumen MoU kuota haji dari Menteri Haji Saudi Tawfiq, dengan latar belakang foto Kabah di sela Pameran Haji di Super Dome, Jeddah. /Kemenag

Menurut Menag, penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M menjadi momentum setelah dua tahun lebih dilanda pandemi. Sebab, penyelenggaraan haji tahun ini adalah kali pertama kuota negara-negara pengirim jemaah haji kembali normal. 

“Indonesia masih mengupayakan agar bisa mendapat tambahan kuota. Misalnya, dengan memanfaatkan kuota negara lain yang tidak terserap maksimal. Ini kami perjuangkan agar kuota yang tersedia terserap efektif dan antrean jemaah haji Indonesia juga tidak terus bertambah,” lanjutnya. (Aprianto Cahyo Nugroho)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.