Fakta di Balik Alasan Bos Apple Tim Cook Datang ke Indonesia

Alasan Chief Executive Officer (CEO) Apple Timothy Donald Cook atau yang akrab disapa Tim Cook datang ke Indonesia disebut-sebut terkait dengan rencana investasi di Tanah Air.

Tim Redaksi

17 Apr 2024 - 11.19
A-
A+
Fakta di Balik Alasan Bos Apple Tim Cook Datang ke Indonesia

Chief Executive Officer (CEO) Apple Timothy Donald Cook atau yang akrab disapa Tim Cook tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (17/4/2024). JIBI/Akbar Evandio

Bisnis, JAKARTA — CEO Apple Tim Cook akhirnya tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta untuk bertemu secara langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Rabu (17/4/2024). Alasan bos Apple itu datang ke Indonesia disebut-sebut terkait dengan rencana investasi di Tanah Air.

Menurut pantauan Bisnis, bos Apple itu tiba pada pukul 08.55 WIB dengan mengenakan jas bernuansa biru navy dengan kacamata. Saat memasuki lingkungan Istana, Tim Cook dengan gestur ramah menyapa wartawan sembari tersenyum dan memberikan salam dua jari atau simbol 'peace'.

Good morning, how are you guys? Good morning,” ucapnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (17/4/2024).

Adapun, Chief Executive Officer (CEO) Apple Timothy Donald Cook atau yang akrab disapa Tim Cook sebelum terbang ke Jakarta untuk bertemu Presiden Jokowi telah mengunjungi Vietnam dalam rangka meningkatkan kerja sama dan investasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi sebelumnya menyebut bahwa pembahasan antara bos Apple dengan Presiden Jokowi akan menitikberatkan terhadap investasi Apple di Indonesia.

“Soal investasi Apple di Indonesia. Detailnya nanti tunggu pertemuan besok. Namun, ini bagus untuk Indonesia karena negara kita menjadi bagaian penting dari ekosistem kemajuan teknologi,” kata Budi kepada wartawan melaui pesan singkat, Selasa (16/4/2024).

Sebagai gambaran, Apple telah membuka akademik pengembangan talenta digital Apple Developer Academy di Indonesia, tepatnya di Jakarta, Surabaya, dan Batam. Perusahaan raksasa AS itu juga mengumumkan akan membuka akademi keempatnya yang berlokasi di Bali.

Baca juga:

Alasan Apple Bepotensi Didenda Rp8,43 Triliun di Uni Eropa

Open House Menteri Bahlil, dari Urusan Politik, Investasi, Hingga Freeport

Grant Thornton Prediksi Ekonomi Indonesia Meningkat, 5 Provinsi Punya Potensi Investasi

CEO Apple Tim Cook mengatakan bahwa Apple akan memperluas investasi untuk meningkatkan kesempatan bagi pengembang, pelajar, dan pengusaha yang ingin merintis kariernya di industri aplikasi iOS di Indonesia.

“Kami sangat antusias dengan komunitas pengembang yang berkembang di Indonesia, dan kami berharap dapat berinvestasi dalam kesuksesan lebih banyak pengode dengan akademi keempat kami di negara ini,” ujar Tim Cook, dikutip dari laman resmi Apple, Rabu (17/4/2024).

Adapun di Vietnam, seperti dikutip Bisnis.com dari Bloomberg pada Rabu (17/4/2024), Tim Cook menyampaikan bahwa pihaknya ingin memaksimalkan investasi serta kerja sama yang berkualitas di Vietnam.

Apple Inc. berjanji akan membeli komponen dan aksesori dalam jumlah yang lebih banyak untuk produk Apple dari penyuplai di Vietnam, seperti dilaporkan media milik pemerintah Vietnam VTV. Hal ini akan memberikan dorongan yang besar bagi Vietnam sebagai negara di Asia Tenggara yang mengalami perkembangan menjadi pusat elektronik secara global.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh di Hanoi, Tim Cook menyampaikan Apple akan mengoptimalkan pengeluaran untuk penyuplainya di Vietnam. Pasalnya, Apple kini sedang berusaha mempelajari cara untuk memindahkan produksi gadget dari China sebagai upaya untuk meminimalkan risiko geopolitik.

Oleh karena itu, Tim Cook menjelajahi beberapa negara seperti India, Vietnam, serta Indonesia. Menurutnya, negara-negara ini tercatat mengalami peningkatan sebanyak empat kali lipat jumlah perusahaan yang bergerak di bidang perakitan produk Apple selama dekade terakhir.

Berdasarkan laporan VTV tersebut, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh menyampaikan rencananya akan membentuk kelompok khusus untuk perluasan produk Apple di negaranya. Bahkan, dia meminta bantuan Cook untuk mengembangkan tenaga kerja yang ahli di bidangnya dengan kualitas yang tinggi.

Pihak Apple sendiri memberikan pernyataan akan terus meningkatkan komitmennya dengan Vietnam dalam jumlah yang tidak ditentukan. Pihak Apple juga menyampaikan Apple telah menghabiskan dana sebanyak hampir 400 triliun dong atau sekitar US$15,8 miliar di Vietnam sejak 2019 yang melalui mitra rantai pasokannya.

Pada postingan VTV, mitra Apple di Vietnam tercatat mengoperasikan lebih dari 70 pabrik dengan lebih dari 250.000 tenaga kerja. China juga meminta Apple untuk memberikan dorongan kepada pemasoknya untuk merekrut lebih banyak perusahaan Vietnam supaya mereka bisa ikut serta lebih dalam pada rantai pasokan perusahaan tersebut.

Media lokal juga melaporkan bahwa Cook tiba di ibu kota Hanoi pada Senin pagi (15/4/2024), dan melakukan kunjungan ke programmer, pembuat konten, dan penyanyi Vietnam selama dua hari.

CEO Apple Tim Cook tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (17/4/2024). JIBI/Akbar Evandio


PANGSA PASAR

Berdasarkan data Statista, Apple iOS memiliki pangsa pasar sebesar 29,2% di dunia pada kuartal IV/2023. Sementara itu, Android masih mempertahankan posisinya sebagai sistem operasi seluler mayoritas di dunia dengan pangsa pasar mencapai 70,1%.

Di sisi lain, data teranyar dari StatCounter menunjukkan bahwa pangsa pasar pengguna iOS di dunia sebesar 28,46% pada Maret 2024. Saingannya, Android masih bertengger pada posisi pertama di dunia dengan pangsa pasar 70,79%.

Jika dilihat dari pengiriman smartphone global, data International Data Corporation (IDC) yang dipublikasi pada Senin (15/4/2024) menunjukkan bahwa pengiriman smartphone iPhone yang diproduksi Apple merosot 9,6% sepanjang Januari—Maret 2024.


Pengiriman smartphone Apple turun dari 55,4 juta unit pada kuartal I/2023 menjadi 50,1 juta unit pada kuartal I/2024, sementara market share Apple hanya 17,3% secara global pada periode tersebut.

Di sisi lain, pengiriman smartphone Samsung menggeser posisi Apple pada 3 bulan pertama tahun ini. Tercatat, pengiriman smartphone Samsung mampu mencapai 60,1 juta unit pada kuartal I/2024, meski terkoreksi tipis 0,7%. Samsung berhasil memiliki pangsa pasar di global sebesar 20,8%. (Akbar Evandio/Rika Anggraeni/Ahmadi Yahya/Feni Freycinetia Fitriani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.