Fakta di Balik Skywalk Kebayoran Lama Berbayar

Masyarakat yang melintasi jembatan Skywalk Kebayoran Lama dikenakan biaya. Skywalk tersebut menghubungkan penumpang ke 3 moda transportasi, yakni Transjakarta Koridor 8, Transjakarta Koridor 13, dan Stasiun KRL Kebayoran.

Yanita Petriella

7 Feb 2023 - 20.35
A-
A+
Fakta di Balik Skywalk Kebayoran Lama Berbayar

Warga berjalan melewati skywalk d kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (25/1/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis, JAKARTA — Masyarakat yang melintasi jembatan Skywalk Kebayoran Lama dikenakan biaya. Skywalk tersebut menghubungkan penumpang ke 3 moda transportasi, yakni Transjakarta Koridor 8, Transjakarta Koridor 13, dan Stasiun KRL Kebayoran. 

Seorang pengguna fasilitas tersebut yakni Putri mengatakan, sistem berbayar diberlakukan tanpa ada pemberitahuan, dan baru diketahui hari ini.

“Saya kan enggak naik Transjakarta, hanya mau lewat Skywalk Kebayoran Lama saja dari arah Koridor 8, tapi dipotong Rp3.500,” ujarnya dikutip, Selasa (7/2/2023). 

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugoroho menjelaskan fasilitas Skywalk Kebayoran Lama dikhusukan untuk pengguna yang ingin menggunakan Transjakarta dan KRL

“Skywalk Kebayoran Lama bukan sebagai jembatan penyeberangan umum, sehingga masyarakat yang ini melintasi harus menggunakan kartu,” katanya. 

Namun, pihaknya telah menghubungi Direktur Operasional Transjakarta agar penumpang kereta (KCI) yang melintasi penyeberangan Skywalk Kebayoran Lama, tidak berbayar. 

“Kemarin ada kabar bahwa penumpang yang mau naik KCI harus melakukan tap-in dari koridor 8, harusnya ini gratis. Saya sudah telepon Direktur Operasional Transjakarta perihal ini agar petugas di lokasi tersebut berkomunikasi dengan penumpang terkait tujuan mereka,” ucapnya. 

Baca Juga: Uji Coba Skywalk Kebayoran Lama


Kejadian tersebut dinilai karena pihak Transjakarta menganggap semua penumpang akan menggunakan transportasi Transjakarta, sehingga disediakan mesin tap-in bagi penumpang yang melewati Skywalk Kebayoran Lama.

“Jadi keputusannya sekarang, setiap tap-in, petugas Transjakarta perlu tanya dulu penumpang yang melewati Skywalk Kebayoran Lama mau ke mana,” tuturnya. 

Adapun perihal kabar mesin tap-in yang dibongkar, Hari hanya menanggapi jika mesin tersebut mau dibongkar atau tidak merupakan hak Transjakarta, yang terpenting pembangunan Skywalk Kebanyoran Lama untuk menghubungkan 3 moda transportasi.

Di sisi lain, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga berencana untuk melakukan perbaikan fasilitas skywalk Kebayoran Lama. Sebagaimana diketahui, fasilitas penyeberangan ini dikabarkan bergoyang usai diresmikan beberapa waktu lalu.

Perbaikan akan dilakukan terhadap struktur skywalk untuk mengurangi goyangan. Menurutnya, goyangan yang sempat terjadi itu dinilai tidak terlalu berbahaya sehingga masyarakat diminta tak terlalu khawatir.

Adapun, goyangan tersebut terjadi karena pada saat kejadian ada beberapa ratus orang yang menumpuk dalam satu titik. Kalau hanya 10-20 penumpang saja dan mengalir, tidak akan terasa goyangnya.

“Nantinya kami akan membuat pengaman di konstruksi bawahnya, dan saat kita melakukan perkuatan struktur pun tidak akan menutup skywalk tidak ada masalah, jadi hanya memperkuat di bawahnya aja,” jelas Hari. (Nabil Syarifudin Al Faruq)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.