Fakta Gerbang Tol Jatikarya Ruas Cimaci Kembali Ditutup Warga

Hari ini, Rabu (8/2/2023), akses pintu keluar dan masuk Gerbang Tol Jati Karya ruas tol Cimanggis – Cibitung (Cimaci) kembali ditutup warga. Penutupan akses gerbang tol ini bukan kali pertama dilakukan, namun telah dilakukan berkali-kali sepanjang tahun lalu.

Yanita Petriella

8 Feb 2023 - 14.29
A-
A+
Fakta Gerbang Tol Jatikarya Ruas Cimaci Kembali Ditutup Warga

Ruas tol Jorr S dan Jagorawi. /istimewa

Bisnis, JAKARTA   Hari ini, Rabu (8/2/2023), akses pintu keluar dan masuk Gerbang Tol Jati Karya ruas tol Cimanggis – Cibitung kembali ditutup warga. Penutupan akses gerbang tol ini bukan kali pertama dilakukan, namun telah dilakukan berkali-kali sepanjang tahun lalu. 

Aksi penutupan itu dilakukan sebagai bentuk protes warga atas uang ganti rugi lahan proyek Tol Cimanggis – Cibitung  (Cimaci) yang hingga detik ini tak kunjung dibayar.

Aksi yang dimulai sejak pukul 10.35 dilakukan dengan menutup akses keluar pintu Tol Jatikarya. Warga menghambat jalan dengan memalangkan kayu balok dan pohon pisang. Warga pun juga membakar 4 buah ban mobil bekas selain memblokade jalan dengan menggeser beton pembatas. 

Berdasarkan pantauan Bisnis pukul 13.00 WIB, akibat aksi protes itu, GT Jatikarya tertutup total. Akses masuk menuju gerbang tol Jati Karya dari arah jalan raya Transyogie Cibubur ditutup dan dialihkan menuju Gerbang Tol Cibubur Tol Jagorawi. Lalu untuk akses masuk GT Jati Karya dari arah tol Jagorawi juga ditutup dialihkan menuju GT Cibubur maupun GT Cimanggis. Penutupan ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dan kemacetan. 

Dalam aksi protes tersebut, sejumlah ahli waris juga membagikan selebaran yang bertuliskan Bersama ini ahli waris pemilik tanah obyek sengketa putusan Pengadilan Negeri Bekasi No.199/Pdt.G/2000/PN.Bks Tanggal 8 Januari 2002 Jo. No.208/Pdt/2002/PT.Bdg Tanggal 9 Juli 2002 Jo. No.2630 K/Pdt 2003 Tanggal 24 Januari 2006 Jo. putusan Mahkamah Agung RI No.218 PK/Pdt/2008 Tanggal 28 November 2008 Jo. PK II No.815 PK/Pdt/2018 Tanggal 19 Desember 2019 menyampaikan salam hormat kepada Bapak/lbu/Sdr sekalian semoga selalu diberikan Kesehatan dan mendapat perlindungan dari Tuhan YME, Aamiin.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, bersama ini kami beritahukan bahwa terhitung sejak hari Rabu Tanggal 8 Februari 2023 sampai batas waktu yang tidak ditentukan, tanah hak milik kami yang telah menjadi Jalan Toll Cimanggis Cibitung I Ruas Jatikarya akan kami kuasai bersama para pemiliknya dan ahli warisnya sampai uang ganti rugi tanah yang telah dibayar dan dititipkan secara sukarela oleh Kementerian PUPR di Pengadilan Negeri Bekasi diserahkan kepada kami,” bunyi selebaran tersebut

Seorang warga sekaligus ahli waris bernama Gunun mengatakan secara keputusan hukum, mereka sudah seharusnya menerima uang ganti rugi lahan. Gunun menduga bahwa ada oknum yang menghambat proses pencairan uang ganti rugi lahan mereka. 

“Secara keputusan hukum, bahwa ini adalah tanah kami. Sampai saat ini kami belum dibayar juga. Perlu ditegaskan kemungkinan besar oknumnya ada di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kenapa BPN tidak mau mengeluarkan surat pengantar untuk proses pencairan uang kami,” ujarnya. 

Aksi penutupan akses tol itu akan terus dilakukan, hingga uang konsiyansi ahli waris diberikan. Hal itu dikarenakan, keputusan Mahkamah Agung tentang pemberian uang ganti rugi lahan sudah sepatutnya diberikan kepada ahli waris. 

Secara fakta hukum, uang konsiyansi sudah seharusnya diberikan kepada para ahli waris GT Jatikarya. “Tapi kenapa pihak BPN tidak mau mengeluarkan surat pengantar untuk proses pencairan uang kami, yang sudah dikonsiyasikan dari tahun 2017 dari putusan PN, Pengadilan Tinggi sampai tingkat Mahkamah Agung. Bahkan ada PK 2 yang diajukan oleh pihak lain yang isi putusannya adalah memperkuat putusan bahwa ini lahan milik kami,” katanya.  

Gunun menduga ada oknum yang menghambat proses pencairan uang ganti rugi lahan. Diduga, penghambatan proses pencairan itu terjadi karena pihak BPN tidak kunjung menerbitkan surat pengantar pencairan ganti rugi. Padahal, Kementerian PUPR sudah membayar secara sukarela di Pengadilan Negeri Bekasi, sesuai dengan penetapan No.20/EKS.G/2021/PN.Bks Tanggal 2 Juni 2021 Jo. Berita Acara Teguran/Aanmaning Tanggal 15 Juni 2021 dan Tanggal 22 Juni 2021.

Baca Juga: Menilik Evolusi Transaksi Pembayaran Jalan Tol dari Masa ke Masa

General Manager Operasional PT Cimanggis Cibitung Tollways Ribut Hermawan menuturkan persoalan lahan yang belum dibayar kepada ahli waris ini antara BPN dengan ahli waris.

“Ini bukan dengan kami,” ucapnya kepada Bisnis.

Jalan Tol Cimanggis – Cibitung segmen Cimanggis Junction – On/Off Ramp Jatikarya pada pukul 10.35 WIB terjadi aksi penyampaian aspirasi oleh warga terkait sengketa lahan Jatikarya, yang mengakibatkan adanya penutupan akses jalan tol oleh warga. 

“Saat ini penutupan oleh warga dilakukan pada jalur B (arah Jatikarya menuju Jakarta) dan jalur A (arah Cimanggis menuju Jatikarya). Kepada pengguna jalan tol Cimanggis – Cibitung, agar dapat menggunakan rute alternatif lain,” tuturnya. 

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Kepolisian untuk memastikan keselamatan pengguna jalan tol dan berupaya agar dapat segera dioperasikan kembali secara normal.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menanggapi persoalan blokade akses Tol Jatikarya oleh masyarakat yang menuntut pembayaran lahan seksi 1 tol Cimanggis – Cibitung. 

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian membenarkan bahwa telah terjadi persoalan pembayaran lahan warga yang terdampak oleh pembangunan jalan tol tol Cimanggis – Cibitung ruas Cimanggis  Jatikarya. Pada umumnya persoalan lahan yang belum dibayarkan disebabkan karena status tanah yang mengalami sengketa.  

Jadi ada yang punya lahan diklaim orang lain, sehingga BPN tidak berani mengeluarkan [biaya ganti rugi] karena ini masuk dalam sengketa, ujarnya di Jakarta. 

Menurut Hedy, Ditjen Bina Marga telah menyelesaikan pembayaran tanah dengan menyerahkan uang ganti rugi ke pengadilan. Hedy menuturkan proses tersebut masih berjalan sampai dengan saat ini. Saat ini pihak pengadilan bersama dengan BPN tengah menyelesaikan pelunasan tanah tersebut berdasarkan hasil putusan pengadilan.

Jadi memang tugas kita sudah selesai dengan menyerahkan uang ke pengadilan, katanya.

Pembangunan Jalan Tol Cimanggis – Cibitung yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Cimanggis Cibitung Tollways dengan total panjang 26,47 Km terdiri dari 2 seksi yaitu, Seksi 1A Junction Cimanggis – Jatikarya sepanjang 3,17 Km telah beroperasi sejak 26 Oktober 2020 lalu. Kemudian untuk Seksi 2A ruas Jatikarya – SS Cikeas 3,50 Km dan Seksi 2B ruas Cikeas – Cibitung sepanjang 19,80 Km yang diperkirakan akan selesai dan beroperasional penuh pada akhir 2023.

Jalan Tol Cimanggis – Cibitung yang merupakan bagian dari struktur jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR 2) terkoneksi antar ruas tol di kawasan Metropolitan Jabodetabek sebagai pusat kegiatan nasional. Sebagai informasi, jaringan Tol JORR 2 terdiri dari Jalan Tol Cengkareng – Batu Ceper – Kunciran sepanjang 14,2 Km, Jalan Tol Kunciran – Serpong sepanjang 11,4 Km, Jalan Tol Serpong – Cinere sepanjang 10,1 Km. Kemudian dilanjutkan Jalan Tol Cinere – Jagorawi sepanjang 14,6 Km, Jalan Tol Cimanggis – Cibitung sepanjang 26,47 Km, dan Jalan Tol Cibitung – Cilincing dengan panjang 34 Km. (Yanita Petriella / Muhammad Ridwan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.