Free

Fakta Proyek Kereta Cepat yang Terus Membengkak Rp21 Triliun

Hitungan akhir BPKP terkait biaya bengkak Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menembus US$1,449 miliar atau Rp21 triliun.

Jaffry Prabu Prakoso

2 Nov 2022 - 16.49
A-
A+
Fakta Proyek Kereta Cepat yang Terus Membengkak Rp21 Triliun

Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). /Bisnis-Rachman

JAKARTA – Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo mengungkapkan bahwa hitungan akhir Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap cost overrun atau biaya bengkak Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yakni US$1,449 miliar atau setara Rp21,7 triliun. 

Pria yang disapa Tiko itu menjelaskan bahwa terdapat dua kali asersi mengenai cost overrun proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Semuanya adalah hasil review BPKP dan terkait dengan perpajakan dan relokasi fasilitas sosial dan umum. Terdapat beberapa biaya yang disebut belum masuk ke perhitungan nilai proyek. 


Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) mulai dikirim dari China ke Indonesia pada Jumat (5/8/2022) - Dok. KCIC


Sebelumnya, pada awal tahun ini, BPKP telah menyerahkan hasil temuannya mengenai cost overrun proyek senilai US$1,1 miliar.

"Sekarang kami berada di angka US$1,449 miliar [US$1,5 miliar] sehingga total project cost menjadi US$7,5 miliar," kata Tiko pada Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Selasa (1/11/2022). 

Tiko menjelaskan bahwa ada beberapa komponen biaya yang tidak masuk pada perhitungan awal nilai proyek sebesar US$6 miliar ini.

Dia mengungkapkan bahwa pembengkakan biaya proyek paling besar terjadi pada pekerjaan tanah dasar (subgrade) dan terowongan (tunnel) sepanjang 4,6 kilometer (km) yang mengalami tantangan konstruksi. 


Baca juga: Proyek Ambisius! Kereta Cepat Bakal Sampai Surabaya


Selain itu, terdapat perbedaan asumsi cost overrun dengan pihak China terkait dengan biaya investasi persinyalan GSM-R 900 megahertz (mhz).

Untuk itu, terdapat investasi sekitar Rp1,3 triliun untuk clearance menara-menara BTS di sepanjang jalur kereta yang dikerjasamakan dengan Telkomsel. 

Kemudian, sejumlah biaya proyek yang belum masuk ke perhitungan awal nilai proyek sekitar US$6 miliar meliputi penyediaan listrik oleh PLN, integrasi dengan Stasiun Halim LRT Jabodebek, relokasi dari Stasiun Walini ke Padalarang, pengadaan lahan, hingga eskalasi terkait dengan inflasi dan penaikan UMR. 


Baca juga: Baca juga: Proyek Gagal Sektor Kereta Api Bayangi Sewindu Rezim Jokowi


"China itu memang tidak memasukkan biaya-biaya dari pihak ketiga seperti dari sinyal GSM-R, capex konstruksi PLN, termasuk pajak atas sewa tanah. Jadi, ada biaya-biaya yang tidak masuk pada nilai awal proyek yang sekarang kami sepakati harus masuk biaya proyek," jelas Tiko. 

Oleh sebab itu, untuk memenuhi kewajiban setoran modal ekuitas PT Kereta Indonesia-China (KCIC), Kementerian BUMN mengajukan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp3,2 triliun dari cadangan investasi 2022 pemerintah.

PMN itu akan diberikan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebagai lead consortium BUMN Indonesia pada KCIC.


Foto udara proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis/Rachman


Kendati demikian, hasil rapat memutuskan bahwa Komisi VI masih akan meminta penjelasan lebih terkait dengan tambahan PMN 2022 kepada KAI senilai Rp3,2 triliun. 

"Atas rencana tambahan PMN tersebut akan dilaksanakan pendalaman lebih lanjut kepada PT KAI [Persero] dan PT KCIC," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima.  (Dany Saputra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.