Faktor Mitra Pack (PTMP) Masuk ke Saham Paling Likuid di Bursa

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan evaluasi mayor terhadap konstituen indeks LQ45 periode 1 Februari hingga 31 Juli 2024. Ada 4 saham yang baru masuk ke indeks paling likuid di BEI.

Rizqi Rajendra

27 Jan 2024 - 13.21
A-
A+
Faktor Mitra Pack (PTMP) Masuk ke Saham Paling Likuid di Bursa

Pengunjung sedang memantau pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia. Bisnis/Arief Hermawan. P.

Bisnis, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi soal saham PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) yang masuk ke dalam konstituen Indeks LQ45 atau indeks saham paling likuid di BEI.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, penetapan konstituen suatu indeks digunakan parameter kuantitatif dan kualitatif termasuk value, volume, frekuensi, hingga rasio fundamental.

Dia memastikan, saham-saham yang masuk dalam IDX30, LQ45, hingga IDX80 yang diumumkan oleh BEI sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

Baca juga: Emiten Pelayaran Milik Tommy Soeharto Masuk dalam Pantauan Bursa

Kendati demikian, dia mengatakan, BEI tidak bisa mengungkap secara rinci terkait parameter atau metodologi yang digunakan untuk menilai suatu emiten layak atau tidak untuk masuk ke dalam indeks tertentu, salah satunya LQ45.

"Metodologinya dari Bursa tidak akan bisa membuka secara penuh. Supaya tidak ada pihak-pihak yang bisa dengan upaya tertentu tahu rumusnya dan mengikuti agar bisa masuk indeks. Itu yang tidak bisa," ujarnya kepada wartawan di Gedung BEI, Jumat, (26/1/2024).

Selain faktor likuiditas seperti nilai transaksi, frekuensi, hingga free float, BEI juga mempertimbangkan faktor fundamental seperti rasio keuangan, hingga compliance (kepatuhan).

Diberitakan sebelumnya, BEI telah melakukan evaluasi mayor terhadap konstituen indeks LQ45 periode 1 Februari hingga 31 Juli 2024. Ada 4 saham yang baru masuk ke indeks paling likuid di BEI. 

 

 

Mengacu pengumuman BEI pada Kamis (25/1/2024), keempat saham pendatang baru LQ45 yaitu PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) dan PT Mitra Pack Tbk. (PTMP).

Secara kapitalisasi pasar atau market cap, PTMP jauh lebih kecil dibanding ketiga emiten pendatang baru lainnya. Market cap PTMP sebesar Rp900,05 miliar, sedangkan MBMA sebesar Rp72,90 triliun, PGEO Rp54,64 triliun, dan MTEL Rp56,40 triliun.

Saham, PTMP memiliki rasio free float sebesar 22,99% dan memiliki bobot sangat kecil terhadap indeks LQ45 yaitu 0,01%. Secara valuasi, saham PTMP memiliki PER 119,35 kali, dengan PBVR 5,36 kali.

Baca juga: Kenapa Mitra Pack (PTMP) Bisa Masuk LQ45? Ini Penjelasan BEI

Atas dasar hal itu, muncul berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar terkait masuknya PTMP ke dalam indeks LQ45. Namun, BEI dengan tegas menepis berbagai rumor yang bereda di pasar tersebut.

"Jadi BEI tidak ada melakukan penyesuaian untuk bisa mengakomodir satu atau dua saham tertentu untuk bisa masuk, itu tidak ada. Jadi pengumuman kemarin itu tetap menggunakan parameter yang selama ini sudah dipakai," pungkas Jeffrey.

Usai resmi masuk LQ45, pada Jumat, (26/1/2024) saham PTMP melesat 24,56% ke level Rp284 per saham. Disusul saham PGEO naik 5,18% ke Rp1.320, saham MBMA naik 8% ke Rp675, dan saham MTEL naik 3,85% ke Rp675 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.