Fokus Pangan ID Food Akan Lepas Bisnis Kondom

MRB telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk produk alat – alat kesehatan di Indonesia dan Asia Tenggara.

Dwi Rachmawati

11 Okt 2023 - 14.45
A-
A+
Fokus Pangan ID Food Akan Lepas Bisnis Kondom

MRB merupakan pabrik kondom pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara.- Foto MRB

Bisnis, JAKARTA - Holding BUMN Pangan, ID Food bakal melepas sahamnya di anak usaha yang memproduksi alat kesehatan dan kondom. Divestasi dilakukan untuk memfokuskan kembali bisnis berbasis pangan.

PT Mitra Rajawali Banjaran, pabrikan yang berbasis di Bandung ini merupakan anak usaha ID Food yang menggeluti produksi alat suntik sekali pakai, kondom, dan hyperbaric chamber oxygen therapy (HBOT).

"Ke depan nanti, anak-anak perusahaan yang tidak terkait pangan langsung ini akan kita divest dalam rangka refocussing bisnis kita sebagai holding BUMN pangan," ujar Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan di Kementerian BUMN, Selasa (10/10/2023).

Dia pun membeberkan alasan di balik banyaknya anak usaha di bawah ID Food yang menggeluti bisnis di luar pangan.

Dulu, ketika ID Food masih sebagai PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) merupakan perusahaan binaan Kementerian Keuangan.  Sejumlah anak usaha RNI bergerak di bidang yang beragam, mulai dari perkebunan seperti kelapa sawit, teh, alat kesehatan, seperti suntikan dan kondom, serta pabrik karung.

Frans mengaku telah berupaya menjual anak-anak usaha tersebut ke perusahaan BUMN lainnya. Adapun, PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB) sebelumnya telah ditawarkan ke PT Bio Farma (Persero). Namun, divestasi masih belum terlaksana dengan alasan harga.

"Tahun lalu kami sudah coba divestasi ke teman kita Bio Farma, tetapi ada ketidakcocokan harga, kami tunda," ungkap Frans.

Sembari menunggu laku, Frans mengatakan penyehatan anak usaha tersebut bakal dilakukan. Saat ini, PT Mitra Rajawali Banjaran juga ditugasi untuk melengkapi produksi alat kesehatan dan farmasi untuk anak usaha ID Food lainnya yang bergerak di usaha sejenis, yakni PT Rajawali Nusindo.

Selain itu, untuk anak usaha yang bergerak di bidang perkebunan akan didivestasi ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN). "Karena kami utamakan kalau divestasi itu ke sesama BUMN," ucap Frans.

TERBESAR DI ASIA TENGGARA

Pendirian MRB diawali dengan pembangunan industri kontrasepsi terpadu sebagai realisasi atas kesepakatan antara Departemen Kesehatan, BKKBN dan PT Kimia Farma. MRB mulai beroperasi pada 25 Februari 1987.

MRB telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk produk alat – alat kesehatan di Indonesia dan Asia Tenggara.

Rangkaian produknya beragam dengan merek yang dikenal pasar, seperti kondom dengan brand Artika Gerigi, dan Long love; dan produk alat suntik sekali pakai (ASSP) bermerek Skifa, Project, hingga Progress.

MRB merupakan pabrik kondom pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara. Kapasitas produksinya mencapai 900.000 gross kondom per tahun, dan 15 juta unit ASSP per tahun.

Selain kondom dan alat suntik, MRB juga punya sejumlah produk unggulan lain seperti disposable infusion set, I.V. catheter, butterfly needle, rubber gloves, latex gloves, dan hyperbaric oxygen therapy. (Denis Riantiza Meilanova)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.