Forum Kapnas III 2023 Jakarta Bukukan Kontrak Rp20,2 Triliun

Selama dua hari pelaksanaan, Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) III 2023 Jakarta berhasil membukukan kontrak senilai Rp20,2 triliun.

Ibeth Nurbaiti

27 Nov 2023 - 09.31
A-
A+
Forum Kapnas III 2023 Jakarta Bukukan Kontrak Rp20,2 Triliun

Pengunjung mengamati miniatur kapal migas yang dipamerkan pada Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) III 2023 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (23/11/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis, JAKARTA — Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) III 2023 Jakarta berhasil membukukan kontrak senilai Rp20,2 triliun yang didapatkan dari sejumlah perusahaan minyak dan gas bumi di dalam negeri.

Kontrak senilai Rp20,2 triliun tersebut ditandatangani dalam Forum Kapnas III 2023 Jakarta yang diselenggerakan pada 23—24 November di Balai Sidang Jakarta (JCC). “[Kontrak senilai Rp20,2 triliun] Ini menunjukkan kontribusi signifikan industri hulu migas sebagai pendorong roda perekonomian nasional,” kata Vice President Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang juga Ketua Panitia Forum Kapnas Erwin Suryadi melalui keterangannya dikutip Senin (27/11/2023).

Baca juga: Conrad Asia Umumkan Prospek Gas Jumbo di Pantai Barsela Aceh

Dia menerangkan bahwa selama dua hari pelaksanaan Forum Kapnas di Jakarta tersebut, delapan nota kesepahaman (MoU) resmi ditandatangani. MoU tersebut melibatkan SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), perusahaan dalam negeri, termasuk pabrikan serta lembaga perbankan dalam kerja sama dan bisnis di ekosistem hulu migas.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2021, Forum Kapnas dirancang untuk memperkuat kapabilitas industri hulu migas dalam negeri. Upaya itu melibatkan perusahaan operator, pabrikan, penyedia barang dan jasa (vendor), UMKM serta industri kreatif sebagai pendukungnya.

“Dalam tahun ketiga ini, pengembangan kapasitas diperluas dengan melibatkan lebih banyak pihak seperti akademisi, pemerintah daerah, lembaga pendidikan vokasi, dan lembaga sertifikasi,” ujar Erwin.

Baca juga: Mengebut Proyek Raksasa Hulu Migas di Timur Indonesia

Terkait dengan tenaga kerja, imbuhnya, penggunaan tenaga kerja asing pada industri migas terus menurun dalam 3 tahun terakhir. Hal itu menandakan peningkatan kapasitas para pekerja nasional di hulu migas dari tahun ke tahun.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko mengatakan Forum Kapnas III 2023 di Jakarta membuktikan bahwa anak bangsa tidak hanya bisa memproduksi kebutuhan hulu migas dalam negeri, tetapi juga siap bersaing di kancah internasional.


Menurutnya, semua pemangku kepentingan, terutama pembicara yang hadir mewakili pemerintah juga mendukung penuh pembinaan perusahaan dan sumber daya manusia dalam negeri, sebagaimana diimplementasikan di Forum Kapnas tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih atas komitmen yang telah ditunjukkan semua pihak dalam industri ini. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas serta daya saing industri hulu migas secara nasional, dan perlu diteruskan untuk dampak berganda yang lebih besar,” kata Rudi.

Ke depannya, lanjutnya, SKK Migas akan terus memperkuat peran pelaku usaha dalam negeri di industri hulu migas nasional. Upaya tersebut merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya luar.

Tak bisa dimungkiri, komitmen pelaku usaha untuk mengurangi ketergantungan tenaga kerja asing (TKA) memang sudah makin kuat. Seperti yang disampaikan oleh Senior VP Business Support Medco E&P Indonesia Amri Siahaan sesi focus group discussion (FGD) hari kedua Forum Kapnas, dari sekitar 2.000 staf dan pekerja Medco saat ini, jumlah pekerja asing tidak lebih dari tiga orang.

Baca juga: Mengejar Target Produksi Migas ke Teluk Bintuni

“Di sejumlah proyek Medco di luar negeri seperti Thailand, bahkan kami bisa mempekerjakan staf WNI [Warga Negara Indonesia] hampir 100 persen. Kalaupun ada pekerja luar, biasanya bersifat tentatif,” kata Amri.

Tidak jauh berbeda, Direktur Utama PT Citra Turbindo Tbk. (PTCT) Fajar Wahyudi yang hadir sebagai salah satu pembicara juga mengungkapkan bahwa pada tataran teknis, sudah sangat banyak pekerja dalam negeri yang mumpuni.


Para pekerja nasional ini, imbuhnya, bahkan bisa bersaing di luar negeri meskipun memang masih ada keterampilan manajerial dan soft skill pekerja dalam negeri harus terus ditingkatkan. “Ini proses yang tidak mudah, tetapi harus terus dilakukan,” kata Fajar.

Sebagai informasi, panitia penyelenggara Forum Kapnas juga memberikan penghargaan kepada KKKS dengan lima kategori, yakni pencapaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) terbaik untuk KKKS dengan skema gross split yang diraih Pertamina Hulu Rokan, pencapaian TKDN terbaik untuk KKKS dengan skema cost recovery yang raih Medco Energy, dan KKKS yang melakukan pembinaan UMKM terbaik diraih BP Indonesia.

Selain itu, ada juga penghargaan untuk KKKS yang melakukan pembinaan vendor Go Internasional yang diraih Petronas Carigali (PC) Ketapang II, Ltd. Terakhir, yakni penghargaan KKKS terbaik untuk kategori pembinaan vendor lokal dengan konsep IDPM yang diraih EMP Group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.