Freeport Melobi, Larangan Ekspor Konsentrat Tembaga Direlaksasi

Larangan ekspor yang semula dijadwalkan mulai 1 Juni 2024 dimundurkan menjadi 1 Januari 2025.

Akbar Evandio & Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

4 Jun 2024 - 12.08
A-
A+
Freeport Melobi, Larangan Ekspor Konsentrat Tembaga Direlaksasi

Konsentrat tembaga. - Foto BID

Bisnis, JAKARTA – Demi meningkatkan kinerja ekspor nasional, Kementerian Perdagangan merelaksasi ekspor komoditas pertambangan, termasuk konsentrat tembaga. Larangan ekspor yang semula dijadwalkan mulai 1 Juni 2024 dimundurkan menjadi 1 Januari 2025.

Berdasarkan Permendag Nomor 22Tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang untuk Diekspor; komoditas konsentrat besi laterit, konsentrat tembaga, konsentrat seng, konsentrat timbal, dan lumpur anoda dilarang untuk diekspor mulai 1 Juni 2024.

Namun, dengan kebijakan yang baru melalui Permendag Nomor 10 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Permendag Nomor 22 Tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang untuk Diekspor, larangan tersebut diberlakukan mundur hingga 31 Desember 2024 atau mulai berlaku pada 1 Januari 2025.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Budi Santoso mengatakan revisi kebijakan ekspor tersebut dilakukan untuk memberi kepastian hukum dan kepastian berusaha bagi para eksportir dalam mengajukan perizinan berusaha di bidang ekspor sehingga dapat meningkatkan kinerja ekspor nasional.

“Tidak banyak perubahan signifikan yang tertuang pada Permendag Nomor 11 Tahun 2024. Pelaku usaha eksportir dapat mengajukan permohonan perizinan di bidang ekspor seperti semula,” katanya dalam keterangan pers, Selasa (4/5/2024).

Budi meyakini, relaksasi ekspor produk pertambangan ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam hilirisasi produk pertambangan. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) baik pemerintah, maupun pihak badan usaha dapat bekerja sama dengan baik untuk memajukan industri dalam negeri.

“Saya berharap agar badan usaha dan seluruh pemangku kepentingandapat menjalankan kebijakan ini dengan sebaik-baiknya dan dapat berdampak pada peningkatan kinerja ekspor nasional yang juga sejalan dengan program hilirisasi produk pertambangan,”tutur Budi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa pemerintah akan memperpanjang izin ekspor konsentrat tembaga, setelah PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan lobi.

Ya terus dong, ya diperpanjang. Hanya kami ini memang masih berhitung mengenai dikenakan berapa” ujarnya seusai meninjau harga komoditas bersama dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan di Pasar Baru Karawang, Rabu (8/5/2024).

Baca juga:

Persoalan Pelik Relaksasi Ekspor Konsentrat Tembaga


LOBI FREEPORT

Jokowi mengatakan bahwa perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat tembaga tersebut dilakukan untuk menghargai upaya Freeport dan PT Amman Mineral Industri dalam memenuhi komitmen mereka untuk melakukan hilirisasi dengan membangun smelter di dalam negeri.

“Tetapi yang patut juga kami hargai Freeport maupun Amman itu telah membangun smelter dan sudah selesai hampir 100%. Kami selalu ikuti kok [perkembangannya], mingguannya kami ikuti pembangunan sampai berapa persen, berapa persen,” imbuhnya.

Presiden ke-7 RI itu kembali menekankan bahwa mengenai perpanjangan relaksasi izin ekspor konsentrat tembaga akan dikembalikan kepada kementerian yang bersangkutan, salah satunya Kementerian Perdagangan.

Menurut catatan Bisnis, Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas menyebut bahwa negara bisa kehilangan pendapatan hingga US$2 miliar atau sekitar Rp31,7 triliun (asumsi kurs Rp15.872 per US$) bila izin ekspor konsentrat tembaga Freeport tidak diperpanjang hingga Desember 2024.

Berdasarkan laporan Freeport-McMoRan Inc. (FCX) kuartal III/2023, izin ekspor konsentrat tembaga PTFI sebesar 1,7 juta metrik ton yang diperoleh pada 24 Juli 2023, hanya berlaku hingga Mei 2024. Freeport menjadi salah satu perusahaan yang mendapat relaksasi kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah yang diterapkan per 10 Juni 2023.

Belakangan Freeport melobi pemerintah untuk memperpanjang relaksasi ekspor konsentrat tembaga tersebut sampai Desember 2024. Hal ini lantaran smelter baru Freeport di Gresik, Jawa Timur diklaim membutuhkan waktu untuk dapat berproduksi dengan kapasitas penuh setelah commisioning pada Mei 2024.

Ya, kan kalau kita enggak bisa ekspor [karena tidak perpanjang izin], maka penerimaan negara juga akan berkurang kira-kira US$2 miliar dengan harga sekarang. Itu sekitar Rp30 triliun berkurangnya, dalam kurun waktu Juni sampai Desember,” ujar Tony di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (28/3/2024).

Konsentrat tembaga berasal dari batuan bijih tembaga yang mengandung tembaga, emas, dan perak yang telah diidentifikasi. Proses pengolahan bijih tembaga dilakukan untuk memisahkan bagian yang tidak mengandung logam, yang disebut tailing, dan kemudian dibuang.

Baca juga:

Permintaan Tambahan untuk Freeport, Bangun ‘Smelter’ di Timika


TIDAK TEPAT

Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menilai negatif kebijakan pemerintah yang belakangan kembali merelaksasi izin ekspor konsentrat untuk PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara sampai akhir tahun ini.

Fahmy berpendapat pemerintah mesti menaikkan tarif bea keluar serta menambah denda atas keterlambatan dua raksasa tambang tembaga dan emas itu untuk membangun smelter sampai tenggat bulan ini.

“Saya kira keduanya bisa diterapkan supaya perolehan negara setara dengan biaya yang ditanggung karena kehilangan kesempatan untuk memeroleh nilai tambah,” kata Fahmy saat dihubungi Bisnis, Jumat (31/5/2024).

Menurut Fahmy, pemerintah telah memberi relaksasi terlalu panjang atas keterlambatan pembangunan smelter tersebut.

Dengan demikian, terdapat potensi kehilangan pendapatan yang cukup signifikan dari program hilirisasi beberapa tahun belakangan.  “Jalan tengahnya, denda atau tarif bea keluar tadi mestinya dalam jumlah yang besar untuk menutupi opportunity cost tadi,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.