Free

G20 – Momentum Kebangkitan Indonesia di Panggung Ekonomi Global

Setelah kurang lebih satu setengah tahun dilanda pandemi yang mendisrupsi kestabilan kehidupan masyarakat, tahun 2022 membawa sebuah berita yang menjadi angin segar – Indonesia terpilih menjadi negara penyelenggara atau tuan rumah dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-17.

Silvy Sutjipto

31 Mar 2022 - 01.46
A-
A+
G20 – Momentum Kebangkitan Indonesia di Panggung Ekonomi Global

Diskusi terkait pandemi Covid-19 yang tidak kunjung mereda senantiasa memenuhi kehidupan masyarakat di dunia, baik itu di kehidupan nyata ataupun virtual. Diskusi “panas” ini kemudian memburamkan perspektif masyarakat akan waktu dan segala sesuatu yang berada di luar ranah perhatian mereka. Setelah kurang lebih satu setengah tahun dilanda pandemi yang mendisrupsi kestabilan kehidupan masyarakat, tahun 2022 membawa sebuah berita yang menjadi angin segar – Indonesia terpilih menjadi negara penyelenggara atau tuan rumah dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-17. Berita ini merupakan awalan yang bagus dari momentum perbaikan perekonomian Indonesia, mengingat tujuan dan fungsi dari G20 atau Group of Twenty itu sendiri.

KTT G20 merupakan suatu konferensi yang melibatkan para pemimpin, menteri keuangan, dan gubernur bank sentral dari negara-negara anggota G20 yang terdiri atas Amerika Serikat, Afrika Selatan, Arab Saudi, Australia, Brazil, India, Argentina, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Meksiko, Jerman, Kanada, Prancis, Korea Selatan, Rusia, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa. Konferensi ini merupakan suatu forum utama kerja sama ekonomi internasional strategis antara negara-negara yang secara kolektif merepresentasikan 85% perekonomian dunia, 80%investasi global, 75% perdagangan internasional, dan 60% populasi dunia. Indonesia sendiri merupakan representatif dari negara-negara berkembang dengan perekonomian yang dianggap cukup mapan untuk terlibat dalam forum tersebut sekaligus satu-satunya negara anggota Association of South East Asian Nations (ASEAN). Di tahun 2022 ini, Indonesia menerima tongkat estafet berupa status Presidensi G20 yang sebelumnya dipegang oleh Italia. Status Presidensi G20 ditentukan berdasarkan sistem rotasi kawasan. Dengan kata lain, Indonesia akan dipercayai untuk memegang status prestisius ini hanya satu kali dalam 20 tahun. Hal ini menunjukkan betapa berharganya kesempatan ini bagi Indonesia, terutama dalam mengarahkanrancangan pembahasan agar dapat menguntungkan pemulihan Indonesia.

Tema “Recover Together, Recover Stronger” yang diusung Indonesia kali ini merupakan wujud komitmen Indonesia untuk bekerja sama dengan negara-negara anggota lainnya dalam menyusun rencana pemulihan sistematis yang dapat membantu baik sektor finansial maupun sektor non-finansial Indonesia. Status Presidensi Indonesia untuk KTT G20 kali ini dapat menjadi suatu terobosan bagi Indonesia untuk mengorkestrasi pembahasan terkait rencana pemulihan agar dapat menguntungkan perekonomian Indonesia, baik itu dari segi pembenahan struktur ekonomi, pembahasan terkait investasi dan proyek kerja sama ekonomi lainnya, atau pembahasan terkait upaya mendorong produktivitas ekonomi dari berbagai sektor industri. Selain itu, atensi dunia terhadap Indonesia yang terpilih sebagai tuan rumah dari KTT G20 dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki pengakuan dari dunia sebagai representatif dari negara-negara berkembang lainnya. Indonesia juga dapat memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan kemampuan untuk menangani krisis sambil mendorong pemulihan yang positif sehingga dapat dipertimbangkan sebagai prospek investasi masa depan yang sangat menguntungkan. Indonesia juga dapat membuka pembahasan terkait kemungkinan diberlakukannya Free Trade Area (FTA) baru di antara negara-negara anggota G20 untuk memperluas jangkauan perdagangan global Indonesia.

Di samping itu, Indonesia juga dapat memperkenalkan keunikan budaya Indonesia yang beragam, mulai dari kuliner, kesenian daerah, bahasa, hingga tempat-tempat wisata agar dapat menarik minat masyarakat dunia untuk berkunjung ke Indonesia. Selama ini, dunia hanya mengenal Bali sebagai satu-satunya pusat pariwisata di Indonesia. Anggapan ini bukan sesuatu yang salah, tetapi seharusnya tidak dinormalisasikan. Selain Bali, Indonesia juga harus mengoptimalkan persiapan dari daerah-daerah lainnya yang berpotensi untuk menjadi pusat pariwisata agar dapat mengukuhkan posisi Indonesia dalam ekonomi global sebagai salah satu negara dengan keunggulan pariwisata yang mumpuni. Pengoptimalan dapat dilakukan Indonesia dengan memperbaiki infrastruktur di sekitar daerah pariwisata, pembenahan tempat wisata, dan juga pemberdayaan UMKM (Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah) lokal. Indonesia harus berusaha untuk menampilkan keunikan yang eksklusif sehingga dapat menjadi daya tarik dan nilai tambah bagi perekonomian, baik itu dari segi investasi, pendapatan devisa, ataupun perekonomian lokal.

Keunikan dari Indonesia itu sendiri juga dapat menjadi nilai jual atau nilai tambah di mata masyarakat dunia. Produk-produk unggulan Indonesia seperti kerajinan tangan, batik atau jenis tekstil lainnya, olahan mineral, hasil bahari dan lain sebagainya apabila diperkenalkan dengan baik dapat berpotensi membuka pintu gerbang ekspor yang lebih luas dan tentunya menguntungkan dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu, baik masyarakat umum, pelaku usaha dan pemerintah harus bekerja sama untuk mengoptimalkan citra keberagaman Indonesia demi memperkokoh notasi bahwa meskipun Indonesia merupakan negara berkembang, Indonesia masih memiliki resiliensi yang kuat dan dapat bangkit kembali untuk menjadi lebih makmur.

KTT G20 merupakan salah satu agenda prestisius yang telah diikuti oleh Indonesia sejak awal bergabungnya pada tahun 1999 silam. Pada saat itu, Indonesia bergabung dengan negara-negara lainnya yang membentuk suatu forum kerja sama ekonomi internasional karena citra Indonesia sebagai emerging economy yang dinilai memiliki potensi ekonomi sangat besar di kawasan Asia. Saat ini pun, ketika Indonesia dipercaya untuk memegang tonggak sebagai penyelenggara dari KTT G20 ke-17, Indonesia harus menunjukkan aringnya sebagai emerging economy yang sesungguhnya. Meskipun pandemi Covid-19 telah menghantam keras Indonesia, kita masih bisa bertahan dan bangkit untuk membangun kembali tatanan ekonomi yang porak-poranda menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Oleh karena itu, momentum G20 ini harus benar-benar digapai oleh Indonesia demi menciptakan prospek masa depan yang makmur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Tim Redaksi

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.