Garuda Indonesia Tuntaskan Langkah Awal Proses Restrukturisasi

Garuda Indonesia telah menyampaikan skema proposal restrukturisasi yang merupakan langkah awal dari keseluruhan proses restrukturisasi dan menjadi momentum penting dalam upaya Garuda untuk bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih adaptif, efisien, dan menguntungkan.

Rinaldi Mohammad Azka

16 Nov 2021 - 21.08
A-
A+
Garuda Indonesia Tuntaskan Langkah Awal Proses Restrukturisasi

Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Yogyakarta./Antara

Bisnis, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. telah menyampaikan skema proposal restrukturisasi kepada lessor dan kreditur sebagai bagian dari upaya pemulihan kinerja yang terus dioptimalkan perusahaan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa langkah ini menandai percepatan proses restrukturisasi dan pemulihan Garuda. Selanjutnya, Garuda mengajak seluruh lessor dan kreditur untuk meninjau skema restrukturisasi komprehensif ini sebagai basis pertimbangan proses restrukturisasi yang akan dijalankan.

“Proposal ini menguraikan rencana jangka panjang bisnis Garuda serta sejumlah penawaran dalam pengelolaan kewajiban bisnis kami dengan para lessor, kreditur, dan para pemasok utama,” jelasnya, Selasa (16/11).

Penyampaian skema proposal restrukturisasi ini menjadi langkah awal dari keseluruhan proses restrukturisasi dan menjadi momentum penting dalam upaya Garuda untuk bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih adaptif, efisien, dan menguntungkan.

Adapun, skema proposal restrukturisasi ini telah disampaikan melalui kanal data digital yang dapat diakses secara real time oleh seluruh lessor, kreditur, maupun pihak terkait lainnya mengacu pada ketentuan non-disclosure agreement yang telah disepakati seluruh pihak.

“Kanal ini akan mempermudah para pihak untuk meninjau dokumen serta memberi tanggapan balik karena ini merupakan bagian dari komitmen Garuda yang menegakkan prinsip-prinsip transparansi dan fairness/kejujuran serta menciptakan komunikasi konstruktif dengan semua kreditur,” kata Irfan.

Proposal tersebut, lanjut Irfan, turut akan diselaraskan dengan momentum pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta oleh salah satu mitra bisnis Garuda.

Garuda juga telah berkoordinasi dengan tim restrukturisasi serta para advisors untuk terus melakukan koordinasi intensif bersama pihak lessor dan kreditur untuk menjawab dan mempelajari setiap feedback yang disampaikan kepada perusahaan atas skema proposal ini dan segera melakukan tindak lanjut negosiasi agar dapat memperoleh kesepakatan terbaik.

“Dukungan lessor dan kreditur tentunya memiliki makna penting bagi kami dalam mendukung upaya transformasi mindset bisnis yang lebih adaptif dan resilient dalam menjawab tantangan industri di masa depan," ungkap Irfan.

Sejalan dengan proses restrukturisasi yang tengah berjalan, Garuda terus melakukan penyempurnaan atas layanan penerbangannya melalui tinjauan atas aspek cost leadership dan efisiensi dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan penerbangan kepada seluruh pengguna jasa.

“Komitmen kami tersebut juga didukung dengan penerapan asas Good Corporate Governance pada seluruh aspek bisnis, termasuk memaksimalkan lini pendapatan dari bisnis kargo sebagai salah satu penopang utama pendapatan usaha Garuda,” urainya.

Adapun, emiten berkode saham GIAA ini telah menyiapkan lima strategi untuk keluar dari tekanan liabilitas dan dampak pandemi Covid-19. Strategi ini diharapkan dapat memperpanjang nafasnya dan kembali menguntungkan.

Pertama, dari sisi operasi, Garuda mengoptimalkan route network perseroan dengan mengoperasikan rute-rute yang mengkontibusikan keuntungan, dengan fokus awal adalah rute-rute domestik dan rute-rute penerbangan internasional tertentu dengan tujuan pengangkutan kargo.

"Kedua, menyesuaikan jumlah pesawat perseroan sesuai kondisi pasar serta menyesuaikan jenis dan atau tipe pesawat untuk simplifikasi operasional serta mendorong efisiensi biaya," terang manajemen.

Ketiga, GIAA juga terus melakukan negosiasi ulang kontrak sewa pesawat. Keempat, meningkatkan kontribusi pendapatan kargo melalui optimalisasi belly capacity dan digitalisasi operasional.

Kelima, perseroan juga meningkatkan kontribusi pendapatan ancillary melalui product unbundling dan ekspansi produk yang ditawarkan.

Selain itu, perseroan juga telah berhasil melakukan negosiasi dan kesepakatan dengan para kreditur antara lain penangguhan pokok dan bunga oleh kreditur perbankan.

KINERJA SEPTEMBER 2021

Adapun, manajemen GIAA telah mengungkapkan kinerja operasinya hingga September 2021 lalu. Hasilnya, perseroan masih rugi US$722 juta atau setara Rp10,25 triliun (kurs Rp14.200).

Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa (16/11), GIAA mencatatkan kinerja total pendapatan khusus perusahaan induknya per September 2021 sebesar US$568 juta atau setara Rp8,06 triliun. Sementara itu, total biaya operasional mencapai US$1,29 miliar setara Rp18,31 triliun, sehingga masih ada gap atau kerugian operasional sebesar US$722 juta atau Rp10,25 triliun.

"Perseroan masih mencatatkan kerugian opersional yang disebabkan oleh struktur biaya perseroan yang sebagian besar bersifat tetap atau fixed, yang tidak sebanding dengan penurunan signifikan atas revenue perseroan imbas kondisi pandemi Covid-19," ungkap manajemen GIAA.

Adapun, informasi lebih detail terkait kinerja perseroan akan dsampaikan dalam Laporan Keuangan Kuartal III/2021 perseroan sesuai dengan batas waktu penyampaian sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasar Modal. Sejauh ini, perseroan belum merilis laporan keuangan tersebut.

Di sisi lain, jumlah penumpang hingga September 2021 sebanyak 2,3 juta penumpang atau hingga akhir tahun diproyeksikan sebanyak 3,3 juta, yakni 17 persen dari jumlah penumpang di tahun 2019 sebelum pandemi merebak.

Namun, seiring dengan kondisi pandemi yang saat ini mulai terkendali dan dengan diperlonggarnya kebijakan mobilitas masyarakat pasca-PPKM Darurat diterapkan, diharapkan kondisi ini dapat mendorong peningkatan pendapatan bagi Perseroan melalui peningkatan jumlah penumpang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.