Free

Gejolak Minyak Goreng Diprediksi Selesai Akhir Maret 2022

Masyarakat diminta tidak panic buying saat mendapat kesempatan membeli minyak goreng dengan harga yang terjangkau sehingga tidak membeli melebihi kebutuhan.

Rustam Agus

9 Mar 2022 - 12.30
A-
A+
Gejolak Minyak Goreng Diprediksi Selesai Akhir Maret 2022

Warga antre membeli minyak goreng saat operasi pasar di Pasar Alang-Alang Lebar, Palembang /Antara

Bisnis, PALEMBANG – Pemerintah memprediksi gejolak harga dan pasokan minyak goreng bisa diselesaikan akhir bulan ini lantaran produksi sudah mendekati kebutuhan.

Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Didid Noordiatmoko mengatakan saat ini produksi minyak goreng sudah mendekati kebutuhan sehingga kelangkaan bisa teratasi paling lambat akhir Maret 2022.

“Persediaan sebenarnya tersedia. Selisih kebutuhan ini sudah mendekati normal. Akhir bulan ini secara teoritis sudah cukup,” katanya, akhir pekan lalu (5/3).

Didid mencontohkan seperti produsen minyak goreng di Sumatera Selatan, saat ini sudah memproduksi 300 ton per bulan atau sudah mendekati kebutuhan daerah ini. “Jika pun terdapat selisih diperkirakan hanya 10 persen.”

Terkait kelangkaan minyak goreng yang berlarut-larut, dia menilai lantaran kompleksnya persoalan dari hulu hingga ke hilir.

Pemerintah secara bertahap menyelesaikan persoalan produksi hingga distribusi sehingga minyak goreng dapat diperoleh dengan mudah dengan harga terjangkau di masyarakat.

Akan tetapi, kata dia, muncul persoalan baru yang merupakan dampak dari kenaikan harga dan kelangkaan barang yakni panic buying

Lantaran sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau, membuat masyarakat membeli melebih kebutuhan ketika mendapatkan kesempatan.

Padahal hasil riset menyebutkan kebutuhan minyak goreng per orang hanya 0,8-1 liter per bulan. “Artinya kini banyak rumah tangga menyetok minyak goring, tapi ini baru terindikasi,” kata dia.

Sembari menunggu stabilnya antara permintaan dan ketersediaan barang ini, pemerintah akan menggelar operasi pasar di setiap kabupaten/kota di Sumsel mulai pekan depan.

Dalam operasi pasar ini masyarakat dapat membeli minyak goreng dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), untuk minyak goreng kemasan premium Rp14.000 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan minyak curah Rp11.500 per liter.

Head Unit PT Sinar Alam Permai Simon Panjaitan mengatakan selaku produsen minyak goreng merek Fortune, Sania, dan Sofia, pihaknya dalam posisi sulit saat ini.

“Harga bahan baku naik sementara kami diminta pemerintah untuk menjual dengan harga murah agar masyarakat beli sesuai HET,” kata dia.

Saat ini perusahaannya memproduksi 10 ribu ton minyak goreng per bulan atau belum kembali seperti produksi normal yang rata-rata 13 ribu ton per bulan.

“Semua pihak harus peduli terhadap persoalan ini, termasuk masyarakat yang diharapkan tidak panic buying.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rustam Agus

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.