Gelagat Positif di Bursa Saham

Setelah mencatatkan beragam pencapaian yang menggembirakan pada pekan lalu, indeks harga saham gabungan atau IHSG diyakini bakal terus mempertahankan tren positif ke depan.

Redaksi

18 Sep 2023 - 09.04
A-
A+
Gelagat Positif di Bursa Saham

Rata-rata nilai transaksi harian ikut terkatrol. - Foto Bisnis

Bisnis, JAKARTA - Setelah mencatatkan beragam pencapaian yang menggembirakan pada pekan lalu, indeks harga saham gabungan atau IHSG diyakini bakal terus mempertahankan tren positif ke depan. Terlebih, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan IDX New Listing Information untuk makin meningkatkan akses informasi dan merangsang gairah investasi di pasar modal.

Pencapaian pertumbuhan di sejumlah indikator perdagangan pekan lalu tentu menjadi gelagat yang baik di lantai bursa. Kinerja indeks komposit memang masih relatif berfluktuasi kendati beberapa kali menyentuh level psikologis di angka 7.000-an.

Catatan saja, IHSG mengalami penguatan 0,84% dalam sepekan dari 6.924,78 ke level 6.982,79. Kapitalisasi pasar turut mengalami peningkatan 1,03% menjadi Rp10.339 triliun dari Rp10.233 triliun pada pekan sebelumnya.

Pertumbuhan tertinggi selama sepekan terjadi pada rata-rata volume transaksi, yaitu sebesar 56,84% menjadi 29,18 miliar lembar saham dari 18,61 miliar saham pada sepekan yang lalu. Kami menilai lonjakan rata-rata volume transaksi ini cukup penting mengingat dalam beberapa waktu terakhir indikator perdagangan terhitung cukup landai.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian ikut terkatrol. Data BEI mencatat, rata-rata transaksi harian melonjak 34,9% menjadi sebesar Rp13,44 triliun, dari Rp9,96 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian di bursa pekan lalu pun menguat 5,46% dari 1,12 juta kali menjadi 1,18 juta kali transaksi.

Pergerakan indeks komposit pekan lalu dipengaruhi oleh sentimen global, terutama dari pemulihan ekonomi China yang berasal dari rilis produksi industri yang naik 4,5% dan penjualan ritel yang tumbuh 4,6% pada periode Agustus 2023. Di samping itu, surplus neraca perdagangan Indonesia melampaui ekspektasi di tengah tren perlambatan. Surplus neraca perdagangan mencapai US$3,12 miliar pada Agustus 2023, lebih tinggi dari ekspektasi yakni US$1,55 miliar.

Di sisi lain, sikap pasar terkait kebijakan the Fed belum berubah dengan harapan suku bunga acuan tetap pada level 5,25%—5,5%.

Dengan situasi itu, kami menduga bahwa Bank Indo­nesia juga bakal meresponsnya dengan tetap mempertahankan tingkat suku bunga di level saat ini sebesar 5,75%. Pelaku pasar tentu bakal terus mencermati arah suku bunga acuan The Fed dan Bank Indonesia. Keputusan dua bank sentral ini akan menjadi katalis penting yang turut menentukan arah pasar saham.

Pekan ini, agenda kedua bank sentral itu kembali menjadi sorotan pelaku pasar. The Fed mengadakan pertemuan Federal Open Market Committee pada 19—20 September 2023, sedangkan jadwal Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia berlangsung pada 20—21 September 2023.

Jika The Fed dan Bank Indonesia tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, hal itu bisa memberikan dorongan positif ke pasar saham. Jika suku bunga naik, ini berpotensi memicu ketidakpastian dan tekanan jual sejenak.

Kinerja indeks komposit ke depan tentu membutuhkan katalis yang kuat sebagai pijakan menyentuh level psikologis 7.000 dan menjaga fundamentalnya. Salah satu terobosan strategis yang juga dilakukan otoritas bursa yakni dengan meluncurkan publikasi statistik IDX New Listing Information pada pekan ini.

Publikasi itu akan memuat informasi dan data dari perusahaan yang akan mencatatkan saham perdananya di BEI. Beberapa informasi penting itu di antaranya profil perusahaan, pelaksanaan penawaran umum, penggunaan dana IPO, laporan keuangan perusahaan, hingga informasi terkait segmen usaha calon emiten yang akan melantai di bursa.

Kita berharap IDX New Listing Information dapat meningkatkan pemahaman investor, pelaku pasar, juga semua pihak terkait dalam menentukan keputusan investasi, analisis dan penelitian, serta mendukung ketersediaan, transparansi, dan akses yang lebih luas terhadap pasar modal di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Redaksi

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.