Geliat Hilir Sawit Mulai Bergairah Lagi

Produksi dan konsumsi industri hilir sawit tahun ini diprediksi tumbuh 3,8 persen dari 2021 sebesar 6,94 juta ton seiring meredanya pandemi Covid-19 dan membaiknya roda bisnis.

Rustam Agus
Apr 21, 2022 - 10:00 AM
A-
A+
Geliat Hilir Sawit Mulai Bergairah Lagi

Ilustrasi minyak sawit / Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Setelah sempat tercoreng gonjang-ganjing kelangkaan dan gejolak harga minyak goreng, geliat industri hilir minyak kelapa sawit tampaknya mulai bergairah kembali seiring meredanya pandemi.

Kalangan pelaku industri hilir kelapa sawit optimis produksi dan permintaan akan tumbuh tahun ini setelah pulihnya kegiatan perekonomian masyarakat di tengah pandemi.

Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) memperhitungkan tahun ini, konsumsi sawit di sektor makanan bakal tumbuh 3,8 persen dibandingkan dengan serapan konsumsi pada 2021. 

“Faktor pendorong berasal dari mobilitas masyarakat yang semakin tinggi setelah redanya Covid-19. Bisnis juga sudah membaik," ujar Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga.

Tahun ini, konsumsi minyak sawit untuk segmen makanan diperkirakan mencapai 7,2 juta ton atau tumbuh 3,8 persen dari 2021 sebesar 6,94 juta ton. 

Terdiri dari 882 ribu ton untuk margarin, 850 ribu ton untuk shortening & specialities fats, 1,2 juta ton untuk minyak goreng curah, 2,29 juta ton untuk curah, dan 1,91 juta ton untuk industri.

Terkait persoalan kelangkaan minyak goreng dan gonjang-ganjing harga yang membuat heboh masyarakat dan pemerintah kemarin, GIMNI mengingatkan perlu diantisipasi agar tidak lagi terulang di masa depan. 

Salah satu akar masalahnya, menurut Sahat, lantaran minyak goreng tidak termasuk 10 komoditas pangan nasional. "Seharusnya minyak goreng masuk ke dalam komoditi pangan nasional yang didukung aturan jelas,” ujarnya.

Sementara itu Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) tetap berkomitmen mendukung mandatori biodiesel bauran 30 persen atau B30 sesuai regulasi pemerintah.
 
Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan mengatakan pada 2021 jumlah alokasi penyaluran B30 mencapai 10.257.952 kiloliter (kl)  selanjutnya alokasi penyaluran tahun ini sebesar 10.151.018 kl.
 
Untuk kebutuhan domestik maka besaran volume dan wilayah pasokan mengikuti aturan Keputusan Menteri ESDM Nomor 150/2021. “Jadi kebijakan biodiesel ini berdasarkan kepada regulasi dan aturan yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Produk biodiesel dari minyak sawit

Menurut dia, konsistensi program biodiesel berdampak positif kepada iklim investasi. Pembangunan pabrik biodiesel terus meningkat sampai tahun ini, jumlah kapasitas terpasang produksi biodiesel mencapai 16,6 juta kl.

"Sudah ada 2 sampai 3 investor yang berminat untuk membangun pabrik biodiesel baru," kata Paulus.

Tak ada boikot

GIMNI juga menegaskan tidak pernah membuat ancaman ataupun rencana boikot kegiatan penyaluran minyak goreng curah bersubsidi dan menjamin kelancaran distribusi.

"Kami sama sekali tidak ada niat ataupun rencana untuk memboikot program minyak goreng curah bersubsidi pemerintah” kata Sahat.

Dia menyampaikan bahwa ada keresahan dari perusahaan minyak goreng anggota GIMNI pasca penetapan 4 tersangka oleh Kejaksaan Agung berkaitan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Turunannya.

Beberapa industri minyak goreng anggota GIMNI menelepon dan menyampaikan ketakutannya untuk mengikuti Program Minyak goreng Curah bersubsidi ini dan mengatakan ingin mundur.

"Produsen takut untuk mengikuti program minyak goreng curah bersubsidi setelah adanya persoalan hukum ini," ujarnya.

Namun pihaknya menyarankan supaya 36 anggota GIMNI tetap jalan terus. Karena data mereka sudah tercatat di SIINAS (Sistem Informasi Industri Nasional) dan SIMIRAH (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah) Kementerian Perindustrian.

Minyak goreng curah / Antara

"Mereka saya minta tidak perlu takut asalkan berjalan sesuai regulasi dan aturan pemerintah. Kalau tak ikut nanti bisa dicap menjalankan boikot terhadap program minyak goreng curah bersubsidi ini."

Selain itu, lanjut Sahat, produsen minyak goreng ikut menjalankan tugas pelayanan publik kepada masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan.

Distribusi merata

Sementara itu PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau Holding BUMN Pangan ID Food mencatat telah menyalurkan 27 juta liter minyak goreng ke pasar rakyat.

Direktur Utama PT RNI (Persero) Frans Marganda Tambunan mengatakan hingga tanggal 17 April 2022, ID Food telah mendistribusikan minyak goreng di seluruh Indonesia sebanyak 27,29 juta liter.

Distribusi terdiri atas 23,18 juta liter minyak goreng curah, 4,07 juta liter minyak goreng kemasan, dan 34.660 liter minyak goreng jerigen. “Kami upayakan merata dalam pendistribusian minyak goreng mulai Sumatera hingga Papua untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Frans.

Penyaluran minyak goreng oleh  ID FOOD ke pasar rakyat / Antara 

Pendistribusian minyak goreng di Sumatra diperhitungkan telah mencapai 3,52 juta liter minyak curah dan 17.844 liter minyak kemasan. Pasokan ke Aceh tercatat 1,28 juta liter curah dan 63.732 liter minyak goreng kemasan.

Adapun pasokan ke Lampung, ID Food telah mendistribusikan sebanyak 3,46 juta liter minyak goreng curah dan 754.505 liter minyak goreng kemasan.  Pendistribusian ke Riau dan Jambi terealisasi 907.349 liter minyak curah, begitupun Bengkulu sebanyak 57.569 liter minyak goreng curah.
 
Untuk wilayah Jakarta, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Frans lebih lanjut merinci ID Food telah mendistribusikan di Banten 724.030 liter minyak goreng curah, 4.700 liter minyak jerigen, dan 517.226 liter minyak goreng kemasan.
 
Sementara itu pasokan minyak goreng di wilayah DKI Jakarta tercatat 1,95 juta liter curah, 9.600 minyak goreng jerigen, dan 614.459 liter minyak goreng kemasan.
 
Pasokan minyak goreng di wilayah Jawa telah terdistribusi sebanyak 8,99 juta liter minyak goreng curah, 1,74 juta liter minyak kemasan, dan 20.360 liter minyak jerigen. 

Sementara di Bali tersalurkan 156.444 liter minyak curah dan 24.240 liter minyak kemasan. Di Nusa Tenggara teralokasi 37.176 liter minyak goreng kemasan.

ID Food juga mendistribusikan pasokan minyak goreng ke Kalimantan sebanyak 1,17 juta liter minyak curah dan 56.064 liter minyak kemasan. 

Sedangkan ke Sulawesi sebanyak 793.640 liter minyak curah dan 162.712 liter minyak kemasan. Khusus wilayah Papua,terdistribusi 54.000 liter minyak kemasan.
 
ID Food berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan, Kemenko Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Badan Pangan Nasional, Pasar Jaya, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Pemangku Kepentingan lainnya dalam mendistribusikan minyak goreng

Kendati harga minyak goreng masih bervariasi di ritel, harga minyak goreng masih berpengaruh pada faktor harga komoditas global,” kata Frans.

Editor: Rustam Agus
company-logo

Lanjutkan Membaca

Geliat Hilir Sawit Mulai Bergairah Lagi

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ