GOTO Dekati EBITDA Positif, BRI Danareksa Rekomendasikan Beli

PT BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan target harga Rp 196 per saham dengan mempertimbangkan beberapa hal.

Emanuel Berkah Caesario

10 Jan 2023 - 16.56
A-
A+
GOTO Dekati EBITDA Positif, BRI Danareksa Rekomendasikan Beli

Pengemudi ojek online (ojol) menunjukan logo GoTo di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis, JAKARTA — Meski kemungkinan tidak akan mendapatkan pendanaan baru dalam waktu dekat, emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. diyakini bakal mampu segera mendekati kinerja laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA yang positif dalam waktu dekat.

PT BRI Danareksa Sekuritas meyakini bahwa kas perusahaan digital terbesar di Indonesia tersebut dapat mengantarkannya ke gerbang profitabilitas, yakni margin kontribusi positif di kuartal 3-2023 dan EBITDA positif di 2025, di tengah kekhawatiran akan cash runway GoTo.

Analis riset BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis, mengungkapkan keyakinannya terhadap timeline tersebut bahkan jika pun GOTO tidak mendapatkan pendanaan baru.  

“Kami terus percaya bahwa GOTO dapat mencapai margin kontribusi positif di kuartal III 2023 dan EBITDA dapat tercapai di tahun 2025 bahkan tanpa penambahan modal baru,” ujar Niko, dikutip Selasa (10/1/2023).

Keyakinan tersebut berdasar pada keunikan ekosistem GOTO yang dapat menurunkan biaya promosi, pemasaran, dan iklan.  

Lebih lanjut, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan kenaikan pendapatan GOTO tahun 2023 menjadi Rp22,93 triliun dari Rp13,03 triliun di 2022 dan penurunan kerugian rugi EBITDA tahun 2023 menjadi Rp16,47 triliun dari Rp25,77 triliun di 2022.  


Belakangan ini, GOTO telah melaksanakan beberapa upaya monetisasi, seperti perubahan skema biaya komisi untuk Official Store Tokopedia, peluncuran beberapa layanan premium Gojek di Singapura dan Indonesia, serta kepemimpinan konsisten GoPay yang menjadi pengerat ekosistem GOTO.  

Kenaikan take-rate Tokopedia untuk Official Store dapat membantu meningkatkan take-rate Tokopedia ke 4 persen di kuartal 2 2023. Di segmen on-demand, Gojek memanfaatkan momentum kebangkitan mobilitas setelah masa pandemi.

Di Singapura, Gojek meningkatkan biaya komisi untuk mitra driver nya dari 10 persen menjadi 15 persen dan meluncurkan jenis GoCar Kids dan GoCar XL. Di Jakarta, GoCar juga menambah layanannya dengan kendaraan mewah dan yang lebih luas untuk merambah ke segmen pasar yang baru.

Di segmen layanan finansial, GoPay tetap menjadi katalis adopsi layanan lain di GoTo Financial, seperti GoBiz, GoModal, dan GoKasir. GoTo Financial berpeluang memanfaatkan digitalisasi UMKM yang yang diharapkan pemerintah dapat mencapai 30 juta di tahun 2030.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp196. Target harga tersebut telah mempertimbangkan penurunan minat investor global terhadap saham sektor teknologi dan penetrasi pasar digital di Indonesia yang masih sangat besar.  

Rekomendasi BRI Danareksa menyusul laporan riset Samuel Sekuritas minggu lalu yang mengubah rekomendasinya dari tahan menjadi beli untuk GOTO.


Berdasarkan data penutupan perdagangan Selasa (10/1/2023) dari Bursa Efek Indonesia (BEI) saham GOTO berada di level Rp 95, naik 2,15 persen dibanding hari sebelumnya, dengan nilai transaksi Rp170,6 miliar dan volume perdagangan 1,82 miliar saham.

Kapitalisasi pasar GOTO saat ini sudah mencapai Rp112,51 triliun dengan tren laju saham sebulan terakhir turun 5 persen. Sebulan terakhir, saham GOTO sudah dilepas asing sebanyak Rp548,88 miliar.

BRI Danareksa memakai perhitungan saham GOTO di level Rp 95/saham yang mencerminkan rasio nilai enterprise value/pendapatan kotor (EV/gross revenue) sebesar 2,6-3 kali untuk full year 2023-2024.

“Kami memperkirakan total GTV tumbuh lebih lanjut di Q4-2022 menjadi Rp 6 triliun sesuai target, jika tidak lebih, maka akan dibantu faktor lain yakni siklus akhir tahun. Pertumbuhan [GTV] akan stabil di 2023 dan triwulanan naik 4 persen.”

Kabar baiknya, saat ini, saham teknologi mulai balik arah seiring dengan penantian data ekonomi AS yang membaik dan arah kebijakan bank sentral AS, The Fed.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.