GPI & Sumitomo Bangun Rumah Bersertifikat EDGE di Sawangan

Dengan adanya sertifikasi EDGE advance preliminary ini, klaster Morizono telah terverifikasi mampu mengurangi penggunaan energi hingga 68%, konsumsi air hingga 25%, dan upaya dekarbonisasi dari penggunaan material bangunan ramah lingkungan.

Yanita Petriella

23 Nov 2023 - 23.49
A-
A+
GPI & Sumitomo Bangun Rumah Bersertifikat EDGE di Sawangan

PT Graha Perdana Indah (GPI) menggandeng PT Sumitomo Forestry Indonesia mengembangkan perumahan Gardens at Candi Sawangan Depok, Jawa Barat.

Bisnis, JAKARTA – PT Graha Perdana Indah (GPI) menggandeng PT Sumitomo Forestry Indonesia mengembangkan hunian ramah lingkungan di perumahan Gardens at Candi Sawangan Depok, Jawa Barat. 

Untuk diketahui, Gardens at Candi Sawangan merupakan kawasan hunian skala kota mandiri (township) seluas 250 hektare yang berlokasi di kawasan Sawangan. Hunian modern berwawasan lingkungan ini hadir sebagai pemukiman asri berkonsep ramah lingkungan dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang gaya hidup. Hingga saat ini Gardens at Candi Sawangan sudah dihuni lebih dari 1000 kepala keluarga.

Adapun Graha Perdana Indah dan Sumitomo Forestry Indonesia mengembangkan klaster ke-10 bernama Morizono yang dibangun sebanyak 38 unit shophouse dan 309 unit rumah di atas lahan seluas 5,6 hektare. 

Direktur PT Graha Perdana Indah (GPI) Indra Bachtiar mengatakan klaster ini mengusung konsep hidup ala Jepang yang diaplikasikan mulai dari fasad dan layout bangunan, seperti adanya tatami (ruang serbaguna) dan engawa (teras), yang terhubung dengan taman belakang rumah. Otentikasi ini juga diimplementasikan dengan menunjuk arsitek maupun pengawas konstruksi yang berasal dari Jepang.

Klaster ini mengusung konsep green living inovatif yang dikelilingi dengan kawasan asri dan berwawasan lingkungan serta dilengkapi berbagai perangkat pendukung smart home system.

Adapun sistem rumah pintar ini berupa solar panel, smart door lock, CCTV outdoor, smoke sensor, alexa voice assistant, smart light switch, smart doorbell, smart CCTV monitoring, motion sensor, dan smart contact sensor. 

“Motion Sensor dipergunakan untuk mendeteksi adanya gerakan dan memberikan notifikasi ke aplikasi serta memicu sistem otomasi yang dapat diatur melalui aplikasi smart home. Dengan demikian, selain berfungsi sebagai sistem keamanan, perangkat pendeteksi gerakan ini juga dapat membuat penggunaan listrik di rumah menjadi lebih efisien,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/11/2023). 

Pengunaan masif teknologi smart system ini membuat Klaster Morizono mengantongi sertifikat Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) yaitu sertifikat yang diberikan oleh International Finance Corporation (IFC) untuk bangunan yang telah memenuhi syarat desain dan konstruksi berkelanjutan.

“Tidak hanya mendapat pencapaian sertifikasi EDGE biasa, melainkan EDGE advance, dimana tingkat advance ini diperoleh dari pencapaian pengurangan energi diatas 40%,” katanya. 

Dengan adanya sertifikasi EDGE advance preliminary ini, klaster Morizono telah terverifikasi mampu mengurangi penggunaan energi hingga 68%, konsumsi air hingga 25%, dan upaya dekarbonisasi dari penggunaan material bangunan ramah lingkungan sehingga mampu menghemat embodied carbon pada material hingga 24%.  

“Ini juga klaster pertama di kawasan Gardens at Candi Sawangan yang dilengkapi club house di dalam kawasan,” ucap Indra. 

Baca Juga: Ekspansi Olympic & Sumitomo Bangun Hunian Eco Friendly di Bogor

Klaster Morizono di perumahan Gardens at Candi Sawangan Depok Jawa Barat. 



Vice President PT Sumitomo Forestry Indonesia Fumihide Nakatsu menuturkan adapun klaster Morizono menawarkan 3 tipe rumah tapak dengan luas bangunan mulai dari 88 meter persegi hingga 129 meter persegi dan luas tanah mulai dari 84 meter persegi hingga 112 meter persegi.

Untuk tipe shophouse terdapat 2 ukuran yakni 2 lantai dengan luas bangunan 90 meter persegi dan luas tanah 75 meter persegi, dan tipe 3 lantai dengan luas bangunan 135 meter persegi di atas luas tanah 75 meter persegi. 

Adapun harga yang ditawarkan hunian dan ruang komersial ini mulai dari Rp1,5 miliar. Pembangunan Morizono direncanakan pada Maret 2024 dan ditargetkan dapat serah terima secara bertahap pada 2025 mendatang. Klaster ini menyasar para pembeli rumah pertama dari kalangan milenial dan generasi Z yang ingin tinggal di kawasan Asri. 

“Dengan segala kemudahan baik fasilitas yang lengkap, lokasi yang strategis,  dan bangunan yang tersertifikasi, Saya berharap, Morizono dapat memberikan pengalaman dan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh penghuninya,” tuturnya. 

Sebagai informasi, sejak tahun 1691, Sumitomo Forestry mulai beroperasi sebagai perusahaan yang mengelola hutan di sekitar tambang tembaga Besshi, Jepang. Saat ini, Sumitomo Forestry telah memiliki dan mengelola sekitar 290.000 hektare di Jepang dan di luar negeri, diantaranya terdapat 172.000 hektare hutan di Indonesia yang berlokasi di Kalimantan Barat, selain itu, Sumitomo Forestry juga mulai mengembangkan real estate, apartemen, dan bangunan komersial di Amerika, Australia dan di Asia Tenggara, dengan total penyerahan rumah dan apartemen pada tahun 2022 mencapai lebih dari 22.000 unit.

Sementara GPI merupakan perusahaan developer properti asal Semarang yang telah mengembangkan berbagai proyek perumahan, mixed-use development dan lapangan golf. Kedua belah pihak telah menjalin kemitraan selama kurang lebih 32 tahun di industri kayu. 

Baca Juga: Daya Tarik Depok Pikat Pengembang Jepang-Indonesia Bangun Hunian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.