Grup SMGR Akselerasi Transisi Energi Hijau

Holding semen BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) terus berupaya memangkas emisi gas rumah kaca dengan melakukan transisi energi menjadi lebih ramah lingkungan

Redaksi

18 Feb 2024 - 15.49
A-
A+
Grup SMGR Akselerasi Transisi Energi Hijau

Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo (kanan) meninjau instalasi panel surya di atap gedung utama kantor SBI Pabrik Tuban, Jawa Timur./Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Emiten holding BUMN semen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG semakin gencar menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT) di seluruh area operasi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan Perusahaan dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). 

Salah satu anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI turut mendukung inisiatif tersebut melalui penggunaan energi tenaga surya sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan di Pabrik Tuban, Jawa Timur.

Letak geografis Indonesia yang berada di sepanjang garis khatulistiwa dengan iradiasi energi matahari rata-rata sekitar 4,80 kWh/m2/hari, merupakan potensi yang sangat besar bagi pemanfaatan energi alternatif tenaga matahari. Pabrik Tuban sendiri berada pada posisi geografis dengan iradiasi energi matahari di atas rata-rata nasional sekitar 5,4 kWh/m2/hari.

Peluang ini meyakinkan emiten berkode SMCB ini menjalin kerja sama dengan PT Energi Mitra Indika Tenaga Surya, memulai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang terhubung ke jaringan listrik yang ada (On-Grid Connected Rooftop PV System) pada sepuluh atap bangunan dengan kapasitas terpasang 6,39 MWp. 

Baca Juga : Mulai Menghitung Gas Rumah Kaca yang Dihasilkan via Ecovisea 

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Lilik Unggul Raharjo menerangkan PLTS Atap ini nantinya akan beroperasi secara paralel dengan listrik yang ada dari PLN menunjang sebagian kebutuhan operasional pabrik, kantor serta fasilitas pendukung lainnya di SBI Pabrik Tuban. 

“Selain pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk substitusi batu bara pada proses produksi semen, peningkatan produk yang ramah lingkungan dan peningkatan efisiensi penggunaan energi listrik dan energi termal, penggunaan energi tenaga surya ini juga merupakan wujud konkret komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan," jelasnya, Minggu (18/2/2024).

Menurutnya, selagi mencapai operasional yang lebih efisien, proyek ini berkontribusi pada dekarbonisasi yang telah dicanangkan induk SMGR untuk mendukung komitmen pemerintah untuk mengurangi dampak pemanasan global.

Corporate Secretary Semen Indonesia Vita Mahreyni mengatakan konstruksi pemasangan panel surya sudah selesai dilakukan di salah satu bangunan yaitu di gedung kantor utama Pabrik Tuban, dan dilanjutkan pemasangan di sembilan bangunan lainnya. 

Proyek pemasangan PLTS Atap ini diharapkan rampung seluruhnya dan beroperasi pada kuartal III tahun 2024, untuk meningkatkan penggunaan EBT dan mendukung tercapainya target SMGR pada penurunan intensitas emisi GRK cakupan 2 sebesar 23,9% pada 2030 (baseline 2019) sebagaimana tertuang dalam Sustainability Road Map SIG.

“Penggunaan energi tenaga surya di SBI Pabrik Tuban ini semakin menegaskan komitmen SIG dalam transisi energi menuju EBT yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat dalam mendorong efisiensi pada biaya operasional Perusahaan, serta menjadi kontribusi positif dalam mendukung pemerintah mencapai target Net Zero Emission pada 2060,” ungkap Vita. 

Baca Juga : Semen Gresik (SMGR) Alihkan BBM Penggilingan Semen Jadi Gas Bumi Demi Keberlanjutan 

Sebagai upaya percepatan penurunan intensitas emisi GRK cakupan 2, SMGR telah menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam Pengembangan Pembangkit Energi Terbarukan pada September 2023. Melalui kerja sama ini, SMGR memperoleh dukungan dalam upaya transisi energi hijau melalui sumber EBT untuk memenuhi kebutuhan listrik di area-area operasionalnya.

SIG juga tengah menjajaki inisiatif untuk penurunan intensitas emisi GRK cakupan 3, atau emisi yang berasal dari rantai pasok perusahaan yang ditimbulkan oleh sumber-sumber yang tidak secara langsung dimiliki atau dikendalikan oleh Perusahaan. Dalam lingkup penurunan intensitas emisi GRK cakupan 3, SIG menyasar fasilitas transportasi karyawan (employee commuting), serta aktivitas inbound logistic dan outbound logistic.

Sejak awal Februari 2024, SIG telah melakukan uji coba pengoperasian bus listrik pengangkut karyawan di SIG Pabrik Tuban guna mengetahui seberapa besar jumlah emisi karbon yang diturunkan dan untuk mencari skema pengadaan yang tepat. Selain itu, uji coba armada inbound logistic menggunakan dump truck electric vehicle (EV) juga sedang berlangsung di SBI Pabrik Narogong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.