Gubernur Ketok UMP 2022, Sudah Harmonis dengan Iklim Investasi?

Sejumlah gubernur menetapkan kenaikan UMP 2022 yang terpaut jauh dari simulasi rata-rata kenaikan upah secara nasional yang dipatok sebesar 1,09 persen oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Bagaimana dampaknya terhadap minat investasi pengusaha?

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

21 Nov 2021 - 17.40
A-
A+
Gubernur Ketok UMP 2022, Sudah Harmonis dengan Iklim Investasi?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan paparan dalam acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2021, Rabu (10/11/2021). /Dok, Pemprov Jateng

Bisnis, JAKARTA — Satu demi satu gubernur mulai mengumumkan besaran upah minimum provinsi 2022. Pengusaha pun menilai sejauh ini penetapan UMP di beberapa basis industri sudah cukup kondusif untuk merangsang pertumbuhan investasi dan serapan pekerja tahun depan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menilai sebagian besar pemerintah provinsi sudah menetapkan UMP 2022 sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 36/2021 tentang Pengupahan yang menjadi turunan UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja. 

“Secara nasional penetapan UMP 2022 sudah sesuai, kecuali Yogyakarta masih perlu dipertanyakan kenapa bisa segitu keluarnya,” kata Hariyadi melalui sambungan telepon, Minggu (21/11/2021). 

Dalam hal itu, dia menyoroti sejumlah gubernur yang menetapkan kenaikan UMP 2022 yang terpaut jauh dari simulasi rata-rata kenaikan upah secara nasional yang dipatok sebesar 1,09 persen oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Wike D. Herlinda
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.