Guyuran Bansos Tak Mampu Normalkan Harga Beras

Tingginya harga beras lantaran suplai tak cukup untuk memenuhi demand yang tinggi.

Ni Luh Anggela

1 Feb 2024 - 21.48
A-
A+
Guyuran Bansos Tak Mampu Normalkan Harga Beras

Aktivitas perdagangan beras di Pasar Induk Cipinang. Bisnis/Dwi Rachmawati

Bisnis, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) ungkap penyebab tingginya harga beras dalam negeri hingga menyumbang inflasi dengan andil 0,03% (month-to-month/MtM) pada Januari 2024.

Plt Kepala BPS Amalia A. Widyasanti menyampaikan, tingginya harga beras lantaran suplai tak cukup untuk memenuhi demand yang tinggi.

“Beberapa negara menahan ekspor berasnya sehingga harga beras di pasar global juga mengalami kenaikan,” kata Amalia dalam Rilis BPS, Kamis (1/2/2024).

Baca juga: Ikut Aktif Mengawasi Peredaran Beras SPHP di Masyarakat

Sementara itu, lanjut dia, produksi beras dalam negeri lebih rendah dibandingkan sebelumnya akibat fenomena cuaca El Nino yang berkepanjangan.

Amelia mengatakan, produksi beras pada periode Januari—Februari 2023 relatif lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), stok beras dalam negeri diperkirakan defisit sebesar 2,7 juta ton pada periode Januari—Februari 2024.

Adapun komoditas beras pada Januari 2024 mengalami inflasi sebesar 0,64% secara bulanan dengan andil inflasi sebesar 0,03%. 

Kenaikan harga beras terjadi di 28 provinsi, di mana seluruh provinsi di Pulau Jawa dan Bali Nusra mengalami kenaikan harga beras. Sementara, harga beras di 10 provinsi lainnya menunjukkan penurunan harga. 



Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan, Perum Bulog akan segera menyalurkan beras stabilitas pasokan dan harga beras (SPHP) dan bantuan pangan berupa beras 10 kilogram ke 21 juta keluarga penerima manfaat (KPM) atau setara 210.000 ton per bulan.

Hal ini dilakukan untuk mengatasi tingginya harga beras di tingkat pedagang eceran. Pasalnya, dia mengeklaim program ini sebelumnya sukses meredam harga beras, meski belum dapat menurunkan harga ke batas normal.

Kendati begitu, program bantuan pangan saat ini masih terbatas lantaran ada proses verifikasi data penerima dengan pemerintah daerah (pemda) sebagai konsekuensi atas pemutakhiran data yang dilakukan dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). 

Baca juga: Banjir Bansos Tak Redam Gejolak Haga Beras, Ini Sebabnya

“Jadi tadi sudah dilaporkan kepada Pak Mendagri [Tito Karnavian], insyaallah minggu ini dan minggu depan verifikasi selesai,” kata Bayu dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (29/1/2024).

Merujuk data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kamis (1/2/2024) pukul 15.47 WIB, harga beras berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp10.900-Rp11.800 per kilogram untuk beras medium dan Rp13.900-Rp14.800 per kilogram untuk beras premium.

Adapun harga beras premium berada di level Rp15.360 per kilogram, sedangkan beras premium Rp13.480 per kilogram. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.