Harga Bitcoin dan Altcoin Naik di Tengah Isu Binance PHK Massal

Kendati dibayangi sentimen negatif dari tuntutan SEC terhadap Binance, secara jangka panjang Bitcoin dan Altcoin lainnya memiliki sentimen positif dari adanya potensi halving day.

Jaffry Prabu Prakoso

18 Jun 2023 - 13.54
A-
A+
Harga Bitcoin dan Altcoin Naik di Tengah Isu Binance PHK Massal

Investor memantau pergerakan harga kripto melalui ponselnya di Jakarta. /Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Bitcoin dan sejumlah Altcoin bergerak kompak menghijau pada hari ini, Minggu (18/6/2023) saat Binance AS melakukan PHK massal setelah menjalankan transaksi ilegal oleh Securities and Exchange Commission (SEC).

Berdasarkan coinmarketcap pukul 9.45 WIB, Bitcoin (BTC) bergerak hijau 0,81 persen dalam 24 jam ke posisi US$26.464 per koin atau naik 2,61 secara akumulasi sepekan. Koin dengan kapitalisasi pasar tersebut memiliki volume perdagangan sebesar US$10,87 miliar.

Sementara itu, koin Ethereum (ETH) menguat 0,30 persen ke posisi US$1.725 per koin. Meski ,demikian akumulasi perdagangan sepekan masih menunjukkan penurunan 1,33 persen. Kemudian stablecoin USDT dan USDC kompak menguat 0,01 persen dalam 24 jam. 


Bitcoin dan sejumlah Altcoin bergerak kompak menghijau pada hari ini, Minggui (18/6/2023) setelah Binance AS melakukan PHK massal. Bisnis/Arief Hermawan P


Selanjutnya, koin Cardano (ADA) naik 1,74 persen dalam 24 jam dan naik 1,10 persen dalam kurun waktu perdagangan sepekan. Koin meme Dogecoin (DOGE) bergerak melawan arah atau turun 0,35 persen tetapi secara akumulasi sepekan masih mencatatkan kenaikan 0,35 persen. 

Kemudian koin Solana (SOL) dan Shiba Inu (SHIB) kompak menguat masing-masing 1,43 persen dan 2,01 persen dalam perdagangan 24 jam. 

Mengutip bisnis.com yang melansir sumber Reuters, Binance US yang merupakan cabang bursa kripto Binance di AS melakukan PHK massal setela kabar Securities and Exchange Commission (SEC) menuding Binance melakukan transaksi illegal pada 5 Juni 2023. Selain tudingan tersebut, Binance juga diduga menggelapkan dana pelanggan sebesar miliaran dolar AS. 

Baca juga: Trik Menghindari ‘Dividend Trap’ saat Emiten Berbagi Untung

Akibat dari tuntutan tersebut, aset Binance berpotensi dibekukan. Tuntutan SEC memiliki 13 dakwaan terhadap Binance termasuk tuduhan penawaran dan penjualan sekuritas yang tidak terdaftar, kegagalan untuk mendaftar sebagai bursa atau broker, dan percampuran dana. 

Kendati dibayangi sentimen negatif dari tuntutan SEC terhadap Binance, secara jangka panjang Bitcoin dan Altcoin lainnya memiliki sentimen positif dari adanya potensi halving day. 

Halving day merupakan peristiwa di mana hadiah (reward block) dalam protokol kripto mengalami pengurangan sebesar setengah atau 50 persen. Hal ini berarti bahwa jumlah koin baru yang dibuat sebagai hadiah bagi penambang (miners) dikurangi separuhnya.

Halving day dalam aset kripto dilakukan pertama kali oleh Bitcoin. Halving day pertama yang terjadi pada aset kripto Bitcoin pada tahun 2012 yang ditandai dengan pengurangan reward bagi para penambang Bitcoin menjadi 25 bitcoin.

Kemudian, pada halving day kedua pada 2016, reward berkurang menjadi 12,5 bitcoin. Halving day yang ketiga pada 11 Mei 2020, reward para penambang dikurangi menjadi 6,25 BTC.

Jika tetap mengikut histori halving, maka halving berikutnya akan terjadi pada 2024 mendatang dengan reward penambang menjadi 3,125 BTC.

Baca juga: BRI Finance Cari Dana Segar dari Obligasi, Imbal Hasil hingga 7%

Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menjelaskan halving day Bitcoin ditunggu oleh para investor karena mampu meningkatkan kondisi pasar karena Bitcoin masih jadi penggerak utama dalam market aset kripto.

Proses halving dilakukan untuk mengendalikan laju penambahan Bitcoin baru dan menjaga agar pasokan Bitcoin yang beredar tetap terjaga, sehingga terhindar dari inflasi. Penurunan reward pada halving day akan Bitcoin menjadi lebih langka.

“2023 ini merupakan momentum yang tepat bagi investor aset kripto untuk melakukan akumulasi aset kripto yang saat ini harganya relatif rendah. Investor aset kripto dapat mulai melakukan investasi dengan metode dollar cost averaging (DCA),” katanya dalam riset, dikutip Minggu (18/6/2023). 

Dollar cost averaging adalah melakukan investasi dalam jumlah nominal yang sama secara rutin dan proporsional ke dalam aset kripto dalam rentang waktu tertentu.

Metode ini sangat cocok untuk investasi jangka panjang, karena berpotensi menghasilkan nilai aset yang lebih tinggi dan memberikan keuntungan kumulatif yang stabil. (Artha Adventy)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.