Harga Emas Hitam Tinggi, Siapa Saham Jagoan Emiten Batu Bara?

Sejumlah emiten batu bara mendapatkan keuntungan seiring dengan masih kuatnya harga komoditas emas hitam tersebut. Harga batu bara global diprediksi tetap bertahan untuk mendukung pemain tambang batu bara, khususnya di Indonesia. Emiten batu bara juga cukup optimistis untuk mengarungi tahun ini.

Asteria Desi Kartikasari
May 18, 2022 - 10:40 AM
A-
A+
Harga Emas Hitam Tinggi, Siapa Saham Jagoan Emiten Batu Bara?

Pekerja mengoperasikan alat berat saat bongkar muat batu bara ke dalam truk di Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN), Marunda, Jakarta, Rabu (12/1/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Bisnis, JAKARTA—  Gejolak harga komoditas terjadi sejak konflik antara Rusia dan Ukraina dimulai pada awal Maret 2022. Sejak saat itu hingga awal Mei 2022, harga komoditas masih tetap tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk komoditas emas hitam batu bara.

Adapun tingginya harga komoditas menyusul larangan  impor batu bara Rusia oleh beberapa negara, seperti Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa, dan Jepang. Sanksi ini berdampak besar bagi negara-negara Eropa yang selama ini mengandalkan batu bara Rusia.

Aktivitas ekonomi pascapandemi dan perang di Ukraina telah meningkatkan permintaan batu bara. Terlebih, negara-negara seperti Jepang yang telah melarang impor bahan bakar dari Rusia, semakin memperketat pasokan dan mendorong harga lebih tinggi. 

Shirley Zhang, analis utama untuk pasar batu bara Asia Pasifik di konsultan energi Wood Mackenzie mengatakan isu lingkungan belum mengurangi permintaan batu bara dunia. Bahkan jika konflik Rusia-Ukraina tak terjadi, batu bara masih akan menjadi primadona.

 “Batu bara masih akan dibutuhkan oleh sebagian besar negara Asia pada 2050, dan kurangnya pembiayaan di tambang batu bara akan memberikan dorongan [terhadap kenaikan] harga,” kata Zhang seperti dilansir Bloomberg, Selasa (17/5/2022).

Dengan adanya larangan  impor bahan bakar dari Rusia, analis menilai akan cukup menguntungkan bagi Indonesia, sebagai salah satu produsen batu bara terbesar. Pasalnya, karena sanksi tersebut pembeli baru bara Rusia akan lari ke batu bara Indonesia. 

Namun, mengingat kapasitas terbatas dari produsen batu bara saat ini,  analis Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga batu bara akan tetap tinggi di bulan-bulan mendatang. “Harga batu bara global bertahan untuk mendukung pemain terkait batu bara,” ungkap analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam riset, dikutip Rabu (18/5/2022).

Berdasarkan catatan Mirae, sektor energi mencatat 9,3 persen MoM pada April 2022, didukung oleh empat pemain batu bara yaitu  PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Golden Energy Mines Tbk ( GEMS), PT Bukit Asam Tbk. ( PTBA), dan PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR )yang memperoleh laba dua digit bersama dengan perusahaan logistik minyak dan rantai pasokan,  PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).  

“Pergerakan harga batu bara dan minyak yang bergejolak dengan harga yang relatif tinggi menguntungkan para pelaku energi,” katanya.


Mirae Asset juga menyebut, di sektor industri juga cukup diuntungkan dengan tingginya harga komoditas tersebut, misalnya seperti PT Astra International Tbk. (ASII), PT United Tractors Tbk. (UNTR), dan juga PT ABM Investama Tbk. (ABMM). Jajaran perusahaan mendapatkan untung dari tingginya harga batu bara karena merupakan industri penunjang para pemain pertambangan batu bara.

Di sisi lain, meski menjadi pemain utama dalam mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), beberapa pemain batu bara seperti BUMI dan ADRO kurang jadi favorit oleh para investor.

Sekuritas asal Korea Selatan tersebut justru merekomendasikan PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) karena sebagai perusahaan transportasi kargo dan logistik terintegrasi dengan sekitar 65 persen dari pendapatan 2020 disumbangkan oleh bisnis pengiriman peti kemas, akan menerima manfaat dari kenaikan tarif angkutan peti kemas.  

Pada kuartal I/2022, pendapatan SMDR melonjak 95,6 persen YoY, sebagian besar dipicu oleh kenaikan tarif angkutan peti kemas. Indeks komposit tarif pengangkutan World Container Index meningkat didukung oleh permintaan yang lebih tinggi karena pulihnya aktivitas ekonomi global, sementara gangguan rantai pasokan terus berlanjut.  

“Kami berharap pertumbuhan kuartal II/2022 akan tetap kuat dan secara valuasi masih sangat baik,”terangnya.

Untuk sektor pertambangan, Mirae merekomendasikan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) karena pertumbuhan pendapatannya yang kuat akan berlanjut pada 2022 mengingat ITMG akan mendapat manfaat dari kenaikan harga batu bara yang tinggi dan potensi permintaan yang lebih tinggi dari Uni Eropa (UE).  

Emiten selanjutnya adalah ADRO karena pertumbuhan pendapatannya akan berlanjut sepanjang 2022. ADRO akan mendapatkan keuntungan dari harga batu bara yang menguntungkan saat ini di tengah rencananya untuk menghasilkan volume batu bara yang lebih tinggi di sepanjang 2022 sebesar 58 – 60 juta ton atau meningkat 10-14 persen YoY dari 2021 sebesar 52,7 juta ton.

Selain itu, UNTR juga masuk menjadi top picks karena perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan yang layak sepanjang 2022, mengingat segmen bisnisnya akan menjadi penerima manfaat dari harga batu bara yang menguntungkan serta melanjutkan harga batu bara yang menguntungkan dapat membawa unit penjualan alat berat 2022 yang lebih tinggi dari perkiraan. 

Sementara itu, data operasional bulanannya akan lebih tinggi pada bulan-bulan mendatang ketika cuaca membaik. Sebagai catatan, perusahaan batu bara klien UNTR ingin meningkatkan produksi batu bara mereka untuk memonetisasi harga batu bara yang menguntungkan saat ini. 


Optimisme Emiten

Optimisme untuk mendulang cuan juga ditunjukkan oleh emiten tambang pelat merah PTBA. Keyakinan tersebut seiring dengan dengan segera rampungnya sejumlah proyek baru seperti pembangkit listrik mulut tambang. PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 berkapasitas 2x620 MW merupakan proyek strategis PTBA dengan nilai mencapai US$1,68 miliar. 

PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35.000 MW dan dibangun oleh PTBA melalui PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) sebagai Independent Power Producer PT HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd. Progres pembangunan proyek PLTU yang nantinya membutuhkan 5,4 juta ton batu bara per tahun ini telah mencapai penyelesaian konstruksi sebesar 96,57 persen.

“Pembangkit listrik ini diharapkan bisa beroperasi penuh secara komersial pada tahun 2022 ini,” jelas Apollonius Andwie, Sekretaris Perusahaan PTBA dalam siaran pers, Rabu (18/5/2022).
 
Selain proyek tersebut, ada proyek pengembangan sasifikasi batu bara yang masuk menjadi Proyek Strategis Nasional, di antaranya Hilirisasi Gasifikasi Batu Bara di Tanjung Enim dan Kawasan Industri-Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE), Tanjung Enim.

PTBA, Pertamina, dan Air Products & Chemicals Inc (APCI) telah menggelar groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) pada 24 Januari 2022 di Kawasan Industri Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.  Proyek tersebut mendatangkan investasi asing dari APCI sebesar US$2,3 miliar atau setara Rp32,9 triliun.

“Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta DME per tahun untuk mengurangi impor LPG sebesar 1 juta ton per tahun,” ungkap Apollo. 

Adapun dari sisi kinerja, anggota dari holding BUMN Pertambangan MIND ID itu  membukukan laba bersih menembus Rp2,28 triliun pada  kuartal I/2022, berkat peningkatan produksi dan penjualan batu bara perseroan. 

Dalam tiga bulan pertama 2022, PTBA telah membukukan laba bersih sebesar Rp2,28 triliun atau tumbuh signifikan 355 persen secara year on year dari capaian 2021 sebesar Rp500,52 miliar. Pendapatan usaha mencapai Rp8,21 triliun atau tumbuh 105 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,99 triliun.

Kantong laba yang menggelembung sepanjang kuartal I/2022 membuat PT Harum Energy Tbk. (HRUM) percaya diri mengarungi tahun ini. Emiten pertambangan batu bara itu juga mendapat lampu hijau dari pemegang saham untuk melakukan stock split dalam waktu dekat.

Sepanjang Januari—Maret 2022, emiten bersandi saham HRUM itu mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$62,8 juta. Raihan tersebut tumbuh 71,5 persen secara kuartalan atau 255 persen dibanding capaian kuartal I/2021 yang tercatat U$$17,69 juta.

Moncernya laba bersih HRUM sejalan dengan pendapatan yang melesat 166,59 persen persen dari US$57,08 juta pada kuartal I/2021 menjadi US$152,17 juta pada 3 bulan pertama 2022. Lonjakan itu tak terlepas dari kenaikan rata-rata harga jual batu bara pada awal tahun ini.

Aktivitas perdagangan batu bara mendominasi pendapatan HRUM dengan capaian sebesar US$149,3 juta. Disusul, pendapatan dari penyewaan alat berat sebesar US$966.491, jalan pengangkutan US$933.568, serta pendapatan segmen time, freight, dan voyage charter sebesar US$891.248.

Sepanjang kuartal I/2022, HRUM tercatat memiliki dua pelanggan besar dalam aktivitas ekspor batu bara yang mencatatkan nilai transaksi lebih dari 10 persen dari jumlah pendapatan bersih, yaitu China Huaneng Group Fuel Co., Ltd sebesar US$96,21 juta dan Equentia Natural Resources Pte., Ltd sebesar US$17,06 juta.

Direktur Utama Harum Energy Ray Antonio Gunara menegaskan HRUM berencana untuk terus meningkatkan volume produksi. Pada 2022, HRUM menargetkan volume produksi batu bara naik dari realisasi 3,6 juta ton pada 2021 menjadi sekitar 4,5 juta—5 juta ton. Volume penjualan juga dipatok pada kisaran yang sama.

Dengan asumsi harga batu bara menurut indeks GC Newcastle rata-rata di atas US$200 per ton selama 2022, HRUM membidik pendapatan di kisaran US$550,7 juta—US$610,6 juta. Proyeksi itu melompat tinggi dari realisasi US$336,2 juta pada 2021.

(Reporter: Mutiara Nabila)

Editor: Asteria Desi Kartikasari
company-logo

Lanjutkan Membaca

Harga Emas Hitam Tinggi, Siapa Saham Jagoan Emiten Batu Bara?

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ