Harga Emas Mulai Terkerek Lesunya Indeks Dolar AS

Harga komoditas logam mulia tetap menguat ketika pejabat Federal Reserve AS mematahkan harapan penurunan suku bunga awal tahun ini.

Aprianto Cahyo

24 Feb 2024 - 19.03
A-
A+
Harga Emas Mulai Terkerek Lesunya Indeks Dolar AS

Bongkahan emas seberat 12,5 kilogram yang berada di kilang logam mulia, Swiss. - Bloomberg/Stefan Wermuth

Bisnis, JAKARTA— Harga komoditas logam mulia tetap menguat ketika pejabat Federal Reserve AS mematahkan harapan penurunan suku bunga awal tahun ini.

Harga emas global ditutup menguat pada perdagangan Jumat (23/2/2024), didorong pelemahan dolar AS dan kenaikan permintaan safe-haven dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot ditutup menguat 0,54% atau 11,01 poin ke level US$2.035,40 per troy ounce. Sementara itu, emas berjangka Comex kontrak April 2024 ditutup menguat 0,92% atau 18,70 poin ke level US$2.049,4 per troy ounce.

Indeks dolar AS turun tipis 0,1% dan menuju penurunan mingguan pertama dalam hampir dua bulan terakhir. Investor mengambil jeda dari reli yang dibangun di atas ekspektasi bahwa The Fed akan menunda penurunan suku bunga. Imbal hasil Treasury AS teor 10 tahun juga melemah ke 4,251% pada Jumat, membuat emas batangan yang dijual dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pembeli di luar negeri.

Baca Juga: Kilau Emas Meredup, Mampukah Rebound Lagi?

Analis pasar senior RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan harga emas menguat terutama karena dolar AS yang bergerak sedikit lebih lemah. “Saat ini pasar logam mulia sedang mengalami tekanan, namun ada banyak pembelian safe haven meskipun suku bunga masih tinggi,” kata Haberkorn seperti dikutip Reuters, Sabtu (24/2). 

Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan, bahwa dia tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga, sehingga memperkuat spekulasi investor terhadap penurunan suku bunga AS sebelum Juni. 

Baca Juga: Harga Komoditas Emas Hitam Lemah, Prospek Saham Batu Bara Menanti Kebijakan Presiden Baru

Adapun risalah pertemuan FOMC terbaru menunjukkan sebagian besar pejabat pada pertemuan terakhir The Fed khawatir dengan risiko penurunan suku bunga yang terlalu cepat.

Data inflasi AS terbaru yang menunjukkan indeks harga konsumen dan produsen AS yang lebih tinggi dari perkiraan juga memupus spekulasi penurunan suku bunga lebih awal, yang semakin membebani emas. Seperti diketahui, suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik memegang emas batangan yang tidak memberikan return. 

“Komentar yang lebih hawkish dari pejabat Fed semalam telah menjadi hambatan kecil untuk logam mulia,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.