Harga Emas Tertekan Pengumuman Tapering

Harga emas tertekan di pasar global jelang pengumuman soal tapering. Simak uraiannya.

Mutiara Nabila

3 Nov 2021 - 18.39
A-
A+
Harga Emas Tertekan Pengumuman Tapering

Harga emas tertekan di pasar global jelang pengumuman soal tapering. (Antara)

Bisnis, JAKARTA— Harga emas tertekan di pasar global jelang pengumuman soal tapering oleh bank sentral Amerika Serikat.

Dikutip dari Markets Insider, Rabu (3/11/2021) pukul 18:31 WIB, harga minyak menyentuh US$1.785,62 per troy ounce atau terkoreksi 0,07 persen. Pada perdagangan hari ini, harga emas sempat menyentuh titik tertingginya yakni US$1.787,38 per troy ounce setelah dibuka pada US$1.786,78.

Tim Analis Monex Investindo Futures mengatakan pada perdagangan hari ini, emas sangat terpengaruh oleh kinerja dolar Amerika Serikat (AS). Dia menyebut pergerakan emas berada pada rentang level support US$1.776 hingga US$1.771 per troy ounce dan level resistance pada rentang US$1.785 hingga US$1.792 per troy ounce.

“Dolar AS yang mampu menguat di sesi Eropa berpeluang menekan turun harga emas,” ujarnya dalam hasil risetnya.

Tim Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menyebut pelaku pasar mengantisipasi pernyataan dari bank sentral AS sehingga harga emas tertekan.

 “Harga emas mengalami tekanan pada sesi perdagangan hari ini. Pelemahan harga emas tersebut terlihat terjadi akibat para pelaku pasar yang relatif menutup posisinya untuk mengantisipasi hasil pertemuan The Fed tengah malam nanti,” jelasnya.

Hasil rapat The Fed malam ini akan menjadi sentimen terpenting pasar, dengan kondisi saat ini pasar terlihat masih mengharapkan adanya perubahan kebijakan moneter.

Adapun, kebijakan yang diharapkan antara lain kenaikan suku bunga AS atau mengharapkan perubahan tingkat pemberian stimulus yang sebelumnya digelontorkan oleh The Fed untuk meredam dampak dari penyebaran Covid-19 pada 2020.

Perubahan kebijakan moneter AS dapat menggerakan tingkat imbal hasil obligasi AS yang membuat aset emas kurang bersinar karena obligasi AS akan dapat memiliki imbal hasil yang lebih baik dibandingkan aset emas.

Tim riset ICDX memperkirakan gerak harga emas berada di bawah zona resistance di area US$1.787 dan support berada di area US$1.775 hingga US$1.770.

Sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$1.790 hingga ke US$1.800. Adapun, untuk support terjauh berada di sekitar US$1.765 per troy ounce.

The Fed diperkirakan akan menyetujui rencana untuk mengurangi program pembelian obligasi pada Rabu, ketika menyimpulkan pertemuan kebijakan dua harinya.

"Saya perkirakan The Fed akan mengumumkan dimulainya tapering tetapi saya tidak melihat mereka memberikan waktu spesifik seputar kenaikan suku bunga," kata Carsten Fritsch, analis komoditas di Commerzbank seperti dikutip Antara.

Dia menuturkan tekanan kali ini merupakan bentuk kekecewaan pelaku pasar yang berharap sentimen bullish sehingga harga emas bisa melaju melampaui US$1.800 per troy ounce.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya menguat, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pasar juga akan mengawasi pertemuan kebijakan bank sentral Inggris (BoE) pada Kamis (4/11/2021).

"Minggu depan bisa bergejolak untuk harga emas ... logam kuning kemungkinan akan dipengaruhi oleh pergerakan dolar, imbal hasil obligasi pemerintah, ekspektasi inflasi dan sentimen risiko global," Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM, mengatakan dalam sebuah catatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Duwi Setiya Ariyant*

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.