Harga Hidrogen Hijau PLN Lebih Murah dari Isi Daya Kendaraan Listrik

Harga hidrogen yang terjangkau merupakan hasil dari upaya integrasi rantai pasok yang dilakukan oleh PLN. Green Hydrogen tersebut berasal dari beberapa pembangkit milik PLN yang mampu memproduksi hidrogen hingga 128 ton.

Redaksi

23 Feb 2024 - 18.37
A-
A+
Harga Hidrogen Hijau PLN Lebih Murah dari Isi Daya Kendaraan Listrik

JAKARTA - PT PLN (Persero) meresmikan hydrogen refueling station pertama di kawasan Senayan, Jakarta (21/2/2024). Bahan bakar hijau ini diklaim lebih hemat dibandingkan dengan pengisian daya baterai kendaraan listrik.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan HRS pertama di Indonesia tersebut mampu memasok kebutuhan daya bagi 438 mobil hidrogen per tahun dengan jarak tempuh 100 km per harinya.

“Jika menggunakan bensin dan solar, satu kilometer (km) biayanya Rp1.300. Kalau menggunakan electric vehicle (EV), biayanya bisa mencapai Rp350 hingga Rp550 per km. Khusus hidrogen dari PLN, biayanya hanya sekitar Rp270 per km, jadi sangat murah,” katanya melalui keterangan resmi, Jumat (23/2/2024).

Dia menyebutkan bahwa kendaraan yang menggunakan hidrogen PLN tidak memiliki emisi berkat produksi hidrogen yang 100% yang berasal dari energi baru terbarukan (EBT).

Harga hidrogen yang terjangkau merupakan hasil dari upaya integrasi rantai pasok yang dilakukan oleh PLN. Green Hydrogen tersebut berasal dari beberapa pembangkit milik PLN yang mampu memproduksi hidrogen hingga 128 ton.

Kata dia, PLN siap berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk bekerja sama dengan pemerintah dalam penggunaan bus hidrogen sebagai transportasi publik. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penggunaan kendaraan hidrogen secara masif.

“Kami siap mendorong ini menjadi perubahan lifestyle yang futuristik, berbasis pada sistem digital, lebih hemat dan ramah lingkungan,” ujar Darmawan.

PENYUPLAI UTAMA

Adapun hidrogen hijau tersebut disalurkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Kamojang Jawa Barat. Pembangkit tersebut kini resmi menjadi penghasil hidrogen hijau berbasis panas bumi pertama di Asia Tenggara. 

Green hydrogen plant (GHP) pada pembangkit energi baru terbarukan (EBT) ini menjadi GHP ke-22 yang dibangun PT PLN (Persero). Pembangkit ini memasok hidrogen hijau untuk Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan telah resmi beroperasi.

Hidrogen hijau berbasis panas bumi tersebut dihasilkan dari air kondensasi dari proses produksi listrik PLTP Kamojang. PLN berencana menambah kapasitas GHP di PLTP Kamojang sehingga produksi hidrogennya semakin besar. 

"Kita ingin mencoba hidrogen hijau dari proses produksi energi baru dan terbarukan murni. Maka, kita membangun GHP di PLTP Kamojang, ada tambahan sekitar 4,3 ton per tahun," tutur Darmawan.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan hidrogen sebagai transportasi masa depan lebih hemat jika dibandingkan dengan kendaraan berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM), bahkan kendaraan listrik. Hal tersebut disampaikannya ketika meresmikan _Hydrogen Refueling Station_ (HRS) di Kawasan Senayan, Jakarta pada Rabu (21/2/2023)./Dok PLN

Dengan beroperasinya GHP di PLTP Kamojang, saat ini PLN telah memiliki 22 GHP tersebar di Indonesia yang bisa memproduksi 203 ton hidrogen hijau per tahun. 

Dari total produksi 203 ton, 75 ton hidrogen akan digunakan untuk kebutuhan operasional pembangkit. Sedangkan, 128 ton lainnha bakal digunakan untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan hidrogen.

Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eniya Listiani Dewi mendukung PLN menghadirkan HRS sebagai inovasi dalam mendukung transformasi hijau di sektor transportasi. Eniya pun mendorong ekosistem hidrogen hijau terus ditingkatkan searah dengan tingginya permintaan publik untuk transportasi yang ramah lingkungan.

"Ini merupakan momen bersejarah untuk mencapai Indonesia emas 2045, yang bukan hanya maju tetapi juga bersih dan berkelanjutan. Ke depan masih banyak PR-nya melengkapi ekosistem sekaligus demand-nya tadi. Transportasi publik tentunya akan kita dorong seperti bus dan juga kapal," jelas Eniya. (Muhammad Nishfi Azriel)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.