Harga Minyak di Bawah US$ 85 per Barel Jelang Pertemuan OPEC+

Investor menantikan keputusan OPEC+ terkait penambahan produksi dan rilis data persediaan minyak AS.

Aprianto Cahyo

3 Nov 2021 - 07.42
A-
A+
Harga Minyak di Bawah US$ 85 per Barel Jelang Pertemuan OPEC+

Ilustrasi. Fasilitas produksi Blok Migas. - Istimewa/Dok: SKK Migas

Bisnis, JAKARTA - Pelaku pasar tengah menanti rilis data stok bahan bakar Amerika Serikat (AS) dan pertemuan penting Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, atau OPEC+. Aksi tunggu tersebut pun menekan harga minyak pada Rabu (3/11/2021) pagi waktu Indonesia.

Dilansir dari Antara, harga mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 0,14 poin atau 0,2 persen ke level US$83,91 per barel. WTI telah turun lebih dari US$1, namun kemudian sedikit naik untuk memulihkan penurunan harga.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,1 poin ke level US$84,72 per barel. Sebelumnya Brent telah diperdagangkan di wilayah negatif.

Laju harga minyak saat ini dipengaruhi oleh rilis laporan pasokan mingguan AS yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah. Analis memperkirakan data persediaan minyak mentah mingguan AS menunjukkan kenaikan 1,6 juta barel.

Kelompok industri American Petroleum Institute (API) akan merilis yang pertama dari dua laporan pasokan minggu ini pada pukul 20.30 GMT. "Ada sedikit ketidakpastian tentang OPEC dan itu menahan pasar. Tapi kami masih dalam tren naik yang kuat,” kata analis Price Futures Group Phil Flynn. 

Di sisi lain, pelaku pasar juga melihat ke arah pertemuan OPEC+ pada Kamis (4/11/2021). Harga minyak pun diperdagangkan di bawah US$85 per barel, tetapi masih mendekati level tertinggi tiga tahun dalam perdagangan berfluktuasi.

Harga Brent telah melonjak lebih dari 60 persen pada tahun 2021. Brent mencapai level tertinggi tiga tahun di US$86,70 pekan lalu karena permintaan global telah pulih dan OPEC+ lambat untuk melepas pemangkasan produksi.

Negara-negara konsumen telah menekan OPEC+ untuk berbuat lebih banyak guna mendinginkan pasar. Tetapi pada pertemuan Kamis (4/11/2021), aliansi tersebut diperkirakan akan tetap pada rencananya untuk meningkatkan produksi bulanan secara bertahap sebesar 400.000 barel per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.