Free

Harga Minyak Mentah RI Menguat di Tengah Pasokan Ketat Dunia

Rencana pengenaan sanksi terhadap minyak Rusia diperkirakan akan memperketat pasokan minyak mentah global menjelang akhir tahun ini juga menjadi faktor penguat harga minyak mentah RI pada Oktober 2022.

Ibeth Nurbaiti

4 Nov 2022 - 14.00
A-
A+
Harga Minyak Mentah RI Menguat di Tengah Pasokan Ketat Dunia

Aktivitas pengeboran di salah satu wilayah kerja offshore (lepas pantai) yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi./Istimewa-Dok.Pertamina

Bisnis, JAKARTA — Perkembangan harga rata-rata minyak mentah Indonesia pada Oktober 2022 menguat di tengah kekhwatiran pasokan ketat minyak mentah global.

Berdasarkan perhitungan formula Indonesian Crude Price (ICP), rata-rata ICP Oktober 2022 mencapai US$89,10 per barel atau naik US$3,03 per barel dari US$86,07 per barel pada September 2022.

Baca juga: Lampu Kuning Harga Minyak Mentah Indonesia

Penetapan rata-rata ICP Oktober 2022 tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 151.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Oktober 2022 yang diteken 1 November 2022.

“Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Oktober 2022 ditetapkan sebesar US$89,10 per barel,” demikian bunyi diktum keempat aturan tersebut seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (3/11/2022).

Baca juga: Gerak Cepat Pemerintah Cairkan Dana Kompensasi Harga BBM Subsidi

Beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional, antara lain kekhawatiran pasar akan kurangnya pasokan minyak mentah global seiring pengumuman OPEC+ tentang pengurangan pasokan terbesar sejak pandemi Covid-19 pada 2020.

Selain itu, rencana pengenaan sanksi terhadap minyak Rusia diperkirakan akan memperketat pasokan minyak mentah global menjelang akhir tahun ini juga menjadi faktor penguat harga minyak mentah RI pada Oktober 2022.


“Selain itu, ekspor minyak mentah AS melonjak ke rekor tertinggi 5,1 juta barel per hari, terutama menuju Eropa menjelang pengenaan sanksi atas perdagangan minyak mentah Rusia. Peningkatan ekspor mengindikasikan ketahanan permintaan global meskipun terjadi peningkatan inflasi dan suku bunga,” dikutip dari Executive Summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia.

Kenaikan harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar dolar AS seiring dengan peningkatan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve AS akan mengurangi sikap agresifnya pada kenaikan suku bunga.

Baca juga: Krisis Batu Bara PLTU Membuat BPP Listrik PLN Membengkak

“IHS Markit dalam laporan bulan Oktober 2022 bahwa proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global sebesar 100,5 juta barel per hari, naik 300.000 barel per hari dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya,” kata Tim Harga Minyak Indonesia.

Sementara itu, terkait dengan pasokan minyak mentah dunia, kesepakatan OPEC+ melakukan pemangkasan produksi sebesar 2 juta barel per hari mulai November 2022.

Baca juga: Pertamina Kian Agresif Berburu Cadangan Minyak Lepas Pantai

Berdasarkan laporan OPEC Oktober 2022, terdapat revisi penurunan proyeksi suplai minyak non-OPEC pada 2022 sebesar 18.000 barel per hari menjadi 65,6 juta barel per hari, dibandingkan dengan proyeksi laporan bulan sebelumnya.

IHS Markit dalam laporan bulan Oktober 2022, menurunkan proyeksi pertumbuhan pasokan minyak mentah OPEC sebesar 1 juta barel per hari pada kuartal IV/2022 dibandingkan dengan proyeksi laporan bulan sebelumnya menjadi 2,6 juta barel per hari.

“Peningkatan oil throughput kilang di pantai timur AS menjadi sebesar 102,5 persen dari kapasitas.”


Selanjutnya, berdasarkan Laporan Mingguan EIA (U.S. Energy Information Administration), terdapat penurunan stok distillate Amerika Serikat pada Oktober 2022 sebesar 8 juta barel menjadi 106,4 juta barel dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh peningkatan impor minyak mentah China seiring dengan peningkatan aktivitas kilang yang mengantisipasi peningkatan permintaan bahan bakar di Eropa dan OPEC dalam laporan Oktober 2022 bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Jepang naik sebesar 0,1 persen menjadi 1,5 persen dibandingkan dengaan proyeksi bulan sebelumnya. (Nyoman Ary Wahyudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.