Free

Harga Stabil, Rumah di Atas Rp1 Miliar Paling Dicari

Rumah,com mengungkapkan bahwa sepanjang 3 bulan terakhir tahun lalu harga perumahan relatif stabil di tengah menyusutnya jumlah proyek baru dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

M. Syahran W. Lubis

9 Mar 2022 - 23.32
A-
A+
Harga Stabil, Rumah di Atas Rp1 Miliar Paling Dicari

Ilustrasi perumahan./Bisnis

Bisnis, JAKARTA – Rumah.com, bagian dari perusahaan teknologi PropertyGuru yang berbasis di Singapura, telah menerbitkan Rumah.com Indonesia Property Market Report Q1 2022, yang menyoroti perkembangan perumahan sepanjang 3 bulan terakhir 2021.

Dalam laporan itu, Rumah.com menyebutkan bahwa indeks pada kuartal keempat (Q4) 2021 menunjukkan harga properti stabil dan terjadi penurunan pada suplai properti. Meski demikian, permintaan meningkat.

Langkah menahan kenaikan harga dan pasokan merupakan antisipasi para penyedia suplai atau penjual terhadap siklus pasar properti tahunan. Masyarakat cenderung memprioritaskan pengeluaran untuk liburan dan belanja barang konsumsi pada akhir tahun, sehingga menaikkan harga ataupun menambah pasokan dipastikan semakin mengurangi minat beli rumah pada ujung tahun lalu.

Kawasan Sawangan dan Pancoran Mas di Kota Depok terlihat cukup cemerlang pada Q4 2021, dibandingkan dengan Cinere yang sebelumnya cukup populer di Jabodetabek. Hunian di kedua area itu tampaknya lebih terjangkau, lengkap, dan mudah diakses, sehingga banyak diminati konsumen.

Dengan situasi ekonomi nasional yang semakin stabil, permintaan terhadap properti bisa kembali naik pada 2022, karena stimulus pemerintah pusat terkait potongan pajak pertambahan nilai (PPN) dan uang muka (DP) 0% masih berlaku.

Menurut Rumah.com, pasar properti tetap berada dalam kondisi buyer’s market yang memanjakan konsumen meskipun keuntungan yang didapat tidak sebesar pada kuartal sebelumnya.

Harga Kembali Naik

Data Rumah.com Indonesia Property Sales Market Index menunjukkan adanya kenaikan baik secara kuartalan maupun tahunan dari sisi harga di sepanjang 2021, meski tren itu menunjukkan perlambatan pada Q4 2021.

Perlambatan itu masih terlihat normal, sesuai dengan siklus properti tahunan. Pada Q4 2021, para penyedia suplai mengantisipasi aktivitas konsumen yang lebih banyak memfokuskan pengeluarannya untuk liburan maupun belanja barang konsumsi.

Bagi konsumen, tahun ini mungkin akan menjadi kesempatan terakhir untuk mendapatkan hunian dengan harga terbaik. Tren harga dan suplai sejak 2020 mengindikasikan optimisme penjual dan penyedia suplai untuk kembali menaikkan harga, setelah sebelumnya menahan pada margin terendah.

Indeks harga properti di Indonesia stabil setelah tumbuh signifikan pada Q2 2021 sebesar 2,29% quarter-to-quarter (qtq) dan Q3 2021 sebesar 1,79% qtq. Situasi ini disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan harga rumah tapak dan apartemen pada Q4 2021.

Sementara itu, indeks suplai turun sebesar secara kuartalan. Penurunan suplai terjadi baik pada rumah maupun apartemen.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2021 mencapai 5% yoy, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Seiring dengan kenaikan tersebut, data permintaan properti di Rumah.com pada kuartal yang sama juga menunjukkan kenaikan 4,7% qtq dan 5,5% yoy.

“Pasar properti biasanya mengalami penurunan permintaan pada kuartal genap karena pengeluaran masyarakat cenderung membengkak untuk belanja dan liburan. Permintaan yang justru meningkat pada kuartal IV ini menjadi indikasi yang baik bagi pasar properti nasional,” tulis laporan tersebut.

Harga di Atas Rp1 Miliar

Sementara itu, data pencarian properti di Rumah.com didominasi oleh pencarian untuk hunian dengan harga di atas Rp1 miliar, yaitu 52% dari total pencarian. Kepercayaan diri pada pasar menengah ke atas ini juga indikasi makin pulihnya situasi pasar properti dan ekonomi nasional. 

Selanjutnya keputusan pemerintah memperpanjang insentif PPN hingga akhir September 2022 dengan potongan yang lebih kecil yaitu 50% untuk rumah dengan harga di bawah Rp2 miliar dan 25% untuk rumah dengan harga Rp2 miliar hingga Rp5 miliar juga menjadi angin segar untuk bisnis perumahan.

Kebijakan uang muka alias DP 0% juga akan diberlakukan hingga Desember 2022. Sayangnya, kebijakan potongan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tidak dilanjutkan oleh pemerintah daerah.

Perkembangan positif lainnya adalah bunga acuan BI 7DRR per Desember 2021 juga masih di level 3,5%, ketika suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) turun 6 bps ke 8,05% dan suku bunga kredit pemilikan apartemen (KPA) turun 6 bps ke 7,94%.

Dari sisi wilayah, dibandingkan dengan kota-kota lain di Jabodetabek, Kota Depok mencatat kenaikan baik pada Indeks Harga, Suplai, maupun Permintaan pada Q4 2021.

Konsumen tidak lagi terpaku pada Cinere yang selama ini menjadi primadona di Kota Depok. Pada Q4 2021, Kenaikan Indeks Harga properti di Pancoran Mas dan Sawangan menunjukkan wilayah ini akan menjadi kawasan sunrise property di Kota Depok.

Kenaikan harga di Pancoran Mas tampaknya didorong oleh keberadaan gerbang tol tepat di dalam area kecamatan. Akses yang lebih dekat dengan pusat kegiatan Kota Depok di Margonda Raya juga menguntungkan pemilik hunian di Pancoran Mas. 

Sementara itu, di Sawangan, selain median harga properti yang relatif rendah, keberadaan kawasan terpadu dan kota mandiri seperti The Park, Gardens Grha Sawangan, Citra Raya, dan Alam Sutera menarik banyak konsumen untuk membeli hunian di sekitar Sawangan.

Keberadaan tol Serpong–Pamulang, Depok–Antasari, dan Cimanggis–Kukusan yang dioperasikan baru-baru ini mendongkrak popularitas Sawangan dan Pancoran Mas.

Meski demikian, Cinere tetap memiliki potensi yang patut diperhitungkan konsumen. Penurunan indeks harga bisa menjadi peluang untuk mendapatkan hunian dengan harga yang lebih terjangkau. Tren ini sudah berlangsung selama 6 bulan terakhir. (Grafik-grafik: Rumah.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: M. Syahran W. Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.