Hari Pahlawan dan Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jabar

Monumen Perjuangan Covid-19 Jabar merupakan salah satu bentuk Pemda Provinsi Jabar menghargai perjuangan para tenaga kesehatan, relawan, dan ASN yang terlibat dalam penanganan pandemi.

Redaksi

7 Nov 2021 - 23.19
A-
A+
Hari Pahlawan dan Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jabar

Monumen Perjuangan Covid-19 Jabar. Terdapat nama-nama para tenaga kesehatan, relawan maupun ASN yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Jabar yang dipahat di dua sisi kiri dan kanan gerbang monumen. Bisnis.com

Bisnis, BANDUNG — Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan membuka Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 yang terletak di Jalan Surapati, Kota Bandung.

Pembukaan Monumen Perjuangan Covid-19 Jabar tersebut rencananya akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 10 November 2021.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Dedi Taufik optimistis Presiden Joko Widodo akan hadir langsung meresmikan Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jabar yang merupakan bagian dari kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar.

“Jadi mulai penyambutan Presiden dikemas dalam sebuah kesenian, dan kemudian juga nanti diakhiri dengan pembacaan puisi melibatkan para budayawan. Selain itu ada teman-teman seniman lain yang mengisi,” ujarnya, dikutip Minggu (7/11/2021).

Meski demikian, Dedi juga tetap menyiapkan rancangan jika Presiden Jokowi hadir secara daring. “Kami juga siapkan secara hybrid, offline dan online. Nanti kita lakukan apabila Bapak Presiden tidak bisa hadir,” katanya.

Monumen Perjuangan Covid-19 Jabar merupakan salah satu bentuk Pemda Provinsi Jabar menghargai perjuangan para tenaga kesehatan, relawan, dan ASN yang terlibat dalam penanganan pandemi.

Selain itu, melaui monumen masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut diajak untuk bersama-sama merenungkan dan terus berupaya meminimalisasi kasus Covid-19 di Jabar.

Dalam monumen tersebut terdapat nama-nama para tenaga kesehatan, relawan maupun ASN yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Jabar yang dipahat di dua sisi kiri dan kanan gerbang monumen.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Boy Iman Nugraha, Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 sendiri termasuk segmen pertama di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, bersama dengan Kawasan Gasibu dalam areal Welcome Plaza.

Sementara segmen kedua adalah Griya Kriya atau tempat promosi, kemudian segmen ketiga Ruang Festival, dan segmen keempat adalah Monumen Perjuangan Rakyat Jabar di Jalan Dipatiukur sebagai induknya.

“Pembangunan monumen ini sudah direncanakan sejak 2013—2014 lalu. Pemda Provinsi Jabar sudah merencanakan merevitalisasi kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dan Gasibu. Kemudian bersamaan dengan PON 2016 kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dengan Gasibu dijadikan teupas [etalase] Jawa Barat,” ujar Boy, Minggu (7/11/2021).

Menurut dia, kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat plus Gasibu itu sudah dikelola dan ditata sejak 2014—2016. Namun, hingga 2016 hanya Gasibu yang selesai.

Boy menyebutkan bahwa ada 291 nama yang akan tercatat di Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jabar, 44 nakes di antaranya berstatus sebagai aparatur sipil negara.

Monumen diperuntukkan sebagai pengingat untuk semua bahwa menangani pandemi tidak mudah dan butuh pengorbanan termasuk jiwa.

“Jadi ada dua esensi. Satu sebagai penghargaan terhadap dedikasi, yang kedua adalah sebagai tempat perenungan bagi kita bahwa Covid-19 harus dihadapi bersama oleh kita semua dengan menjaga protokol kesehatan, menjaga diri kita, menjaga keluarga kita, menjaga lingkungan kita untuk tetap sehat,” kata Boy. (K57)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti*

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.