Hari Pers Nasional; Para Taipan yang Pernah jadi Jurnalis

Menyambut hari pers nasional, simak sederet konglomerat Tanah Air dan luar negeri yang pernah menjadi jurnalis.

Jaffry Prabu Prakoso

9 Feb 2023 - 13.36
A-
A+
Hari Pers Nasional; Para Taipan yang Pernah jadi Jurnalis

Para jurnalis sedang mewawancarai Menteri Keuangan Sri Mulyani di kompleks DPR RI. /Bisnis-Wibi Pangestu Pratama

Bisnis, JAKARTA – Tanggal 9 Februari merupakan peringatan hari pers nasional. Di hari yang sama, insan pers nasional memperingati terbentuknya Persatuan Wartawan Indonesia.


Saat ini, jumlah media di Indonesia sudah ratusan. Artinya, profesi wartawan sudah lumayan banyak. Beberapa konglomerat Tanah Air dan dunia juga ternyata pernah menjadi jurnalis.


Berikut daftar para konglomerat nasional dan dunia yang pernah jadi jurnalis dikutip dari berbagai sumber.



John Riady. /Bisnis-Abdullah Azzam



1. John Riady


Yang pertama adalah bos Grup Lippo, John Riady. Berdasarkan Forbes, harta kekayaan keluarga Riady mencapai US$1,4 miliar atau setara dengan Rp20,95 triliun.


Kekayaan tersebut berasal dari grup bisnis yang telah terdiversifikasi, mulai dari properti, ritel, kesehatan, media, hingga pendidikan.


Usai menyelesaikan gelar sarjananya pada 2006, John memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan bekerja di media rintisan milik sang keluarga. 


Baca juga: Daftar 10 Pengusaha Minyak Terkaya di Dunia


Melansir dari LinkedIn, posisinya saat itu sebagai Editor dari The Jakarta Globe, sebuah majalah berbahasa Inggris yang berbasis di Jakarta. 


“Saya terlibat dalam sejumlah publikasi media. Saya sadar bekerja sebagai jurnalis, saya lebih memiliki banyak wawasan dan perspektif soal negara. Bagi saya itu adalah suatu yang menarik,” jelasnya. 


Dia merasa dengan semakin dirinya mendalami suatu permasalahan, makin dirinya merasa tidak tahu apa-apa. John pun kembali ke Amerika pada tahun 2008 untuk bisa mempelajari secara lebih komprehensif soal perpolitikan dan ketatanegaraan suatu wilayah. 


2. Rupert Murdoch


Keith Rupert Murdoch adalah pemilik News Corporation, salah satu perusahaan media terbesar dan paling berpengaruh di dunia.


Perusahaan yang dimiliki News di antaranya adalah Fox News, 20th Century Fox (1985), The Wall Street Journal (2007) dan HarperCollins (1989) di Amerika Serikat dan BSkyB (1990) di Britania Raya. 


Murdoch dipersiapkan untuk memasuki dunia penerbitan sejak usia sangat muda. Masa mudanya yang suka bersenang-senang tiba-tiba berakhir ketika ayahnya tiba-tiba meninggal dunia pada tahun 1952, meninggalkan putranya sebagai pemilik surat kabar Adelaide, News, dan Sunday Mail.


Baca juga: Daftar Konglomerat Pemilik Jalan Tol di Indonesia


Setelah mempersiapkan diri dengan magang singkat di bawah Lord Beaverbrook di Daily Express di London, pada tahun 1953, Murdoch yang berusia 22 tahun kembali ke Australia untuk mengambil alih surat-surat ayahnya.


Setelah menguasai Sunday Mail dan News, Murdoch membenamkan dirinya dalam semua aspek operasi harian surat kabar.


Dia menulis berita utama, mendesain ulang tata letak halaman, dan bekerja di pengaturan huruf dan ruang percetakan.


Dia dengan cepat mengubah berita menjadi kronik kejahatan, seks, dan skandal. Meskipun perubahan ini kontroversial, sirkulasi surat kabar itu melonjak.


3. Zhong Shanshan


Orang terkaya di China, Zhong Shanshan, juga adalah mantan seorang jurnalis. Kekayaannya menurut data Forbes saat ini sebesar US$68,1 miliar.


Zhong Shanshan adalah pendiri dan ketua Nongfu Spring, perusahaan air kemasan yang mencatatkan sahamnya di Hong Kong pada September 2020.


Dia kemudian bekerja sebagai pekerja konstruksi, reporter surat kabar, dan agen penjualan minuman sebelum memulai bisnisnya sendiri.


Zhong juga mengendalikan Apotek Biologi Beijing Wantai, yang membuat tes diagnostik cepat untuk penyakit menular termasuk Covid-19.


Setelah lulus, dia bekerja sebagai wartawan untuk Harian Zhejiang. Pada tahun 1988, Zhong memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan pindah ke provinsi Pulau.


Di sana, dia pertama kali mendirikan surat kabar Pacific Post. Setelah usahanya gagal, dia memulai bisnis jamur.


4. Wu Yajun


Wu Yajun, pendiri dan Ketua Longfor Properties, adalah wanita terkaya di China dan orang paling kaya kelima di negara itu, dengan kekayaan bersih sebesar 4,4 miliar dolar AS.


Dulunya, wanita terkaya kedua di China ini benar-benar bekerja di sebuah pabrik selama beberapa tahun di tahun 80’an. Keputusannya untuk beralih ke jurnalisme pada tahun 1988 merupakan titik balik penting dalam kariernya.


Selama setengah dekade berikutnya, dia bekerja sebagai reporter dan editor di kampung halamannya di China Shirong News sebuah surat kabar yang dikendalikan langsung oleh Biro Konstruksi Chongqing.


Masa jabatannya dalam profesi media berperan penting dalam memaparkannya kepada para penggerak dan pengguncang di antara para pemain real estate dan pembuat kebijakan di kawasan ini. (Mia Chitra Dinisari)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.