Hati-hati! Polusi Udara Ancam Kesehatan Mental Anak-anak

Udara Jakarta berpolusi. Hal itu sudah lama diketahui. Namun, satu hal baru yang mesti diwaspadai, ternyata polusi udara membahayakan kesehatan mental anak-anak.

Redaksi

29 Nov 2021 - 17.17
A-
A+
Hati-hati! Polusi Udara Ancam Kesehatan Mental Anak-anak

Polusi udara Jakarta./Reuters

Bisnis, JAKARTA – Satu studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives menunjukkan bahwa paparan polusi udara dapat memicu gangguan kejiwaan pada anak-anak.

Hasil yang mengkhawatirkan berdasarkan penelitian itu adalah paparan jangka pendek sekali pun dapat berkontribusi terhadap kecemasan mereka dan meningkatkan risiko bunuh diri.

"Studi itu adalah yang pertama menunjukkan hubungan antara tingkat polusi udara harian di luar ruangan dan peningkatan gejala gangguan kejiwaan, seperti kecemasan dan bunuh diri, pada anak-anak," kata Cole Brokamp, ​​penulis utama studi dan peneliti di Cincinnati Children's Hospital Medical Center sebagaimana ditulis Medical Daily.

Menurut studi tersebut, anak-anak mulai mengalami perubahan dalam kesehatan mental dalam 1 atau 2 hari setelah terpapar udara yang tercemar. Anak-anak yang tinggal di lingkungan yang kurang beruntung sangat dipengaruhi oleh kualitas udara yang buruk.

Menurut Brokamp, stresor lingkungan berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan risiko gangguan kejiwaan. Temuan itu didukung oleh dua penelitian lainnya yang mengeksplorasi efek polusi udara pada anak-anak.

Satu studi, yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research, menunjukkan bahwa anak-anak mengalami kecemasan setelah terpapar polusi udara karena lalu lintas.

Para peneliti menggunakan neuroimaging untuk menganalisis paparan udara, gangguan metabolisme di otak partisipan dan gejala kecemasan umum mereka.

Anak-anak yang terpapar udara yang tercemar memiliki konsentrasi myo-inositol yang tinggi di otak mereka, sebuah penanda respons neuro-inflamasi terhadap polusi udara.

Hasil penelitian lain dalam Enviromental Research memperluas pemahaman para peneliti, bahwa polusi udara akibat lalu lintas mulai mempengaruhi kesehatan mental anak-anak sejak dini dan berlanjut hingga masa kanak-kanak.

Para peneliti mengatakan partisipan masih melaporkan depresi dan gejala kecemasan ketika mereka mencapai usia 12 tahun. Studi sebelumnya menunjukkan efek polusi udara dapat berlanjut hingga dewasa.

"Secara kolektif, studi-studi ini berkontribusi pada bukti yang berkembang bahwa paparan polusi udara selama awal kehidupan dan masa kanak-kanak dapat berkontribusi pada depresi, kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya di masa remaja," kata Patrick Ryan, penulis studi dan peneliti di Cincinnati Children's.

Namun, dia mencatat butuh lebih banyak penelitian untuk mengkonfirmasi temuan mereka dan menentukan bagaimana polusi udara berkontribusi langsung terhadap gangguan kejiwaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Syahran Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.