Husky-CNOOC Siap Produksi Gas Lapangan MAC di Selat Madura

HCML sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Lapangan MAC juga siap memproduksi gas dengan potensi sebesar 50 juta standar kaki kubik gas per hari (MMscfd).

Ibeth Nurbaiti

18 Apr 2023 - 10.21
A-
A+
Husky-CNOOC Siap Produksi Gas Lapangan MAC di Selat Madura

Peta lokasi Lapangan MAC di Selat Madura yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Istimewa-hcml.co.id

Bisnis, JAKARTA — Lapangan MAC di Selat Madura segera berproduksi di tangan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), sejalan dengan telah dilaksanakannya proses awal pelepasan Mobile Offshore Production Unit (MOPU) ke laut pada Sabtu (14/4/2023).

Dengan peresmian MOPU tersebut menandakan bahwa proses persiapannya di galangan sudah selesai, dan akan dibawa berlayar ke titik instalasinya di Selat Madura. HCML sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di lapangan tersebut juga siap memproduksi gas dengan potensi sebesar 50 juta standar kaki kubik gas per hari (MMscfd).

Baca juga: Menanti Kembalinya Masa Kejayaan Hulu Migas Nasional

“Kami mengupayakan pengembangan Lapangan MAC yang diperkirakan on stream pada kuartal II tahun 2023 sebagai bagian dari upaya kami memberikan sumbangsih kepada NKRI,” kata Jonny Pasaribu, Senior Manager Engineering & Drilling HCML, dalam keterangan dikutip Selasa (18/4/2023).

Dengan mulai berproduksinya Lapangan MAC, imbuhnya, diharapkan dapat meningkatkan produksi gas nasional, mengingat kebutuhan gas di Indonesia yang juga makin besar sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca juga: Tarik-Menarik Kepentingan AS dan Indonesia di Proyek Penghiliran

Untuk diketahui, konversi MOPU yang dilakukan oleh Konsorsium PT Duta Marine dan PT Pakarti Tirtoagung di ASL Yard, Batam, Provinsi Kepulauan Riau tersebut merupakan yang pertama di Indonesia yang diakonversi di dalam negeri.

Di bawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), kata Jonny, HCML dalam bekerja memegang kuat pada komitmen terhadap etika, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan hidup. “Dengan adanya kegiatan peresmian MOPU MAC ini, kami berharap visi itu semakin nyata,” ujarnya.

Sebagai gambaran, HCML menanamkan investasi untuk memaksimalkan produksi dalam jangka waktu 5—7 tahun. Selain itu, HCML juga sudah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan industri pupuk di Gresik dan para pembeli gas lainnya dari Lapangan MAC tersebut.

Baca juga: Eksplorasi Masif dan Agresif Pertamina Hulu Berburu 'Big Fish'

“Nantinya, lifting [produksi siap jual] gas ini akan memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri di Jawa Timur,” tutur Jonny.

Sejak 2017, HCML telah berpengalaman memproduksi gas dan minyak kondensat dari empat sumur di Blok Selat Madura. KKKS ini menjadi salah satu tulang punggung pemenuhan gas di Jawa Timur dengan menyumbang sekitar 30 persen pasokan gas.

Perusahaan tersebut juga memiliki pengalaman mengelola Lapangan BD sebagai fasilitas lepas pantai pertama di Asia yang menghasilkan belerang cair dan melakukan pembongkaran belerang cair, setelah melakukan pemuatan sulfur cair untuk pertama kali pada 2017.

Baca juga: Silang Pendapat Harga Gas Murah Industri Kian Panjang

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro memberikan apresiasi atas keberhasilan HCML menyelesaikan pekerjaan Mobile Offshore Production Unit, mengingat pelaksanaan onstream Lapangan MAC menjadi makin nyata dan diperkirakan bisa dilaksanakan pada kuartal II/2023.

Peresmian Mobile Offshore Production Unit (MOPU) Lapangan MAC di Selat Madura oleh Manager Project MAC HCML Yos Sudarso (dari kanan-kiri), Senior Manager Engineering & Drilling HCML Jonny Pasaribu, Kepala Divisi Manajemen Proyek SKK Migas Syaifudin, dan Manajer Senior Manajemen Proyek SKK Migas Noezran Aswar. Istimewa-Dok.HCML


Menurut Hudi, keberhasilan HCML menyelesaikan proyek Lapangan MAC akan menjadikan fasilitas produksinya menjadi makin terintegrasi dan mencapai utilitas yang optimal. “Peranan HCML nantinya akan semakin kuat, jika pipa gas di Jawa sudah terintegrasi yang saat ini sedang dibangun adalah pipa gas Cirebon—Semarang, sehingga ke depannya HCML dan KKKS di Jawa Timur dapat turut memasok kebutuhan gas di Jawa Barat yang saat ini masih dipasok dari Sumatra,” kata Hudi.

Selain itu, keberhasilan konversi MOPU oleh Konsorsium PT Duta Marine dan PT Pakarti Tirtoagung yang merupakan perusahaan dalam negeri menunjukkan bahwa kontribusi HCML dan komitmennya untuk untuk meningkatkan TKDN dan kapasitas nasional yang selaras dengan target rencana strategi Indonesia Oil & Gas (IOG 4.0) yaitu peningkatan produksi migas nasional turut pula meningkatkan multiplier effect dan lingkungan yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.