IEU-CEPA Ditarget Rampung sebelum Jokowi Lengser

Perundingan IEU-CEPA sudah berlangsung selama 7 tahun, sejak pertama kali melalui joint announcement di Jakarta dan Brussels, Belgia pada Juli 2016.

Ni Luh Anggela

23 Feb 2024 - 16.41
A-
A+
IEU-CEPA Ditarget Rampung sebelum Jokowi Lengser

Petugas memantau pemindahan kontainer ke atas kapal untuk diekspor. /Bisnis

Bisnis, SEMARANG – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menargetkan perundingan pakta kerja sama ekonomi Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) rampung pada 2024.

Jerry mengharapkan, perundingan tersebut dapat diselesaikan sebelum masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir. 

“Kami target tahun ini pasti selesai, sebelum ganti pemerintahan kami harap ini bisa selesai dengan ontime,” kata Jerry usai menghadiri rapat kerja Kemendag 2024, Rabu (21/2/2024).

Perundingan IEU-CEPA sudah berlangsung selama 7 tahun, sejak pertama kali melalui joint announcement di Jakarta, Indonesia dan Brussels, Belgia pada Juli 2016.

Baca juga: Optimisme Mentan Amran Membalik Banjir Impor Jagung

Adapun proses perundingan IEU-CEPA telah memasuki putaran ke-16 pada Desember 2023 di Brussels. Kala itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono mendorong kedua kelompok perunding, dalam hal ini delegasi Indonesia dan Uni Eropa, untuk mengintensifkan komunikasi dan pertemuan agar seluruh isu runding dapat segera diselesaikan.

“Meskipun masih ada permasalahan yang belum terselesaikan, kami yakin kita tetap dapat mencapai kesepakatan yang berkualitas dan saling menguntungkan,” kata Djatmiko dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (21/2/2024).

Pada putaran ini, kedua kelompok perunding telah berhasil mencapai kemajuan, termasuk disepakatinya Bab Penyelesaian Sengketa. Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Perundingan Bilateral Kemendag, Johni Martha menuturkan, bab tersebut merupakan bab kedelapan di bawah perundingan IEU-CEPA yang berhasil disepakati kedua pihak.

 

 

“Kemajuan positif juga terkait hambatan teknis perdagangan dan badan usaha milik negara [BUMN],” jelas Johni.

Dalam putaran ke-16, terdapat 14 isu perundingan yang dibahas. Di antaranya perdagangan barang, klausul antifraud (antipenipuan), perdagangan jasa, perdagangan digital, investasi, penyelesaian sengketa investasi, pengadaan  barang/jasa pemerintah, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, penyelesaian sengketa, ketentuan institusional, BUMN, subsidi, ketentuan asal barang, sistem pangan berkelanjutan, serta hambatan teknis perdagangan. 

Baca juga: 7 Tahun Dibahas, IEU-CEPA Ditarget Rampung Tahun Ini

Johni menuturkan, kedua pihak menunjukkan optimistis dalam mengakselerasi penyelesaian perundingan. “Pada putaran ini, saya melihat kedua pihak berdiskusi dengan semangat kerja sama dan orientasi penyelesaian negosiasi sebagaimana ditargetkan Presiden Joko Widodo dan Presiden Ursula von der Leyen, yakni pada 2024,” jelas Johni.

Sebagaimana diketahui, Jokowi pada mengharapkan agar negosiasi IEU-CEPA dapat segera diselesaikan pada 2024. Hal ini disampaikannya usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Komisi Uni Eropa (UE) Ursula von der Leyen di Hotel Grand Prince, Hiroshima, Jepang, Minggu (21/5/2023). 

“Terkait Indonesia-UE CEPA, Indonesia berharap negosiasi selesai paling lambat tahun depan," katanya dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (21/5/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.