Ifishdeco (IFSH) Teken Kontrak Penyewaan Aset Alat Berat

Emiten pertambangan bijih nikel, PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) menandatangani perjanjian sewa-menyewa aset berupa alat berat dengan PT Ghani Voltron Indonesia (GVI).

Jaffry Prabu Prakoso

29 Sep 2022 - 16.33
A-
A+
Ifishdeco (IFSH) Teken Kontrak Penyewaan Aset Alat Berat

Ilustrasi produk nikel PT Ifishdeco Tbk. (IFSH). /Perseroan

JAKARTA — Emiten pertambangan bijih nikel, PT Ifishdeco Tbk. (IFSH), menandatangani perjanjian sewa-menyewa aset berupa alat berat dengan PT Ghani Voltron Indonesia (GVI) dengan nilai mencapai Rp3,74 miliar.

Direktur Ifishdeco Muhammad Ishaq dan Ineke Kartika Dewi menyebutkan bahwa transaksi tersebut telah ditandatangani pada 26 September 2022, berupa empat unit Sumitomo Crawler Excavator SH350LHD-6 senilai Rp78 juta per unit per bulan, dengan jangka waktu penyewaan selama satu tahun dan dapat diperpanjang kembali.


Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019)./ANTARA-Basri Marzuki


“Tujuan transaksi adalah untuk kegiatan operasional GVI di area tambang wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Patrindo Jaya Makmur,” papar direksi Ifishdeco dalam keterangan resmi, Kamis (29/9/2022).

Perusahaan melakukan aksi korporasi dengan harapan dapat mengoptimalkan alat berat IFSH yang sedang tidak digunakan.

Sebelumnya, IFSH juga tercatat menyewakan alat berat 8 unit Sumitomo Crawler Excavator SH210-6 kepada GVI, dengan nilai Rp45 juta per unit per bulan untuk periode satu tahun. Total dana yang dikantongi IFSH pun mencapai Rp4,32 miliar.


Baca juga: Dampak Jika Indonesia Kalah Gugatan Nikel di WTO


Selain menyewakan alat berat, IFSH melakukan aksi korporasi dengan mendirikan anak usaha di bidang pelayaran dengan nama PT Pelayaran Nikel Nusantara.

Pendirian anak usaha tersebut bekerja sama dengan PT Pelayaran Merah Putih (PMP) yang tertuang dalam nota kesepahaman atau MoU yang telah ditandatangani pada 16 September 2022.


Baca juga: Nikel RI Makin Berkilau di Tengah Gugatan Uni Eropa ke WTO


Nilai transaksi MoU mencapai Rp500 juta untuk investasi pembelian dua unit tugboat dan 330 feet barge.

IFSH akan menempatkan dan menyetorkan modal awal sebagai investasi awal sebesar 60 persen, dan sisanya oleh PMP sebesar 40 persen. 


Kegiatan operasional pertambangan anggota MIND ID./mind.id


Sementara itu,Direktur Ifishdeco Muhammad Ishaq menuturkan, dari sisi finansial perseroan sanggup melampaui target pada 2021. Ke depannya, dalam rencana kerja dan anggaran biaya tahunan (RKAB) Ifishdeco membidik target produksi bijih nikel 2,2 juta metrik ton.

“Sampai sekarang anak perusahaan fokus meningkatkan performa, termasuk untuk target RKAB 2022 sebanyak 2,2 juta,” ujar Ishaq, Kamis (21/4/2022). (Dewi Fadhilah Soemanagara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.