IHSG Anjlok hingga Undervalue, Saatnya Serok?

IHSG melemah cukup dalam pada awal paruh kedua tahun ini, terutama setelah BPS mengumumkan tingkat inflasi Juni 2022 yang berada di atas target Bank Indonesia. Meski ketidakpastian masih tinggi, sejumlah analis menilai kini saat yang tepat untuk mulai mengakumulasi saham murah.

Emanuel Berkah Caesario
Jul 4, 2022 - 12:48 PM
A-
A+
IHSG Anjlok hingga Undervalue, Saatnya Serok?

Ilustrasi kejatuhan pasar saham. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) jatuh hingga sempat menyentuh level 6.500 pagi ini, Senin (4/7), setelah anjlok 3,45 persen pada awal sesi perdagangan, meski akhirnya sukses naik lagi ke level 6.639,17 di akhir perdagangan dengan tingkat koreksi ‘hanya’ 2,28 persen.

Penurunan tajam ini menjadikan tingkat return yang dibukukan IHSG sepanjang tahun ini terhapus hampir seluruhnya. Dengan posisi tersebut, IHSG hanya tercatat meningkat 0,88 persen secara year-to-date (YtD). Kondisi ekonomi global dan domestik yang memburuk menjadi penyebabnya.

Dengan kondisi ini, pertanyaan yang muncul lantas, masih adakah peluang rebound bagi IHSG pada paruh kedua tahun ini? Strategi apa yang sebaiknya dilakukan investor menghadapi pergerakan IHSG yang selama lebih dari sepekan terakhir ini sudah memerah?

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Roger MM, mengatakan bahwa merosotnya IHSG hari ini disebabkan karena situasi pasar yang merespon data ekonomi terkait inflasi domestik yang mencapai 4,35 persen pada Juni 2022, jauh lebih tinggi dibanding Mei 2022 yang hanya 3,55 persen.

Editor: Emanuel Berkah Caesario
company-logo

Lanjutkan Membaca

IHSG Anjlok hingga Undervalue, Saatnya Serok?

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ