IHSG Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan, Kamis (11/11), sebelum akhirnya ditutup naik 0,12% atau 8,19 poin dan parkir pada level 6.691,34.

Bisnis Indonesia Resources Center

11 Nov 2021 - 19.09
A-
A+
IHSG Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa

Papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan, Kamis (11/11), sebelum akhirnya ditutup naik 0,12% atau 8,19 poin dan parkir pada level 6.691,34.

Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.672,03 hingga 6.704,01. IHSG menyentuh level intraday tertinggi sepanjang masa di posisi 6.704, yang sebelumnya dicapai pada 20 Februari 2018 di posisi 6.693,46.

Sektor transportasi dan barang konsumen primer menopang pasar dengan kenaikan paling signifikan masing-masing sebesar 2,19% dan 1,64%.

Tercatat, 248 saham menguat, 271 saham melemah dan 154 saham bergerak ditempat. Selain itu, investor asing juga membukukan net buy atau aksi beli bersih sebesar Rp246,03 miliar di seluruh pasar.

Terlihat investor asing memborong saham perbankan, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) paling banyak diborong investor asing dengan net buy Rp138,32 miliar.

Kemudian diikuti saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan net foreign buy sebesar Rp119,01 miliar dan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp109,26 miliar.

Kinerja IHSG berkebalikan dengan bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup di zona merah setelah rilis data inflasi. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 0,66% ke level 36.079,94, S&P 500 merosot 0,82% ke posisi 4.646,71 dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,66% menjadi 15.622,71.

Indeks harga konsumen (IHK) AS tercatat melesat 6,2% secara tahunan (yoy) atau lebih tinggi dari estimasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan di level 5,9%.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak tahun 1990. Secara bulanan (mtm), IHK AS pada Oktober 2021 naik 0,9% atau di atas estimasi yang berada di level 0,6%.

Selain dari inflasi, kenaikan indeks komposit yang sudah lebih dari 1% sepanjang pekan kedua juga membatasi IHSG untuk naik lebih lanjut. Bahkan diyakini akan ada momentum para pelaku pasar untuk mulai merealisasikan keuntungannya alias profit taking

Indeks Bisnis-27

Tak sejalan dengan indeks acuannya IHSG yang menguat 0,12%,

Indeks Bisnis-27 justru terkoreksi pada akhir perdagangan Kamis (11/11) pasca-menguat beruntun sejal awal pekan kedua.

Indeks Bisnis-27 ditutup melemah 0,26% atau 1,36 poin tertahan di level 515,5. Terdapat 8 saham menguat, 14 saham melemah, dan 5 saham diperdagangkan stagnan.

Saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) menjadi bandul pemberat bagi Indeks Bisnis-27. Saham EMTK turun paling dalam hingga 4,61% atau 95 poin ke level 1.965.

Selain itu, saham emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) juga melemah 2,15% atau 35 poin ke level 1.590. Dua saham emiten semen pun turut memberatkan laju indeks, saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) terkoreksi 1,57% dan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) turun 1,39%.

Di sisi lain, saham big caps PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) masih mampu menguat dan terpantau paling tinggi yaitu sebesar 1,92% menjadi 530.

Selanjutnya saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) naik 1,37% ke level 7.375 dan saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga naik 1,28% parkir di 2.370

Energi

Pada penutupan perdagangan Kamis (11/11) indeks sektor energi berada di zona hijau, naik ke level 1.036,53 atau menguat 0,67%.

Penguatan sektoral dipimpin oleh PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) yang melejit 24,22% ke level Rp3.180, Lalu saham PT Rigs Tenders Tbk. (RIGS) melesat 11,11% ke level Rp400 dan saham PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) naik 7,91% ke level Rp382.

Penguatan tersebut ditopang dari sentimen harga minyak dunia yang kembali melanjutkan penguatannya. Tercatat harga minyak Brent naik 0,13% menjadi US$82,73/barel, sementara pada minyak WTI menguat 0,22% menjadi US$81,52/barel pada pukul 15.30 WIB.

Naiknya harga minyak dunia terjadi setelah  Amerika Serikat (AS) mencabut pembatasan perjalanan. Selain itu, tanda-tanda lain dari pemulihan global pascapandemi mendorong prospek permintaan sementara pasokan tetap ketat sehingga harga minyak masih menanjak.

Barang Konsumen Primer

Pada perdagangan Kamis (11/11), indeks sektor barang konsumen primer ditutup menguat 1,64% di level 698,78.

Saham yang mendorong penguatan ialah PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) melejit 21,43% ke level Rp68, Kemudian diikuti saham PT Mustika Ratu Tbk. (MRAT) melesat 13,18% ke level Rp292 dan saham PT Dharma Samudera Fishing Tbk. (DSFI) naik 7,27% ke level Rp118.

Sentimen positif datang dari tren peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) akan terus berlanjut hingga akhir 2021, sejalan dengan mobilitas masyarakat yang mulai meningkat.

Bank Indonesia mencatat IKK pada Oktober 2021 mencapai 113,4, kembali berada pada zona optimistis setelah tiga bulan sebelumnya tercatat berada pada zona pesimistis. Peningkatan IKK pada periode tersebut merupakan level tertinggi sejak April 2020.

Peningkatan IKK pun dipengaruhi oleh peningkatan indeks kondisi ekonomi saat ini dan indeks ekspektasi kondisi ekonomi.

Barang Konsumen Non-Primer

Pada penutupan perdagangan Kamis (11/11), indeks sektor barang konsumen non-primer ditutup melemah 0,26% ke level 876,34.

Pelemahan sektor ini dipimpin oleh saham PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. (PTSP) anjlok 6,93%, ke level Rp5.375, diikuti saham PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk. (SCNP) merosot 6,92% ke level Rp242 dan saham PT Arkadia Digital Media Tbk. (DIGI) drop 6,82% ke level Rp246.

Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja penjualan eceran mengalami kontraksi pada September 2021. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tercatat sebesar 189,5, terkontraksi -1,5% mtm.

Penurunan kinerja penjualan eceran tersebut bersumber dari kelompok suku cadang dan aksesori yang turun sebesar -6,3% mtm, perlengkapan rumah tangga lainnya -7,8% mtm, serta makanan, minuman, tembakau -1,7% mtm.

Secara tahunan, kinerja penjualan eceran mengalami kontraksi sebesar -2,2% yoy. Sejumlah kelompok yang tercatat menurun yaitu kelompok suku cadang dan aksesori dan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya, masing-masing sebesar -10,2% yoy, -24,9% yoy.

Kesehatan

Pada Kamis (11/11) indeks sektor kesehatan ditutup melemah 0,86% ke level 1.405,18.

Pelemahan sektor ini dipimpin oleh PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) anjlok 5,34% ke level Rp390, lalu diikuti PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE) melemah 2,88% ke level Rp505 dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 2,15% ke level Rp1.590.

Para pelaku pasar saat ini masih melanjutkan aksi profit takingnya, setelah sebelumnya selama 3 bulan ini melesat tinggi. Pelemahan ini terjadi seiring dengan penurunan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini, sehingga membuat pendapatan dari pasien Covid-19 diprediksi akan menurun.

Selain itu lesunya saham-saham di sektor ini terjadi karena adanya rotasi sektor di bursa. Saat ini, investor cenderung memburu saham-saham di sektor energi terutama di batu bara yang secara year-to-date masih melesat 88,82%.

Barang Baku

Indeks sektor barang baku pada penutupan perdagangan Kamis (11/11) ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,02% ke level 1.222,66.

Penguatan sektor ini didorong oleh saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk. (TIRT) melejit 14,93% ke level Rp77. Diikuti saham PT Sriwahana Tbk. (SWAT) melesat 5,59% ke level Rp189 dan saham PT Unggul Indah  Cahaya Tbk. (UNIC) naik 4,52% ke level Rp10.975.

Sentimen positif dari Kementerian Perindustrian yang telah memproyeksikan penetapan harga baru bara khusus sebesar US$90 per metrik ton dapat memberi napas baru bagi industri semen yang sangat bergantung pada komoditas tersebut.

Terkait dengan penetapan harga batu bara, diharapkan dalam jangka pendek lima bulan ke depan industri semen nasional setidaknya dapat mempertahankan kinerjanya.

Sementara itu, dalam jangka panjang, kebijakan ini juga diharapkan mampu menaikkan daya saing produk semen nasional.

Menurut catatan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), harga batu bara berkontribusi sebesar 30% terhadap ongkos produksi. Dengan demikian, fluktuasi harga batu bara sepanjang tahun ini sangat mempengaruhi kinerja industri.

Perindustrian

Pada penutupan perdagangan Kamis (11/11), sektor perindustrian melemah 0,43% ke posisi 1.079,62.

Beberapa saham yang terpantau mengalami pelemahan ialah saham PT Aekha Jayanti Persada Tbk (ARKA) merosot 4,23% ke level Rp68. lalu PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) drop 4,08% ke level Rp282 dan  PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) turun 3,67% ke level Rp210.

Tren surplus neraca perdagangan Indonesia diperkirakan berlanjut pada Oktober 2021, akan tetapi menurun hingga US$3,95 miliar. Proyeksi perolehan surplus itu lebih rendah dari surplus bulan sebelumnya yaitu US$4,37 miliar.

Penurunan surplus yang semakin menurun disebabkan oleh peningkatan impor di tengah relaksasi pengetatan PPKM sejalan dengan penurunan kasus Covid-19. Di sisi lain, ekspor diperkirakan masih akan tumbuh berkat dorong kenaikan harga komoditas.

Keuangan

Indeks sektor keuangan ditutup naik tipis 0,05% ke 1.568,55 pada perdagangan Kamis (11/11).

PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM) melambung 23,03% ke level Rp1.095, disusul PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) menanjak 8,94% ke level Rp390 dan PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) menguat 6,49% ke level Rp4.100.

Pemulihan ekonomi yang mulai menggeliat pada kuartal IV/2021 membuat pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi tahun ini akan tercapai. Pertumbuhan ekonomi 2021 yang ditargetkan yakni di kisaran 3,7 %–4,5%.

Menko Perekonomian akan terus mendorong realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk menjaga daya beli. Realisasi anggaran PEN per Desember 2021 diproyeksikan akan mencapai 95%–100%.

Hingga 5 November 2021, realisasi anggaran PEN baru mencapai Rp456,35 triliun, atau 61,3% dari pagu Rp744,77 triliun.

Properti dan Real Estat

Pada penutupan perdagangan Kamis (11/11) indeks sektor properti dan real estat menguat 0,12% ke posisi 867,48.

Saham pendorongnya antara lain PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS) meroket tajam 21,24% ke level Rp137, lalu PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG), melesat 12,50% ke level Rp81 dan PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU) tumbuh 4,17% ke level Rp75.

Kementerian PUPR memastikan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP akan terus disalurkan pada 2022. Proses peralihan FLPP dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) ke BP Tapera dipastikan akan terus berlanjut. Para pengembang menyambut baik akan berita ini. 

Dalam RPJMN 2020–2024, ditargetkan Kementerian PUPR dapat menyalurkan dana dengan skema FLPP sebanyak 900.000 unit rumah.

Sementara itu, untuk Tapera dalam RPJMN hingga 2024 ditargetkan dapat menyalurkan pembiayaan untuk 500.000 unit rumah.

Selain bantuan perumahan melalui FLPP dan Tapera, dalam menyokong sektor properti, Kementerian PUPR juga memiliki program lainnya, yakni Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

Teknologi

Kinerja sektor teknologi terpantau lesu dengan penurunan 1,81% ke level 9.421,67 pada Kamis (11/11).

Saham yang melemah di antaranya PT Kresna Graha Investama Tbk. (KREN) ambles 5,10% ke level Rp93, disusul PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) merosot 4,61% ke Rp1.965 dan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. (CASH) drop 3,77% ke level Rp306.

The Fed mengumumkan akan melakukan tapering  atau pengurangan pembelian aset obligasi di pasar global mulai akhir bulan ini. Hal ini dinilai tentu memengaruhi pasar saham terutama di Indonesia.

Jelang akhir tahun, pelaku pasar diperkirakan lebih melirik saham sektor komoditas ketimbang sektor teknologi. Kenaikan harga komoditas seperti nikel dan batu bara membuat saham-saham old economy kembali diburu investor.

Meski begitu, saham sektor teknologi masih bisa dibeli dalam jangka panjang sebab pasar ekonomi internet ASEAN diprediksi tembus US$1 triliun pada 2030. Pada Indonesia, ekonomi internet diprediksi akan mencapai US$146 miliar (Rp2.079 triliun) pada 2025.

Infrastruktur

Pergerakan sektor infrastruktur minus 0,90% ke level 987,42 pada Kamis (11/11).

Pemberatnya antara lain PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) jatuh 3,45% ke level Rp84, disusul PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) melemah 3,24% ke Rp895 dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR) drop 2,70% ke level Rp216.

Emiten GMFI memimpin pelemahan setelah kabar perusahaan induk usahanya GIAA akan mengalami pengurangan saham pemerintah (dilusi). Hal ini tengah ditargetkan Kementerian BUMN. 

Pengurangan persentase saham negara itu untuk menyelamatkan utang emiten penerbangan pelat merah yang mencapai US$9,8 miliar atau setara Rp139 triliun. 

Pada Semester 1/2021 GMFI mencatatkan kerugian bersih sebesar US$27,44 juta atau setara dengan Rp397,88 miliar (kurs Rp 14.500/US$) pada semester pertama tahun 2021. Selain itu, GMFI kini sedang berada di bawah pantauan BEI karena laporan keuangan auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer).

Transportasi dan Logistik

Pada penutupan Kamis (11/11) sektor transportasi dan logistik menjadi jawara di IHSG dengan kenaikan 2,19% ke level Rp1.348,59.

Saham penopangnya yaitu PT Temas Tbk. (TMAS) meroket 24,48% ke level Rp600, lalu PT Hasnur Internasional Shipping Tbk. (HAIS) menguat 2,80% ke level Rp220 dan PT Guna Timur Raya Tbk. (TRUK) tumbuh 1,21% ke level Rp167. 

Sektor transportasi pada kuartal II/2021 menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif dengan persentase 25,1%. Pada tren pertumbuhan ini  angkutan laut memiliki tingkat persentase yang cukup tinggi atau tercatat tumbuh 16,4% (yoy) akibat ditopang oleh perdagangan dunia dan aktivitas ekspor impor.

Saat ini transportasi laut Indonesia mengalami tantangan dengan terganggunya supply chain logistic terutama terkait dengan kebutuhan kontainer yang terbatas. Kenaikan harga-harga komoditas yang tinggi akibat demand yang naik secara cepat bisa  menjadi katalis positif sehingga logistik kapal antarnegara mengalami peningkatan permintaan. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Aprilian Hermawan

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.