Impor BBM Makin Tak Terbendung, Lifting 1 Juta Barel Mendesak

Konsumsi bahan bakar nasional diproyeksikan terus meningkat, sedangkan kapasitas produksi tidak banyak berubah. Hal itu pula yang membuat Indonesia menjadi negara pengimpor minyak terbesar di Asia Tenggara.

Ibeth Nurbaiti
Mar 13, 2022 - 12:00 PM
A-
A+
Impor BBM Makin Tak Terbendung, Lifting 1 Juta Barel Mendesak

Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan melakukan perawatan sumur di Rig ATS 2517 di Duri Steam Flood (DSF) Field Duri, Blok Rokan, Bengkalis, Riau, Rabu (22/12/2021). PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina menargetkan produksi minyak Blok Rokan meningkat dari 160.000 barel per hari (bph) di tahun 2021 menjadi 300.000 barel per hari (bph) pada tahun 2025. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bisnis, JAKARTA — Lonjakan impor bahan bakar minyak Indonesia terus membayangi, sejalan dengan kebutuhan di dalam negeri yang terus meningkat. Ditambah lagi, realisasi produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi kerap berada di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Indonesia diperkirakan masih mempunyai potensi sumber daya minyak yang mencapai 80 miliar barel dan gas mencapai sekitar 363 triliun kaki kubik. Namun demikian, potensi itu masih harus dibuktikan, apalagi sudah lebih dari 2 dekade belum juga ditemukan cadangan minyak baru.

Di sisi lain, konsumsi bahan bakar nasional diproyeksikan terus meningkat, sedangkan kapasitas produksi tidak banyak berubah. Hal itu pula yang membuat Indonesia menjadi negara pengimpor minyak terbesar di Asia Tenggara. 

Baca juga: Utak-Atik ‘Aturan Main’ Migas Demi Menggait Investasi

Editor: Ibeth Nurbaiti
company-logo

Lanjutkan Membaca

Impor BBM Makin Tak Terbendung, Lifting 1 Juta Barel Mendesak

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ