Free

Impor Lambat Buat Stok Bawang Putih di Pasar Menipis

Realisasi baru mencapai 17,38% dari total alokasi impor bawang putih tahun ini sebanyak 645.025 ton.

Dwi Rachmawati

7 Mei 2024 - 19.01
A-
A+
Impor Lambat Buat Stok Bawang Putih di Pasar Menipis

Pedagang bawang putih beraktifitas di salah satu pasar di Jakarta. Bisnis/Abdurachman.

Bisnis, JAKARTA – Stok bawang putih ke pasar diketahui kian menipis. Hal tersebut berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di 19 pasar induk di seluruh Indonesia

Direktur Bahan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Bambang Wisnubroto mengatakan  bahwa rata-rata pasokan bawang putih ke pasar induk saat ini hanya 179 ton per minggu atau 3,13% di bawah pasokan normal sebesar 191 ton per minggu.

"Ini tentunya menjadi indikasi bahwa secara pemenuhan dalam negeri dari sisi importasi memerlukan akselerasi," ujar Bambang dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, dikutip Selasa (6/5/2024).

Menipisnya stok bawang putih seiring dengan importasi yang lambat. Kemendag mencatat realisasi impor bawang putih baru mencapai 112.143 ton atau 45,9% dari total izin impor yang diterbitkan sebanyak 244.194 ton per 3 Mei 2024. 

Baca juga: Cara Negara Turunkan Harga Bawang Merah dalam Sebulan

Artinya, realisasi impor baru mencapai 17,38% dari total alokasi impor bawang putih tahun ini sebanyak 645.025 ton.

Bambang menyebut, kebutuhan bawang putih secara bulanan sekitar 55.000 ton. Dengan begitu, menurut Bambang, untuk memenuhi kebutuhan bawang putih selama Maret—Mei 2024 diperlukan sekitar 165.000 ton. Di sisi lain, realisasi impor bawang putih hingga awal Mei masih di bawah angka kebutuhan tersebut.

"Harusnya minimal yang sudah masuk ke dalam negeri itu 165.000 ton untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan ini," jelasnya.

Importasi bawang putih yang seret terjadi beriringan dengan persoalan syarat impor yang kerap dianggap menyulitkan para importir. 

 

 

Sejak paruh kedua tahun lalu, Ombudsman bahkan telah menyoroti dugaan maladministrasi yang terjadi dalam penerbitan izin impor di Kemendag, maupun penerbitan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dan syarat wajib tanam, di Kementan. 

Namun, tindakan korektif telah dilakukan Kemendag untuk penerbitan izin impor. Sementara komitmen Kementan dalam melalukan tindakan korektif masih dipertanyakan.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mengeklaim bakal memantau secara intensif program wajib tanam bawang putih di kalangan importir. 

Setidaknya 100 improtir yang mengantongi rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) pada 2023—2024 telah mengikuti evaluasi dan asistensi program wajib tanam bawang putih dari Kementan.

Baca juga: Stok Bawang Putih di Pasar Menipis, Kemendag: Realisasi Impor Lelet

Para importir diwajibkan tanam bawang putih minimal 5% dari volume impor yang diberikan. Ketentuan wajib tanam bawang putih diatur dalam Permentan No. 46/2019 tentang Pengembangan Komoditas Hortikultura Strategis.

Dalam evaluasi dan asistensi importir bawang putih, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, program wajib tanam diberlakukan agar Indonesia tidak selamanya menggantungkan pasokan bawang putih dari negara lain. Musababnya, ancaman ketersediaan pangan global juga dianggap nyata.

"Kita tidak boleh main-main atau setengah hati. Harus totalitas menjaga produksi pangan nasional. Negeri ini tidak boleh terlalu tergantung dengan produksi negara lain, termasuk bawang putih," ujar Amran dalam keterangan resmi, dikutip Senin (6/5/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.