Imun Tangkal Ancaman Resesi Global dari Penerapan B35

Resesi akan merembet ke harga tandan buah segar (TBS) sawit petani yang bisa turun dibawah Rp2.000 per kilogram. Untuk mencegah kondisi tersebut perlu dimitigasi dengan peningkatan penyerapan minyak sawit domestik antara lain dengan B35.

Jaffry Prabu Prakoso

19 Des 2022 - 10.59
A-
A+
Imun Tangkal Ancaman Resesi Global dari Penerapan B35

JAKARTA – Pengamat menilai positif rencana pemerintah agar persentase pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel ke dalam bahan bakar minyak jenis solar ditingkatkan menjadi 35 persen atau B35 mulai Januari tahun. Program itu merupakan langkah jitu menghadapi ancaman resesi global 2023.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute Policy (PASPI) Tungkot Sipayung menuturkan bahwa resesi tahun depan yang salah satunya membuat penurunan pertumbuhan ekonomi, khususnya negara negara importir minyak sawit dunia, diperkirakan akan berdampak pada penurunan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia hingga ke level US$700. 

Menurut dia, dampaknya akan merembet ke harga tandan buah segar (TBS) sawit petani yang bisa turun dibawah Rp2.000 per kilogram.


Petugas memperlihatkan contoh bahan bakar biodiesel saat peluncuran Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel, di Jakarta, Kamis (13/6/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam 

“Untuk mencegah kondisi tersebut perlu dimitigasi dengan peningkatan penyerapan minyak sawit domestik antara lain dengan B35, bahkan jika bisa B40 di semester 2/2023. Cara tersebut penting agar harga TBS petani tidak turun terlalu besar tahun 2023,” ujar Tungkot kepada Bisnis, Minggu (18/12/2022).

Tungkot mengungkapkan bahw apelaku usaha sudah sangat siap dengan program penerapan B35. Kapasitas pabrik biodiesel saat ini 17.000 kilo liter masih cukup untuk produksi biodiesel yang diperlukan. Demikian juga dengan PT Pertamina, dia pastikan siap mengeksekusi karena sudah berpengalaman pada B30.

“Penerapan B35 atau B40 pada saat harga bahan bakar, fosil dunia masih di atas US$80 per barrel justru menguntungkan Indonesia karena dapat menghemat devisa impor solar. selain itu HIP biodiesel diperkirakan lebih rendah dari HIP solar sehingga B35 tak perlu subsidi,” jelas Tungkot.

Baca juga: Siap-Siap Biodiesel B35 demi Kurangi Impor BBM

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gapki Eddy Martono mengatakan bahwa pasokan CPO untuk program tersebut masih sangat mencukupi. Menurutnya, pasokan untuk ekspor pun diproyeksikan tidak akan berkurang.

“Ekspor seharusnya tidak berkurang, karena kalau total konsumsi naik dari 18 juta ton naik menjadi 21 juta pun masih mencukupi,” kata Eddy kepada Bisnis, Minggu (18/12/2022).

Meski demikian, dia mewanti-wanti untuk jangka panjang. Sebab, produksi minyak sawit saat ini mulai stagnan karena produksi hanya di angka sekitar 50 juta ton per tahun.

“Kalau konsumsi terus terjadi kenaikan sementara produksi tidak naik maka otomatis porsi ekspor yang akan diturunkan,” ucapnya.

Baca juga: Baca juga: Alokasi Biodiesel 2023 Naik Jadi 13,15 Juta KL untuk Program B35

Selain itu, Eddy pun memperkirakan harga CPO tahun depan akan melemah apabila situasi global terjadi krisis ekonomi, khususnya karena perang Ukraina-Rusia. 

“Tetapi di sisi yang lain bisa juga ada peluang apabila produksi minyak bunga matahari terganggu, minyak sawit dapat menggantikannya. Untuk harga kemungkinan tidak akan sebaik diawal tahun 2022,” ujarnya.

Layar menampilkan Sekretaris Jendral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana (atas kiri), Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Iklim Usaha dan Investasi Andi Rizaldi (atas kanan) dan General Manager Konten Bisnis Indonesia Galih Kurniawan memberikan pemaparan dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenge 2023 bertema Momentum Konsolidasi Ekonomi dan Politik di Jakarta, Kamis (15/12)/Bisnis-Suselo Jati 

Diketahui, Keputusan Presiden Joko Widodo untuk menggunakan B35 Jokowi saat rapat kabinet paripurna 6 Desember 2022. Hal tersebut menyusul komitmen pemerintah untuk perlahan mengurangi ketergantungan impor solar di tengah kekhawatiran krisis energi dunia saat ini. 

“Untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak [BBM], pemerintah akan melaksanakan strategi di sisi supply dan demand,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana dalam Bisnis Indonesia Business Challenge 2023 yang ditayangkan lewat Youtube Bisnis.com, Kamis (15/12/2022). (Indra Gunawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.